JawaPos.com-Pernah panik karena lupa menaruh kunci padahal baru saja memegangnya? Atau mendadak kehilangan kata saat sedang berbicara? Jika hal itu sering terjadi, bisa jadi otak Anda sedang lelah dan butuh perhatian ekstra.
Menurut Dr. Vipada Sae-Lao, ahli nutrisi dari Herbalife Asia Pacific, otak manusia bekerja seperti mesin super komputer yang tak pernah berhenti memproses informasi. Mulai dari berpikir, mengingat, hingga mengambil keputusan.
Meski ukurannya hanya sekitar dua persen dari total berat tubuh, otak mengonsumsi hampir 20 persen energi yang kita miliki. Jadi tak heran jika gaya hidup serba cepat membuat otak sering kewalahan. Apalagi seiring bertambahnya usia, kemampuan fokus dan daya ingat bisa menurun jika tidak dijaga dengan baik.
Faktanya, penelitian menunjukkan gangguan otak seperti stroke, migrain, dan Alzheimer terus meningkat di Asia, termasuk Indonesia. Oleg karena itu, menjaga kesehatan otak bukan sekadar soal menghindari penyakit, tapi juga soal mempertahankan ketajaman berpikir, fokus, dan ketahanan mental di tengah rutinitas yang padat.
Nah, berikut lima tips dari Dr. Sae-Lao yang bisa membantu Anda menjaga fokus sekaligus memperkuat daya tahan mental.
1. Mulai dari Apa yang Anda Makan
Kondisi mental dan suasana hati ternyata sangat dipengaruhi oleh pola makan. Istilah kamu adalah apa yang kamu makan benar adanya. Bahkan, pikiran dan perasaan bisa berubah tergantung nutrisi yang masuk ke tubuh. Pola makan yang seimbang dan kaya antioksidan membantu menjaga kinerja otak sekaligus melindungi sistem saraf dari peradangan.
Beberapa jenis makanan yang baik untuk otak antara lain sayuran hijau seperti bayam dan kangkung yang kaya lutein, buah beri dan anggur merah yang tinggi antioksidan, serta telur yang mengandung kolin.
Nutrisi penting untuk memori dan pengatur suasana hati. Tambahkan pula ikan berlemak dan kacang-kacangan yang kaya omega-3 untuk mendukung kemampuan belajar, serta gunakan minyak zaitun sebagai pilihan lemak sehat. Jangan lupa batasi konsumsi gula, garam, dan makanan olahan agar otak tetap prima.
2. Gerakkan Tubuh, Latih Kognisi
Tubuh dan otak bekerja selaras. Aktivitas fisik yang rutin terbukti meningkatkan fungsi kognitif, memperbaiki mood, dan mengurangi stres. CDC merekomendasikan minimal 150 menit olahraga intensitas sedang per minggu, seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang.
Baca Juga: Resep Minuman Jahe, Bahan Detoks Alami untuk Bantu Menurunkan Berat Badan dan Jaga Kesehatan Tubuh
Olahraga membantu memperlancar aliran darah ke otak sehingga pasokan oksigen dan nutrisi meningkat. Selain itu, gerakan tubuh juga memicu pelepasan hormon endorfin yang membuat perasaan lebih bahagia dan pikiran lebih fokus. Jadi, jangan hanya duduk di depan layar, bergeraklah agar otak tetap tajam.
3. Tantang Otak dengan Hal Baru
Otak membutuhkan stimulasi untuk tetap aktif. Salah satu cara termudah adalah dengan terus belajar hal baru seperti membaca buku, memecahkan teka-teki silang, belajar bahasa asing, atau mencoba hobi baru seperti melukis atau memasak.
Aktivitas semacam ini melatih koneksi saraf agar tetap fleksibel dan kuat. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa latihan otak secara rutin bisa membantu memperlambat penurunan kognitif pada orang lanjut usia. Jadi, jangan ragu untuk menantang diri dengan hal-hal yang membuat otak berpikir dan berkreasi.
4. Ciptakan Lingkungan yang Bersih dan Tenang
Kebersihan bukan hanya soal fisik, tapi juga mental. Ruangan yang berantakan dan paparan layar berlebih bisa membuat otak cepat lelah. Cobalah untuk mengatur ruang kerja atau kamar agar lebih rapi dan minim distraksi. Selain itu, batasi paparan polutan seperti asap atau jamur yang bisa mengganggu kesehatan otak.
Hindari juga kebiasaan merokok, minum alkohol berlebihan, atau penggunaan zat adiktif lainnya. Kebiasaan tersebut terbukti menurunkan fungsi otak dan mempercepat proses penuaan mental. Dengan menjaga lingkungan dan gaya hidup yang sehat, pikiran akan lebih jernih dan mudah berkonsentrasi.
5. Bangun Hubungan Sosial yang Positif
Manusia adalah makhluk sosial, dan hubungan yang sehat ternyata berperan besar dalam menjaga kesehatan otak. Interaksi sosial yang positif bisa memperbaiki suasana hati, menjaga daya ingat, dan meningkatkan ketahanan mental.
Luangkan waktu berkualitas bersama teman atau keluarga, baik lewat obrolan ringan, aktivitas bersama, atau sekadar makan malam bareng. Dukungan emosional yang tulus dapat menurunkan tingkat stres dan menjaga semangat hidup. Otak pun akan lebih bahagia dan produktif.
Menjaga kesehatan otak tak harus rumit. Mulai dari langkah sederhana seperti memperhatikan makanan, rutin bergerak, hingga menjaga hubungan sosial yang hangat, semuanya berperan penting dalam menjaga fokus dan daya ingat.
Jadi, lain kali saat Anda lupa menaruh kunci, anggap itu pengingat kecil untuk mulai merawat otak dengan lebih baik.
Baca Juga: 7 Obat Alami Sariawan Paling Ampuh, Nomor Terakhir Jarang Disangka Efektif