← Beranda
Jangan Sepelekan Keseleo, Begini Cara Menanganinya agar Tidak Jadi Masalah yang Lebih Serius
Zalfa Hanifatul WafaJumat, 10 Oktober 2025 | 04.35 WIB
Ilustrasi ketika merasakan nyeri akibat keseleo. (Freepik)

JawaPos.com - Cedera saat beraktivitas fisik merupakan hal yang sering dialami oleh banyak orang, terutama bagi mereka yang aktif berolahraga atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan banyak gerakan.

Salah satu jenis cedera yang paling umum terjadi adalah keseleo, yang dapat menimpa siapa saja mulai dari atlet profesional hingga orang yang sedang berjalan santai.

Meskipun terkesan sepele, keseleo yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi yang lebih serius dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu keseleo, bagaimana cara mengatasinya, dan kapan harus mencari bantuan medis profesional.

Keseleo atau sprain adalah cedera yang terjadi ketika ligamen atau jaringan ikat yang menghubungkan tulang dengan tulang di persendian mengalami peregangan berlebihan atau bahkan robek. Kondisi ini paling sering terjadi pada pergelangan kaki, pergelangan tangan, dan lutut akibat gerakan yang tiba-tiba atau tidak wajar.

Keseleo dapat terjadi dalam berbagai tingkat keparahan, mulai dari peregangan ringan hingga robekan total pada ligamen. Penyebab umum keseleo antara lain jatuh, terkilir saat berolahraga, mendarat dengan posisi yang salah setelah melompat, atau mengalami benturan langsung pada persendian.

Seseorang yang mengalami keseleo juga dapat mengalami gejala yang berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan cedera yang dialami.

Namun, tanda paling umumnya adalah nyeri pada area persendian yang cedera, terutama ketika mencoba menggerakkan atau memberikan beban pada bagian tersebut.

Pembengkakan dan memar juga biasanya muncul di sekitar area yang cedera, disertai dengan sensasi hangat atau kemerahan pada kulit.

Selain itu, kamu mungkin merasakan keterbatasan dalam menggerakkan sendi atau mengalami ketidakstabilan pada sendi yang cedera sehingga sulit untuk berdiri atau berjalan dengan normal.

Jika kamu mengalami keseleo ringan, Alodokter memberikan beberapa penjelasan mengenai perawatan medis dan perawatan mandiri di rumah menggunakan metode RICE.

Metode RICE merupakan singkatan dari Rest, Ice, Compression, dan Elevation yang merupakan langkah pertolongan pertama dalam penanganan keseleo.

Baca Juga: Power Nap: Tidur Siang Singkat yang Dapat Menjaga Produktivitas Sehari-hari

1. Perawatan di Rumah Menggunakan Metode RICE

- Rest (Istirahat)

Mengistirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera adalah langkah pertama yang krusial dalam proses penyembuhan. Kamu disarankan untuk menghindari aktivitas yang memberikan beban pada area yang cedera, termasuk menggunakan alat bantu seperti kruk jika diperlukan.

Istirahat yang cukup, minimal selama 2 hari atau hingga nyeri berkurang, akan memberikan kesempatan bagi ligamen untuk mulai memulihkan diri tanpa tekanan tambahan.

- Ice (Kompres Es)

Mengompres area yang cedera dengan es dapat membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan rasa nyeri. Bungkus es dengan handuk dan tempelkan pada bagian yang cedera selama 15-20 menit setiap 3 jam sekali. Lakukan metode ini secara konsisten selama 3 hari pertama setelah cedera terjadi untuk hasil yang optimal.

- Compression (Kompresi)

Melilitkan perban elastis pada bagian yang cedera dapat membantu mengurangi pembengkakan dan memberikan dukungan pada sendi. Pastikan perban tidak terlalu ketat agar tidak menghambat aliran darah. Jika kamu merasakan kesemutan, mati rasa, atau warna kulit berubah menjadi kebiruan, segera longgarkan perban.

- Elevation (Peninggian)

Menempatkan bagian yang cedera pada posisi yang lebih tinggi dari jantung dapat membantu mengurangi pembengkakan. Ketika berbaring atau duduk, sangga area yang cedera dengan bantal atau penyangga lainnya. Metode ini memanfaatkan gravitasi untuk mencegah penumpukan cairan di area yang cedera.

2. Perawatan Medis

- Fisioterapi

Ketika nyeri dan pembengkakan mulai mereda, fisioterapi menjadi langkah penting dalam proses pemulihan keseleo. Fisioterapis profesional akan merancang program latihan khusus yang disesuaikan dengan kondisi cedera kamu untuk memulihkan kestabilan dan kekuatan sendi secara bertahap.

Melalui serangkaian latihan terkontrol, fisioterapi membantu mengembalikan rentang gerak sendi, meningkatkan fleksibilitas, dan memperkuat otot-otot di sekitar area yang cedera sehingga kamu dapat kembali beraktivitas normal tanpa risiko cedera berulang.

- Penggunaan Alat Penyangga

Untuk beberapa kasus keseleo yang lebih parah, penggunaan alat penyangga khusus mungkin diperlukan sebagai bagian dari proses penyembuhan.

Alat penyangga seperti brace atau gips akan dipasang oleh dokter untuk membatasi pergerakan pada area yang mengalami keseleo dan menstabilkan struktur di sekitarnya.

Biasanya alat penyangga ini perlu digunakan selama kurang lebih 10 hari, tergantung pada tingkat keparahan cedera dan respons tubuh terhadap pengobatan.

- Tindakan Operasi

Dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, keseleo dapat menyebabkan robekan ligamen atau otot yang sangat parah hingga putus total.

Alodokter menyoroti bahwa jika kondisi sendi menjadi sangat tidak stabil akibat kerusakan jaringan yang ekstensif, dokter akan merekomendasikan prosedur operasi sebagai solusi terbaik.

Operasi bertujuan untuk memperbaiki atau merekonstruksi ligamen yang rusak agar fungsi sendi dapat kembali normal.

Setelah operasi, pasien biasanya perlu menjalani program rehabilitasi intensif untuk memastikan pemulihan yang optimal.

Selain beberapa metode pengobatan di atas, perlu diingat juga ada beberapa hal penting yang harus kamu hindari agar tidak memperburuk kondisi, yakni:

1. Hindari Paparan Panas Berlebihan

Jangan mandi air panas, menggunakan sauna, atau mengompres area yang cedera dengan kompres panas karena dapat menyebabkan pembuluh darah melebar. Pelebaran pembuluh darah ini justru akan memperparah pembengkakan dan memar pada area yang cedera.

2. Jauhi Minuman Beralkohol

Konsumsi minuman beralkohol selama masa pemulihan dapat memperburuk kondisi pembengkakan. Alkohol dapat mengganggu proses penyembuhan alami tubuh dan memperlambat pemulihan jaringan yang rusak.

3. Batasi Aktivitas Fisik Berat

Hindari melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang melibatkan bagian tubuh yang cedera, seperti berlari, melompat, atau angkat beban. Aktivitas berat dapat memperburuk keseleo dan memperpanjang waktu pemulihan yang dibutuhkan.

4. Jangan Memijat Area yang Cedera

Memijat bagian yang cedera, terutama dalam 3 hari pertama, dapat memperparah pembengkakan dan berisiko menyebabkan sindrom kompartemen yang berbahaya. Pemijatan baru dapat dilakukan setelah 3 hari atau ketika rasa nyeri sudah berkurang secara signifikan, dan sebaiknya dilakukan oleh terapis profesional.

Namun, kamu juga perlu memperhatikan beberapa kondisi yang terjadi pada tubuhmu. Mayo Clinic menyoroti beberapa kondisi yang mengharuskan kamu untuk segera mencari bantuan tenaga medis.

1. Ketidakmampuan Menopang Berat Badan

Jika kamu tidak bisa memberikan beban pada kaki atau tungkai yang cedera, sendi terasa sangat tidak stabil atau mati rasa, atau kamu sama sekali tidak bisa menggunakan sendi tersebut, segera konsultasi ke dokter. Kondisi ini mungkin mengindikasikan bahwa ligamen mengalami robekan total dan memerlukan penanganan medis segera.

2. Perubahan Warna Kulit yang Mencurigakan

Jika ada perubahan warna kulit atau muncul garis-garis berwarna yang menyebar dari area yang cedera, maka hal tersebut dapat menjadi tanda terjadi infeksi. Infeksi pada area cedera ini memerlukan penanganan antibiotik dan tidak boleh diabaikan karena dapat menyebabkan komplikasi serius.

3. Nyeri pada Tulang

Jika kamu merasakan nyeri yang terpusat langsung pada tulang di sekitar persendian yang cedera, bukan hanya pada jaringan lunak, ini bisa mengindikasikan adanya patah tulang atau fraktur. Kondisi ini memerlukan pemeriksaan radiologi dan penanganan yang berbeda dari keseleo biasa.

4. Cedera Berulang pada Area yang Sama

Jika kamu mengalami cedera berulang pada area yang sebelumnya pernah cedera beberapa kali, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Cedera berulang dapat mengindikasikan adanya kelemahan struktural atau masalah yang memerlukan evaluasi lebih mendalam.

Baca Juga: Sering Merasa Gatal Setelah Pakai Produk Karet? Kenali Alergi Lateks, 3 Jenis Reaksi, dan Strategi Penanganannya

5. Keseleo Tingkat Parah

Untuk keseleo yang sangat parah atau severe sprain, penanganan yang tertunda dapat menyebabkan nyeri kronis dan ketidakstabilan sendi yang berkepanjangan. Penanganan medis dini sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang dan memastikan pemulihan yang optimal.

Walaupun keseleo merupakan cedera yang umum terjadi, namun tidak boleh dianggap remeh karena dapat berdampak pada kualitas hidup dan kemampuan beraktivitas sehari-hari.

Dengan memahami cara penanganan yang tepat melalui metode RICE, menghindari hal-hal yang dapat memperburuk kondisi, dan mengetahui kapan harus mencari bantuan medis, kamu dapat mempercepat proses pemulihan dan mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Ingatlah bahwa setiap keseleo memiliki tingkat keparahan yang berbeda, sehingga penting untuk mendengarkan sinyal yang diberikan oleh tubuh dan tidak memaksakan diri untuk beraktivitas sebelum benar-benar pulih.

Jika ragu atau khawatir dengan kondisi yang kamu alami, lebih baik untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan aman. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah