JawaPos.com - Kanker masih menjadi salah satu penyakit mematikan yang banyak ditakuti di seluruh dunia.
Meski faktor genetik dan lingkungan ikut berperan, pola makan terbukti memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ada berbagai jenis makanan yang kaya akan antioksidan, serat, vitamin, dan senyawa tertentu yang mampu menekan pertumbuhan sel kanker sekaligus memperkuat daya tahan tubuh.
Dalam artikel ini, Anda akan menemukan beberapa makanan super yang dipercaya dapat membantu menurunkan risiko kanker secara alami, sekaligus mudah untuk dijadikan bagian dari menu harian Anda.
Dilansir dari laman Healthline pada Selasa (30/9), berikut merupakan 12 "makanan super" penurun risiko kanker secara alami yang wajib Anda ketahui.
Baca Juga: 8 Weton dengan Doa Paling Cepat Dikabulkan, Energi Spiritualnya Sukses Menembus Batas Cakrawala!
1. Brokoli
Brokoli adalah salah satu sayuran cruciferous yang sangat terkenal karena kandungan sulforaphane di dalamnya. Senyawa ini menurut penelitian bisa membantu melawan pertumbuhan sel kanker.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sulforaphane mampu mengecilkan ukuran tumor dan bahkan membunuh sel kanker, seperti pada kanker payudara dan prostat.
Selain itu, konsumsi brokoli juga sering dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena kanker usus besar.
Artinya, dengan menambahkan brokoli ke dalam menu makanan beberapa kali dalam seminggu, tubuh bisa mendapat perlindungan tambahan.
2. Wortel
Wortel termasuk sayuran yang kaya akan nutrisi dan sering dikaitkan dengan kesehatan mata, tetapi manfaatnya ternyata juga meluas pada pencegahan kanker.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi wortel memiliki risiko lebih rendah terkena kanker lambung, prostat, hingga paru-paru.
Dalam sebuah penelitian, bahkan disebutkan bahwa perokok yang jarang makan wortel memiliki risiko tiga kali lipat lebih tinggi terkena kanker paru dibandingkan dengan mereka yang rutin mengonsumsinya.
Ini berarti menambahkan wortel, baik dalam bentuk camilan sehat, jus, atau campuran masakan, dapat menjadi kebiasaan sederhana yang membantu menurunkan risiko kanker.
3. Buah Citrus
Buah citrus seperti jeruk, lemon, dan jeruk bali mengandung banyak vitamin dan antioksidan.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah citrus dalam jumlah yang cukup bisa menurunkan risiko kanker saluran pencernaan, kanker pankreas, hingga kanker lambung.
Dalam beberapa penelitian, disebutkan bahwa mengonsumsi minimal tiga porsi buah citrus per minggu sudah bisa memberikan manfaat perlindungan.
Dengan begitu, tidak ada salahnya menambahkan buah citrus ke dalam menu harian karena selain menyegarkan, manfaat kesehatannya pun sangat besar.
4. Buah Beri
Buah beri seperti blueberry, raspberry, dan blackberry sangat kaya akan pigmen alami bernama anthocyanin.
Pigmen ini memiliki sifat antioksidan yang kuat yang dapat membantu tubuh untuk melawan kerusakan sel, termasuk mencegah pertumbuhan sel kanker.
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah beri bisa menurunkan pertumbuhan sel kanker usus besar.
Maka dari itu, mengonsumsi 1- 2 porsi buah beri segar setiap hari tetap bisa menjadi kebiasaan sehat yang memberikan manfaat besar bagi tubuh.
5. Tomat
Tomat mengandung likopen, yakni antioksidan kuat yang memberi warna merah cerah dan diyakini berperan dalam menurunkan risiko kanker, terutama kanker prostat.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tomat, baik mentah maupun yang sudah dimasak, berkaitan dengan penurunan risiko kanker prostat.
Oleh karena itu, menambahkan tomat ke dalam masakan sehari-hari seperti salad, sup, atau pasta bisa menjadi cara yang mudah untuk mendukung kesehatan.
6. Bawang Putih
Bawang putih adalah bumbu dapur dengan manfaat luar biasa bagi kesehatan. Kandungan aktifnya, yaitu allicin, terbukti mampu melawan sel kanker dalam penelitian tabung uji.
Selain itu, penelitian pada manusia juga menemukan bahwa orang yang banyak mengonsumsi bawang putih dan sayuran allium lainnya memiliki risiko lebih rendah terkena kanker lambung, prostat, dan usus besar.
Mengonsumsi sekitar satu siung bawang putih segar setiap hari bisa menjadi langkah sederhana untuk mendapatkan manfaat ini.
7. Ikan Berlemak
Ikan berlemak seperti salmon, makarel, dan sarden merupakan sumber omega-3 dan vitamin D yang sangat baik. Kedua nutrisi ini diketahui berperan dalam mengurangi risiko kanker.
Beberapa penelitian besar menemukan bahwa konsumsi ikan berhubungan dengan risiko lebih rendah terkena kanker usus besar.
Dengan mengonsumsi ikan berlemak dua kali seminggu, tubuh bisa mendapat asupan omega-3 yang membantu mencegah peradangan sekaligus vitamin D yang berperan melindungi sel dari pertumbuhan kanker.
8. Kunyit
Kunyit adalah rempah yang sudah lama digunakan sebagai obat tradisional. Kandungan aktifnya, yakni kurkumin, memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, sekaligus antikanker.
Penelitian pada manusia menunjukkan bahwa konsumsi kurkumin dalam dosis tertentu mampu mengurangi lesi pada usus besar yang berpotensi menjadi kanker.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kurkumin efektif dalam menghambat penyebaran sel kanker, bahkan mematikan sel kanker pada berbagai jenis, seperti kanker paru-paru, payudara, dan prostat.
Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda bisa menambahkan kunyit bubuk ke dalam masakan sehari-hari. Lebih baik lagi jika dicampur dengan lada hitam karena bisa membantu tubuh menyerap kurkumin dengan lebih baik.
9. Kayu Manis
Kayu manis adalah rempah yang banyak digunakan karena rasanya yang khas dan manfaat kesehatannya yang luas. Selain menurunkan kadar gula darah dan mengurangi peradangan, kayu manis juga diketahui memiliki sifat antikanker.
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kayu manis mampu menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker, bahkan memicu kematian sel kanker.
Oleh karena itu, menambahkan setengah hingga satu sendok teh kayu manis setiap hari dalam menu makanan atau minuman bisa memberi manfaat tambahan bagi kesehatan, termasuk dalam pencegahan kanker.
10. Kacang-kacangan (nuts)
Kacang-kacangan seperti almond, kenari, dan kacang Brazil juga sangat baik untuk kesehatan, termasuk dalam menurunkan risiko kanker.
Penelitian besar menunjukkan bahwa konsumsi kacang secara rutin berhubungan dengan risiko lebih rendah terhadap beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar, pankreas, dan endometrium.
Kacang Brazil juga terkenal tinggi selenium, yang bisa melindungi tubuh dari kanker paru-paru, terutama pada orang yang kekurangan mineral tersebut.
Dengan begitu, menambahkan segenggam kacang ke dalam pola makan harian bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
11. Minyak Zaitun
Minyak zaitun adalah komponen penting dalam pola makan Mediterania yang terkenal menyehatkan.
Banyak penelitian menyebutkan bahwa orang yang sering mengonsumsi minyak zaitun memiliki risiko lebih rendah terkena kanker, khususnya kanker payudara dan kanker pencernaan.
Bahkan, perbandingan antarnegara menunjukkan bahwa wilayah yang konsumsi minyak zaitunnya tinggi cenderung memiliki angka kanker usus besar yang lebih rendah.
Cara penggunaannya pun sederhana, misalnya sebagai dressing salad, campuran pada sayuran rebus, atau pengganti minyak goreng biasa.
12. Biji Rami
Biji rami adalah sumber serat dan lemak sehat yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus memberi perlindungan terhadap kanker.
Penelitian pada wanita dengan kanker payudara menunjukkan bahwa konsumsi biji rami bisa menurunkan penanda pertumbuhan tumor.
Penelitian lain pada pria dengan kanker prostat juga menemukan bahwa biji rami dapat membantu memperlambat perkembangan kanker.
Kandungan seratnya yang tinggi juga memberi perlindungan tambahan terhadap kanker usus besar. Anda bisa menambahkan biji rami giling ke dalam smoothie, yogurt, atau kue agar lebih mudah dikonsumsi sehari-hari.