JawaPos.com - Di dalam perut, ada banyak organ-organ penting agar tubuh kita dapat bekerja dengan baik dan tetap sehat. Maka dari itu, kita tidak dapat menganggap enteng rasa nyeri pada perut kita.
Salah satu sistem organ yang sering dikaitkan dengan perut kita adalah sistem pencernaan. Yang juga sangat penting karena berkat merekalah kita dapat mendapatkan nutrisi.
Sehingga, apabila pencernaan kita bermasalah, seluruh tubuh kita juga mengalami dampak darinya pula.
Disentri
Dilansir dari NHS, disentri adalah penyakit yang terjadi apabila infeksi pada pencernaan kita mengakibatkan diare berdarah.
Ada beberapa kasus di mana disentri dapat sembuh dengan sendirinya, namun sangat disarankan untuk menemui dan diobati oleh dokter karena dapat berakibat fatal.
Dilansir dari Cleveland Clinic, ada dua macam disentri utama yang dapat dialami:
- Amoebic dysentery (amoebiasis): disentri ini disebabkan oleh beberapa parasit seperti Entamoeba histolytica (E. histolytica), Balantidium coli (B. coli), dan strongyloidiasis.
- Bacillary dysentery: disentri macam ini disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Shigella, Salmonella, Campylobacter, dan Escherichia coli (E. coli).
Gejala-gejala
Dilansir dari Healthline, infeksi pada organ pencernaan ini dapat menyebabkan diare berdarah yang pada beberapa kasus bertahan hingga beberapa hari.
Gejala-gejala lainnya yang dapat ditemukan adalah:
- Nyeri pada perut atau kram perut
- Mual
- Demam
- Dehidrasi
Penyebab
Disentri biasanya disebabkan oleh kurangnya tingkat kebersihan pada pasien. Contohnya, kurang rajin mencuci tangan.
Infeksi ini juga dapat disebarkan melalui sentuhan pada makanan dan minuman yang memiliki bakteri atau virus penyebab disentri tersebut. Karena itu, kontak fisik dengan penderita juga dapat menyebarkan disentri pula.
Diketahui disentri juga dapat disebabkan oleh kontak dengan air yang terpolusi, seperti air sungai, danau, dan kolam yang kotor.
Bakteri Shigella dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, dan anak-anak lebih rentan terhadap bakteri tersebut. Maka dari itu, orang-orang yang paling beresiko terkena disentri selanjutnya adalah orang-orang terdekat.
Pengobatan
Dilansir dari Medical News Today, tes laboratorium diperlukan untuk mengetahui disentri macam apa yang diderita oleh pasien, atau apabila ternyata pasien menderita penyakit lainnya.
Melalui hasil tes tersebut, dokter baru dapat memberikan resep obat atau program pengobatan yang cocok untuk pasien.
Pada umumnya, orang-orang penderita diare harus minum banyak air untuk menghindari dehidrasi. Sehingga pasien-pasien opname harus tetap tersambung dengan selang infus untuk mendapatkan kembali cairan yang hilang.
Biasany, apabila pasien baru saja kembali dari luar kota hingga luar negeri, dokter akan memerintahkan untuk pasien melakukan tes sampel tinja beberapa kali. Bahkan mungkin perlu menjalankan kolonoskopi untuk memeriksa permukaan organ pencernaan.
Pencegahan
Ada beberapa cara untuk mencegah penyakit ini menyebar kepada diri kita dan orang-orang. Pada dasarnya cara termudah adalah menjaga kebersihan dengan baik.
Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum menyiapkan makanan.
Resiko terkena disentri cukup tinggi pada orang-orang yang bepergian ke negara-negara hangat dan lembab. Karena itu, sebaiknya kita:
- Hanya minum air dari kemasan.
- Memastikan kemasan atau botol masih tersegel rapat sebelum dikonsumsi.
- Menghindari es batu karena dapat dibuat dari air kotor.
- Menggosok gigi dengan air dari kemasan atau terfilter.
- Memasak makanan hingga matang benar sebelum dikonsumsi.
(*)