JawaPos.com - Kanker payudara adalah jenis kanker yang berkembang ketika sel-sel abnormal di jaringan payudara tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk tumor. Kondisi ini merupakan salah satu kanker yang paling banyak dialami oleh wanita selain kanker leher rahim. Kanker ini juga bisa dialami pria, meski jumlahnya lebih sedikit.
Kanker payudara dapat muncul di berbagai bagian payudara, seperti pada kelenjar yang memproduksi air susu (alveoli) maupun di saluran yang menyalurkannya dari kelenjar menuju puting (duktus). Selain itu, kanker juga bisa berkembang di jaringan lemak atau jaringan ikat yang terdapat di dalam payudara.
Penyebab Kanker Payudara Bisa Terjadi
Hingga kini, penyebab pasti kanker payudara pada seseorang masih belum diketahui. Meski begitu, berikut sejumlah faktor yang dapat memicu terjadinya kanker payudara seperti yang dilansir dari laman UPK Kemenkes.
- Perokok aktif maupun pasif.
- Haid pertama pada umur kurang dari usia 12 tahun.
- Tidak pernah menyusui anak.
- Melahirkan anak pertama setelah umur 35 tahun.
- Pola makan yang buruk.
- Riwayat penyakit kanker pada anggota keluarga.
Gejala Awal Kanker Payudara
Pada tahap awal, gejala kanker payudara seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Biasanya, tanda-tanda baru terasa jelas ketika kanker sudah berkembang ke stadium lanjut. Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada dengan memperhatikan setiap perubahan pada payudara dan segera melakukan pemeriksaan medis.
Dikutip dari Halodoc, gejala kanker payudara sebenarnya memiliki beberapa ciri yang khas. Berikut beberapa gejala yang bisa diperhatikan secara langsung.
1. Adanya Benjolan pada Bagian Payudara
Benjolan bisa terdapat di area payudara atau di sekitar ketiak, hal ini disebabkan jaringan kelenjar getah bening terbentang dari payudara hingga ke bagian bawah lengan, Jaringan inilah yang berpotensi menjadi penyebar dari sel kanker, termasuk gejala awalnya yaitu benjolan.
Benjolan akibat kanker payudara umumnya tidak terlihat dari luar, tetapi dapat dirasakan saat disentuh. Ciri-cirinya antara lain memiliki permukaan yang tidak rata dengan tekstur cenderung lunak tapi agak keras. Benjolan biasanya menempel erat pada jaringan payudara sehingga sulit digerakkan, umumnya hanya berjumlah satu dan tidak menimbulkan rasa sakit ketika ditekan.
2. Salah Satu Ukuran Payudara Lebih Besar
Ukuran payudara kiri dan kanan pada wanita memang wajar bila tidak sepenuhnya sama. Namun, perbedaan ukuran yang terlalu mencolok dapat mengindikasikan adanya pertumbuhan benjolan akibat kanker.
Jika ukuran payudara tampak tidak normal, kondisi ini perlu diwaspadai sebagai salah satu tanda kanker payudara. Selain itu, payudara yang ukurannya lebih besar biasanya terlihat mengendur, yang juga bisa disebabkan oleh adanya perkembangan benjolan.
3. Penebalan pada Tekstur Kulit Payudara
Sel kanker dapat menyerang kulit payudara yang sehat sehingga menimbulkan peradangan dan perubahan pada kulit. Sayangnya, tanda-tanda ini sering terlihat mirip dengan kondisi kulit biasa atau infeksi ringan.
Beberapa perubahan yang perlu diwaspadai antara lain terjadinya penebalan kulit di sekitar payudara, permukaan kulit yang tampak berlesung atau menyerupai kulit jeruk, serta rasa gatal pada area kulit payudara yang mengalami perubahan tekstur.
4. Bentuk Puting Tampak Tenggelam
Sel kanker juga bisa menyerang jaringan di bawah puting. Kondisi ini dapat membuat puting yang biasanya menonjol keluar menjadi tertarik ke dalam atau tampak mengendur. Perubahan semacam ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda adanya masalah pada payudara.
5. Puting Mengeluarkan Cairan Kemerahan
Gejala kanker ini juga dapat menimbulkan keluarnya cairan berwarna coklat kemerahan dari puting, yang biasanya diawali dengan luka mirip eksim pada puting yang tak kunjung sembuh.
Meskipun beberapa gejala di atas tidak selalu berarti kanker payudara, tetap penting untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala.
Cara Mendeteksi Dini Kanker Payudara Menggunakan Metode SADARI
Terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah untuk mendeteksi kehadiran kanker payudara. Rangkaian cara ini bernama SADARI yang merupakan singkatan dari Periksa Payudara Sendiri.
Berikut beberapa langkah SADARI yang disarankan oleh Yayasan Kanker Indonesia untuk dilakukan 7-10 setelah fase menstruasi.
1. Cobalah berdiri tegak dan perhatikan dengan saksama apakah terdapat perubahan pada bentuk maupun tekstur kulit payudara, adanya pembengkakan, atau perubahan pada puting.
2. Angkat kedua tangan ke atas, lalu tekuk siku dan letakkan di belakang kepala. Gerakkan siku ke arah depan untuk mengamati kondisi payudara, kemudian dorong siku ke belakang untuk memperhatikan bentuk serta ukuran payudara.
3. Letakkan kedua tangan di pinggang, condongkan bahu ke depan hingga payudara menggantung, kemudian arahkan siku ke depan sambil mengencangkan otot dada.
4. Angkat lengan kiri ke atas lalu tekuk hingga tangan menyentuh bagian atas punggung. Gunakan ujung jari tangan kanan untuk meraba dan menekan payudara kiri hingga ke area ketiak. Periksa dengan gerakan atas-bawah, memutar, serta lurus dari tepi payudara menuju puting dan sebaliknya. Lakukan langkah serupa pada payudara kanan.
5. Tekan kedua puting dan perhatikan apakah muncul cairan. Jika terdapat cairan yang keluar, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
6. Saat berbaring, letakkan bantal di bawah bahu kanan dan angkat lengan ke atas. Periksa payudara kanan dengan melakukan tiga pola gerakan yang sama seperti sebelumnya. Gunakan ujung jari untuk menekan dan meraba seluruh area payudara hingga ke bagian sekitar ketiak.