JawaPos.com - Daging kambing dikenal sebagai salah satu sumber protein hewani yang lezat serta memiliki kandungan gizi tinggi.
Tak heran jika menu berbahan dasar daging ini kerap dijadikan menu favorit di berbagai momen mulai dari hari raya hingga acara keluarga.
Namun di balik cita rasanya yang menggugah selera, makanan atau olehan daging kambing bisa meningkatkan risiko kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan.
Disadur dari ciputrahospital.com beberapa penyakit yang dipicu dari makanan ini diantaranya yaitu meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes, hingga hipertensi.
Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi berbagai macam makanan olahan daging kambing, alangkah lebih baik untuk cermat dalam mengolah makanan tersebut agar tetap aman dan menyehatkan saat disantap.
Seperti apa saja cara yang tepat dan tetap aman saat konsumsi daging kambing? simak penjelasannya berikut ini:
Mengolah Daging dengan Tepat
Salah satu tips agar tetap aman saat mengonsumsi daging kambing yaitu dengan mengetahui cara mengolah dan memasak daging dengan benar.
Hindari mengolah daging dengan metode menggoreng, karena dengan metode ini dapat memicu meningkatknya kandungan lemak pada daging.
Sebagai alternatif yang lebih sehat, anda bisa mencoba untuk memasak dengan cara dbakar, dipanggang, disate atau dijadikan sup. Pastikan lemak pada daging sudah dibuang terlebih dahulu sebelum mulai mengolahnya.
Bijak dalam Mengonsumsi Daging
Terlalu sering mengonsumsi makanan ini dapat memicu risiko peningkatan kadar kolestrol dalam darah. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jumlah asupannya.
Dilansir dari halodoc.com, sebaiknya konsumsi daging merah dibatasi sekitar 1-2 porsi per minggu untuk mengurangi berbagai risiko penyakit. Selain menjaga asupan daging merah, pastikan juga untuk selektif dalam memilih daging, pilihlah daging yang masih segar dan terjaga kebersihannya.
Tambahkan Sayuran dalam Menu Makanan
Salah satu cara agar olahan daging kambing tetap rendah kolesterol adalah dengan menambahkan sayuran ke dalam menu. Selain itu, sebaiknya daging diolah dengan metode rebus atau mengukus.
Jika anda ingin menikmati daging kambing panggang, pastikan untuk tidak memanggangnya hingga gosong. Sebelum dikonsumsi, buang terlebih dahulu bagian daging yang terbakar.
Membatasi Bumbu Pada Makanan
Daging kambing kerap diolah menjadi berbagai hidangan seperti nasi goreng, gulai, atau sate. Namun, cara pengolahan seperti itu sebenarnya kurang disarankan.
Dikutip dari klikdokter.com, sebaiknya, daging kambing tidak langsung bercampur pada penyedap rasa, minyak, maupun mentega. Dengan menggunakan kandungan tersebut daging kambing dapat mengandung zat yang dapat memicu klesterol tinggi dan hipertensi.
Selain itu, menambahkan gula dan kecap manis dalam takaran yang tinggi juga dapat meningkatkan jumlah kalori. Hal ini dapat memicu risiko obesitas dan menyebabkan masalah kesehatan lainnya yang cukup serius.
Menggunakan Minyak Sehat
Jika merasa bosan dengan metode merebus, Anda tetap boleh mengolah daging kambing dengan cara digoreng sesekali. Disarankan untuk menghindari teknik deep frying atau menggoreng dengan minyak dalam jumlah takaran yang banyak.
Pilihlah jenis minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun atau kanola. Selain bebas kolesterol, minyak tersebut juga memiliki sejumlah manfaat seperti berbagai vitamin dan mineral yang berguna bagi kesehatan tubuh.