← Beranda
8 Manfaat Terapi Akupuntur untuk Kesehatan, Salah Satunya Bisa Kontrol Tekanan Darah
Betty Khasandra Pujayanti• Kamis, 25 September 2025 | 20.23 WIB
Terapi akupuntur (Canva)

JawaPos.com - Terapi akupuntur merupakan salah satu metode pengobatan tradisional Tiongkok yang masih banyak digunakan hingga saat ini. Teknik ini dilakukan dengan menusukkan jarum tipis pada titik tertentu di tubuh.

Selain dipercaya memperbaiki aliran energi atau Qi dalam tubuh, akupuntur juga terbukti memberi manfaat kesehatan nyata. Banyak penelitian medis mendukung khasiat terapi akupuntur dalam mengatasi berbagai keluhan.

Metode pengobatan akupuntur sering dipilih karena bersifat alami tanpa obat kimia. Pasien bisa mendapatkan manfaat, mulai dari perbaikan tidur, pengurangan nyeri, hingga peningkatan kualitas hidup.

Dilansir dari laman Alodokter dan Siloam Hospitals, berikut ini sejumlah manfaat akupuntur untuk kesehatan yang dapat menjadi pertimbangan bagi Anda sebelum mencoba terapi tradisional tersebut.

1. Mengatasi Nyeri Kepala

Akupuntur terbukti efektif membantu meredakan sakit kepala, termasuk migrain dan sakit kepala tegang. Dengan menusukkan jarum tipis, hormon endorfin dilepaskan sehingga mampu mengurangi rasa nyeri yang muncul.

Terapi ini juga dapat menurunkan frekuensi kambuh migrain. Pasien yang rutin menjalani akupuntur umumnya merasakan penurunan intensitas rasa sakit sehingga aktivitas harian tetap dapat dijalankan dengan nyaman.

Selain untuk migrain, akupuntur juga membantu mengatasi sakit kepala akibat stres atau kurang tidur. Dengan perangsangan titik tertentu, tubuh terasa lebih rileks, sehingga nyeri perlahan berkurang.

Kombinasi akupuntur dan gaya hidup sehat bisa memberi hasil lebih baik. Pasien disarankan menjaga pola tidur, mengelola stres, dan tetap aktif bergerak untuk mencegah kambuhnya nyeri kepala.

2. Mengontrol Tekanan Darah

Bagi penderita hipertensi, terapi akupuntur dapat menjadi pilihan pendamping pengobatan medis. Jarum akupuntur bekerja dengan menstimulasi saraf sehingga membantu menjaga kestabilan tekanan darah lebih optimal.

Tekanan darah yang terkontrol menurunkan risiko penyakit kronis berbahaya, seperti stroke dan serangan jantung. Oleh karena itu, akupuntur bisa menjadi langkah preventif sekaligus perawatan jangka panjang.

Selain menurunkan tekanan darah, terapi ini juga meningkatkan sirkulasi darah secara keseluruhan. Dengan begitu, tubuh akan terasa lebih segar, bugar, dan peredaran darah pun semakin lancar.

Meski bermanfaat, pasien hipertensi tetap dianjurkan memantau tekanan darah secara rutin. Akupuntur sebaiknya dikombinasikan dengan diet sehat rendah garam serta olahraga teratur.

3. Memperlambat Penuaan Kulit

Akupuntur juga dikenal dalam dunia kecantikan dengan sebutan akupuntur kosmetik. Teknik ini dipercaya meningkatkan elastisitas kulit sehingga mampu memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan.

Dengan menusukkan jarum di titik wajah, leher, dan kepala, akupuntur merangsang produksi kolagen alami. Kolagen inilah yang berperan menjaga kekenyalan serta kelembapan kulit.

Hasil terapi biasanya terlihat secara bertahap. Kulit menjadi lebih cerah, kencang, dan garis-garis halus berkurang. Perawatan ini populer di kalangan masyarakat modern sebagai alternatif perawatan kecantikan alami.

4. Meredakan Nyeri Otot

Rasa nyeri otot bisa disebabkan cedera olahraga, infeksi, atau aktivitas berlebihan. Akupuntur membantu meringankan nyeri tersebut dengan merangsang pelepasan hormon endorfin yang berfungsi sebagai pereda alami.

Dengan titik jarum tertentu, aliran darah di area otot yang tegang menjadi lebih lancar. Hasilnya, peradangan berkurang dan proses pemulihan jaringan berlangsung lebih cepat.

Terapi ini cocok bagi mereka yang sering mengalami pegal akibat pekerjaan fisik berat atau duduk terlalu lama. Otot akan terasa lebih rileks dan tubuh kembali bertenaga.

Untuk hasil maksimal, sebaiknya akupuntur dipadukan dengan peregangan, pijat ringan, atau olahraga rutin. Cara ini dapat mencegah nyeri otot kambuh di kemudian hari.

5. Meringankan Nyeri dan Kaku Leher

Kebiasaan menatap layar komputer terlalu lama sering memicu kaku leher. Akupuntur bisa menjadi solusi alami yang membantu mengurangi nyeri sekaligus mengembalikan kelenturan leher.

Dengan menusukkan jarum di titik saraf leher, akupuntur memperbaiki sirkulasi darah dan meredakan ketegangan otot. Pasien biasanya merasakan perbaikan mobilitas setelah beberapa kali sesi terapi.

Namun, manfaatnya biasanya bersifat sementara. Nyeri leher bisa kembali muncul jika penyebab utamanya, seperti postur tubuh buruk atau kebiasaan kerja, tidak diperbaiki.

Oleh karena itu, akupuntur sebaiknya dilengkapi dengan gaya hidup sehat. Perbaikan postur, istirahat cukup, serta olahraga ringan sangat penting untuk menjaga kesehatan leher.

6. Meningkatkan Kualitas Tidur

Sulit tidur atau insomnia dapat diatasi dengan akupuntur. Terapi ini bekerja menenangkan sistem saraf sehingga tubuh merasa lebih rileks dan mudah terlelap di malam hari.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menjalani akupuntur mengalami perbaikan pola tidur signifikan. Durasi tidur menjadi lebih panjang, kualitas tidur pun meningkat.

Tidur yang berkualitas sangat penting untuk memperbaiki fungsi organ tubuh. Dengan istirahat cukup, imunitas meningkat, energi pulih, dan konsentrasi bekerja juga menjadi lebih optimal.

Jika dikombinasikan dengan kebiasaan sehat seperti mengurangi kafein malam hari, akupuntur bisa menjadi solusi alami mengatasi gangguan tidur tanpa ketergantungan obat.

7. Membantu Pemulihan Nyeri Menstruasi

Banyak perempuan mengalami nyeri hebat saat menstruasi. Akupuntur dapat membantu mengurangi rasa sakit tersebut sekaligus meredakan gejala lain seperti kram atau ketidaknyamanan perut.

Jarum akupuntur bekerja dengan menyeimbangkan aliran energi tubuh serta melepaskan endorfin. Hormon ini berfungsi meredakan nyeri alami sehingga siklus menstruasi terasa lebih ringan.

Selain meredakan nyeri, akupuntur juga meningkatkan mood dan mengurangi rasa lelah saat haid. Dengan begitu, aktivitas harian tetap bisa dilakukan tanpa hambatan berarti.

Meski efektif, pasien disarankan tetap menjaga pola hidup sehat. Mengonsumsi makanan bergizi, olahraga ringan, serta istirahat cukup akan mendukung manfaat terapi akupuntur.

8. Meredakan Radang Sendi

Akupuntur telah digunakan untuk membantu penderita radang sendi atau arthritis. Dengan menusukkan jarum di titik tertentu, rasa nyeri dan kaku sendi bisa berkurang secara bertahap.

Terapi ini terbukti bermanfaat terutama pada radang sendi lutut tingkat ringan hingga sedang. Pasien merasa lebih leluasa bergerak setelah menjalani beberapa kali terapi akupuntur.

Namun, pada kondisi arthritis berat, akupuntur biasanya dipadukan dengan obat anti nyeri atau fisioterapi. Kombinasi ini membantu mempercepat pemulihan fungsi sendi secara keseluruhan.

Dengan pengobatan yang tepat, penderita arthritis dapat meningkatkan kualitas hidup, mengurangi rasa sakit, dan mempertahankan mobilitas tubuh dalam jangka panjang.

Manfaat akupuntur tidak hanya terbatas pada pereda nyeri, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh. Banyak orang merasakan perubahan positif setelah menjalani terapi ini.

Dengan cara alami, akupuntur mampu menyeimbangkan energi tubuh, meningkatkan kesehatan fisik, sekaligus memberikan efek menenangkan pada pikiran. Hal ini menjadikannya terapi holistik populer.

Meski demikian, akupuntur bukan pengganti pengobatan medis utama. Konsultasi dengan dokter tetap diperlukan, terutama bagi penderita penyakit kronis atau kondisi kesehatan serius.

Terapi ini sebaiknya dilakukan oleh praktisi berlisensi dengan jarum steril untuk meminimalisir risiko infeksi. Dengan begitu, manfaat akupuntur dapat dirasakan secara maksimal.

Akupuntur kini semakin diakui dalam dunia medis modern. Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, terapi ini bisa menjadi pilihan tepat untuk menjaga kesehatan tubuh.

EDITOR: Hanny Suwindari