← Beranda
Anak Demam, Lebih Baik Kompres Hangat atau Dingin? Ini Penjelasan Dokter
Nur Islami Rizki SyukrillahSelasa, 23 September 2025 | 21.55 WIB
Ilustrasi anak demam (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Ketika anak demam, wajar jika para orang tua khawatir. Namun, masih banyak yang keliru dalam penanganannya, misal dengan memberikan kompres air dingin.

Padahal hal itu bisa memperburuk kondisi. Lalu, seperti apa cara tepat menangani demam pada anak?

Kompres Hangat Lebih Tepat dari Dingin

Tahukah kamu, penanganan demam sebaiknya menggunakan kompres air hangat?

Melansir penjelasan dr. Farhan di Instagram @farhanfirms, masih banyak orang tua yang salah kaprah saat anak demam dengan memberikan kompres es.

"Kompres sebaiknya menggunakan air hangat. Suhu hangat akan memicu pembuluh darah melebar, sehingga panas dapat keluar dengan mudah dari tubuh," jelasnya.

Sebaliknya, kompres air dingin justru membuat pembuluh darah menyempit dan panas lebih sulit keluar.

Selain itu, respon tubuh saat kedinginan adalah menggigil. Gerakan tersebut menyebabkan produksi panas tambahan, sehingga demam bisa semakin tinggi.

"Pada anak-anak, hal ini cukup berbahaya. Oleh karena itu, disarankan menggunakan kompres air hangat di ketiak dan selangkangan, karena di area tersebut terdapat pembuluh darah besar," terangnya.

Demam Adalah Mekanisme Pertahanan Tubuh

Menurut penjelasan dokter spesialis anak, dr. Apin, lewat tayangan Youtube Raditya Dika, demam merupakan mekanisme tubuh untuk melawan virus atau bakteri.

Banyak orang tua yang panik dan memberi obat penurun panas terus-menerus. Hal ini justru bisa memperlama durasi sakit, karena tubuh kehilangan kesempatan untuk melawan virus.

Dr. Apin menjelaskan, dari 100 anak yang demam, hanya empat sampai tujuh anak yang mengalami kejang demam.

Jadi, yang perlu diperhatikan bukan angka demamnya, melainkan gejala yang menyertai seperti sesak napas, kejang, atau perubahan perilaku pada anak.

Kapan Obat Penurun Panas Diperlukan?

Menurut dokter yang aktif membagikan konten edukasi di Instagram @dokterapin, jangan buru-buru panik saat anak demam.

"Di rumah, kalau anak demam sampai 39 derajat tapi anaknya masih bisa diajak ngobrol, masih mau makan, dan tidak sesak napas, sebetulnya tidak perlu diberi obat penurun panas," ujarnya.

Pemberian obat lebih ditujukan untuk membuat anak nyaman. Misalnya anak rewel, kelihatan kesakitan, atau mengeluh sakit kepala atau perut, silakan diberi obat.

Tapi jika anaknya tetap aktif meski suhunya tinggi, obat tidak perlu diberikan.

Orang Tua Sebaiknya Tetap Tenang

Tantangan terbesar bagi orang tua adalah mengendalikan emosi dan memahami bahwa menurunkan panas bukan berarti anak langsung sembuh. Ingat, tubuh anak sedang bekerja melawan virus.

Memberikan obat penurun panas setiap 4-6 jam justru bisa membingungkan. Kita jadi tidak tahu apakah demam turun karena obat atau proses alami dari tubuh anak.

Jadi, kuncinya adalah memahami mekanisme demam, menenangkan diri sendiri sebagai orang tua, dan memberi obat hanya ketika anak benar-benar tidak nyaman.

EDITOR: Candra Mega Sari