← Beranda
3 Bahaya Makan Pedas Menurut Ahli, Bisa Picu GERD dan Gangguan Pencernaan
Nur Islami Rizki SyukrillahMinggu, 21 September 2025 | 14.16 WIB
Hati-hati, terlalu sering makan pedas bisa picu GERD dan gangguan penceraan

JawaPos.com - Tidak bisa dipungkiri, banyak orang Indonesia yang suka makanan pedas.

Bukan tanpa alasan, makanan pedas dianggap lebih menggugah selera makan dan merupakan budaya kuliter turun-temurun.

Namun, tahukah kamu? Menurut ahli, terlalu sering makan makanan pedas justru bisa berdampak pada kesehatan hingga memicu penyakit tertentu. Yuk simak penjelasan berikut.

Baca Juga: 4 Manfaat Tak Terduga dari Makanan Pedas untuk Kesehatan, Salah Satunya Mengurangi Peradangan

Kenapa Makanan Pedas Bikin Ketagihan?

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya, Ira Purnamasari menjelaskan bahwa rasa pedas dari cabai yang menyebabkan sensasi panas dan terbakar pada lidah berasal dari zat capsaicin.

Zat ini merangsang otak untuk mengeluarkan hormon endorfin yaitu hormon untuk meredakan rasa panas dan terbakar, serta dopamin yaitu hormon pemicu rasa bahagia.

Inilah alasan mengapa makan pedas terasa nikmat dan nagih, walaupun lidah terasa panas dan terbakar.

"Zat capsaicin memang memiliki manfaat sebagai antikoagulan yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung, hipertensi, dan stroke. Tetapi, konsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan gangguan kesehatan," ujarnya.

Baca Juga: Selain Makanan Pedas, Ini 4 Makanan Pemicu Radang Usus Buntu yang Sering Kita Abaikan

Bahaya Terlalu Sering Makan Pedas

Berikut tiga gangguan kesehatan yang bisa muncul jika terlalu sering makan makanan pedas:

1. Gastritis (Maag)

Makanan pedas bisa memicu naiknya asam lambung secara cepat. Jika terus dibiarkan, dinding lambung bisa mengalami iritasi hingga menimbulkan peradangan pada lapisan lambung (gastritis). Kondisi ini bisa berkembang lebih berbahaya menjadi GERD.

2. Diare

Terlalu sering makan makanan pedas juga menyebabkan usus merespon berlebihan dengan mempercepat gerakan peristaltik. Produksi air meningkat akibat respon iritasi tersebut, sehingga menyebabkan seseorang bisa diare setelah mengonsumsi makanan pedas.

3. Insomnia

Mengonsumsi makanan pedas pada malam hari bisa menyebabkan perut kembung, rasa begah, mulas, hingga melilit. Akibatnya tidur jadi tidak nyaman dan menyebabkan gangguan tidur atau insomnia.

Tips Aman Makan Pedas

Dikutip dari RSU Astrini, kalau kamu ingin tetap menikmati makanan pedas, berikut beberapa cara yang bisa membantu mengurangi risikonya:

• Jangan makan pedas saat perut kosong, zat capsaicin bisa langsung mengenai dinding lambung sehingga menyebabkan iritasi.

• Batasi porsi dan tingkat kepedasan.

• Hindari makan pedas menjelang tidur malam.

• Minum susu atau yoghurt untuk meredakan panas di dalam mulut.

• Makan makanan berkarbohidrat, agar sensasi panas dan iritasi berkurang.

• Hindari air dingin, lebih baik minum air hangat atau susu.

• Konsultasi ke dokter jika muncul nyeri perut setelah makan pedas.

Makanan pedas memang menggugah selera, tapi jika dikonsumsi berlebihan bisa berujung masalah serius. Jadi, makan makanan pedas secukupnya saja agar tubuh tetap sehat dan pencernaan aman.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho