JawaPos.com - Setiap perempuan pasti pernah mengalami keputihan dalam hidupnya dan hal ini merupakan kondisi yang sangat wajar terjadi. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina sebagai bagian dari proses alami tubuh perempuan untuk menjaga kesehatan organ reproduksi.
Meskipun keputihan adalah hal yang normal, masih banyak perempuan yang merasa khawatir dan bingung untuk membedakan mana keputihan normal dan mana yang perlu diwaspadai.
Mengenali Keputihan Normal
Keputihan yang normal memiliki karakteristik yang dapat dikenali dengan mudah oleh setiap perempuan. Berdasarkan informasi dari Verywell Health, cairan keputihan diproduksi secara terus-menerus dengan jumlah yang bervariasi tergantung pada siklus menstruasi.
Keputihan yang normal biasanya berwarna bening atau sedikit kekuningan dengan tekstur yang menyerupai susu. Cairan ini tidak memiliki bau yang menyengat atau tidak sedap, sehingga perempuan tidak akan merasa terganggu dengan kehadirannya.
Selain itu, tekstur keputihan yang normal juga dapat berubah-ubah sepanjang bulan, terutama saat masa ovulasi. Pada masa ini, cairan akan menjadi lebih kental dan lengket seperti putih telur mentah. Perubahan ini merupakan respons alami tubuh terhadap fluktuasi hormon yang terjadi dalam siklus menstruasi.
Keputihan yang normal juga berperan penting dalam menjaga pH vagina agar tetap sedikit asam, sehingga dapat menurunkan risiko infeksi dan menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam vagina.
Mengenali Keputihan Abnormal
Berbeda dengan keputihan normal, keputihan abnormal biasanya menunjukkan adanya perubahan yang tidak biasa dan dapat menjadi tanda infeksi atau kondisi medis lainnya.
Gejala keputihan abnormal yang perlu diwaspadai adalah volume cairan yang sangat banyak dari biasanya, terjadinya perubahan warna menjadi kuning terang atau hijau yang mencolok, dan teksturnya menjadi sangat kental, menggumpal seperti keju cottage, atau sebaliknya menjadi sangat encer. Keputihan abnormal juga biasanya memiliki bau yang tidak sedap, amis, atau menyengat.
Selain perubahan pada karakteristiknya, keputihan abnormal sering kali disertai dengan gejala lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala ini meliputi rasa gatal yang intens pada vagina, nyeri panggul yang tidak biasa, sensasi terbakar saat buang air kecil, dan pendarahan di luar jadwal menstruasi. Beberapa perempuan juga mungkin mengalami munculnya luka atau lepuhan di sekitar area genital yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan.
Penyebab Keputihan Abnormal
Keputihan abnormal ini sebenarnya dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis yang memerlukan penanganan yang tepat. Dilansir dari Clinic Mayo, ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab utama keputihan abnormal:
1. Infeksi Jamur
Infeksi jamur vagina terjadi ketika jamur candida berkembang biak secara tidak terkendali di dalam vagina, sehingga mengganggu keseimbangan mikroorganisme normal. Kondisi ini menghasilkan keputihan yang sangat khas, yaitu berwarna putih dan bertekstur kental menyerupai keju cottage. Vagina juga akan terasa bengkak, gatal yang mengganggu, dan hubungan seksual menjadi menyakitkan. Namun, infeksi jamur ini dapat diobati dengan obat antijamur yang tersedia dalam bentuk krim, tablet vaginal, maupun obat oral.
2. Trikomoniasis
Trikomoniasis merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit dan ditularkan melalui hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi. Infeksi ini menyebabkan keputihan berwarna hijau, kuning, atau abu-abu dengan tekstur berbusa atau berbuih yang tidak normal. Bau yang dihasilkan juga biasanya sangat menyengat dan sering kali disertai dengan rasa gatal dan iritasi. Kondisi ini dapat disembuhkan dengan pengobatan antibiotik yang diberikan oleh dokter.
3. Vaginosis Bakterial
Vaginosis bakterial terjadi ketika keseimbangan bakteri di dalam vagina terganggu, di mana bakteri berbahaya berkembang lebih banyak dibandingkan bakteri baik. Walaupun biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, ada faktor lain seperti douching atau perubahan hormonal. Keputihan yang dihasilkan akibat kondisi ini yaitu berwarna putih atau abu-abu dengan bau amis dan busuk yang sering membuat penderitanya merasa tidak percaya diri.
4. Gonore dan Klamidia
Gonore dan klamidia merupakan dua jenis infeksi menular seksual yang sangat umum dan dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Kedua infeksi ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga banyak penderita tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi. Ketika gejala sudah mulai muncul, keputihan biasanya akan berwarna keruh, kekuningan, atau hijau. Kondisi ini perlu ditangani secepat mungkin, karena jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi dapat menyebar ke organ reproduksi lainnya dan menyebabkan penyakit radang panggul, bahkan dapat mengancam kesuburan.
Pemahaman mengenai keputihan normal dan abnormal merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan reproduksi perempuan. Sebagai perempuan, kita perlu tahu bahwa keputihan yang normal adalah bagian alami dari sistem pertahanan tubuh yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun, di sisi lain, kita juga harus paham karakteristik keputihan abnormal agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Maka, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami perubahan yang mencurigakan pada keputihan, karena deteksi dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari.