← Beranda
Sering Mengalami Kesemutan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya Sesuai Kondisi
Zalfa Hanifatul WafaJumat, 12 September 2025 | 01.31 WIB
Ilustrasi seseorang yang mengalami kesemutan (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Kesemutan merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami oleh hampir setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sensasi tidak nyaman ini bisa muncul tiba-tiba di berbagai bagian tubuh seperti tangan, kaki, atau bahkan wajah. Meskipun umumnya dianggap hal yang wajar dan tidak berbahaya, kesemutan justru bisa menjadi sinyal dari tubuh tentang adanya masalah kesehatan tertentu.

Kesemutan adalah kondisi di mana bagian tubuh tertentu mengalami sensasi aneh seperti geli, baal, atau seperti ditusuk-tusuk jarum halus. Kondisi ini terjadi ketika saraf mengalami gangguan dalam mengirim sinyal ke otak, yang biasanya disebabkan oleh tekanan, gangguan aliran darah, atau kerusakan pada sistem saraf itu sendiri. Berbeda dengan kram yang menimbulkan rasa nyeri dan kontraksi otot tidak terkendali, kesemutan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya memberikan sensasi tidak nyaman.

Walaupun kesemutan umumnya bersifat sementara, ada pula yang berkepanjangan. Kondisi ini tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Seperti yang dijelaskan oleh Alodokter, ada beberapa penyebab terjadinya kesemutan.

Kesemutan Sementara

Kesemutan yang bersifat sementara biasanya terjadi karena adanya tekanan di bagian tubuh tertentu yang membuat aliran darah ke saraf menjadi terhambat. Hal ini bisa terjadi karena kebiasaan atau kondisi tertentu, seperti:

  • Duduk bersila dalam jangka waktu terlalu lama.
  • Menggunakan sepatu yang terlalu kecil sehingga menekan saraf jari kaki.
  • Tidur dengan posisi menindih lengan.
  • Frostbite (radang dingin).
  • Cedera atau sakit saraf.

Kesemutan Berkepanjangan

Adapun kesemutan berkepanjangan memiliki karakteristik berbeda dan bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan lain. Kondisi ini memerlukan perhatian medis lebih lanjut karena dapat mengindikasi adanya gangguan pada sistem saraf atau penyakit sistemik lainnya. Beberapa gangguan kesehatan yang mungkin menjadi pemicu kesemutan berkepanjangan meliputi:

  • Diabetes
  • Gagal ginjal
  • Stroke
  • Carpal Tunnel Syndrome
  • Neuropati
  • Tumor otak
  • Multiple Sclerosis

Kesemutan yang bersifat ringan dan sementara dapat diatasi dengan cara-cara sederhana tanpa memerlukan obat-obatan khusus. Biasanya kesemutan ini akan hilang ketika kita menggerak-gerakkan bagian tubuh yang mengalaminya. Kita juga dapat mengubah posisi tubuh agar bagian tubuh yang kesemutan mendapatkan aliran darah kembali, sehingga tekanan pada bagian tubuh tersebut menghilang bersamaan dengan sensasi baal dari kesemutan.

Namun, jika penyebab kesemutan tergolong serius, terutama yang terjadi di seluruh tubuh, maka penanganannya akan memerlukan bantuan tenaga medis. Hello Sehat memberikan penjelasan mengenai cara mengatasi kesemutan yang disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu. Kondisi ini tidak bisa diatasi hanya dengan mengubah posisi atau menggerakkan bagian tubuh yang kesemutan. Cara penanganannya akan berbeda tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Penanganan Berdasarkan Penyebab

1. Carpal Tunnel Syndrome

Kesemutan di bagian tangan akibat carpal tunnel syndrome memerlukan pengobatan yang komprehensif untuk mengurangi tekanan pada saraf median. Dokter biasanya akan merekomendasikan pasien untuk beristirahat dari aktivitas yang dapat memperburuk kondisi, terutama gerakan repetitif pada pergelangan tangan. Selain itu, pasien dapat mengonsumsi obat-obatan seperti anti-inflamasi untuk mengurangi peradangan dan diuretik untuk mengurangi retensi cairan.

2. Neuropati Perifer dan Multiple Sclerosis

Kondisi ini memerlukan pengobatan dengan obat-obatan khusus yang dapat mengendalikan gejala neurologis. Obat seperti pregabalin dan gabapentin adalah obat yang paling sering diresepkan untuk mengatasi nyeri neuropatik dan sensasi kesemutan abnormal. Obat-obatan ini akan bekerja untuk menstabilkan aktivitas listrik saraf yang tidak normal dan mengurangi transmisi sinyal nyeri ke otak.

3. Defisiensi Nutrisi

Kesemutan yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi, terutama vitamin B kompleks, memerlukan suplementasi yang tepat dan teratur. Dokter mungkin akan menganjurkan untuk mengonsumsi vitamin B1, B6, atau B12, yang disesuaikan dengan jenis defisiensi yang dialami. Selain suplementasi, seseorang dengan kondisi ini disarankan untuk mengubah pola makan dengan meningkatkan konsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan mineral penting untuk kesehatan saraf.

4. Tumor atau Masalah Tulang Belakang

Jika kesemutan disebabkan oleh tumor atau masalah struktural di tulang belakang, maka penanganan yang dianjurkan adalah menjalani tindakan operasi atau pembedahan. Tindakan ini bertujuan untuk menghilangkan massa tumor atau memperbaiki struktur tulang belakang yang menekan saraf atau sumsum tulang belakang. Setelah operasi, pasien biasanya akan menjalani proses rehabilitasi intensif untuk memulihkan fungsi saraf dan kekuatan otot secara bertahap.

Walaupun kesemutan terbilang umum dirasakan oleh setiap orang, jika kamu mengalaminya dengan jangka berkepanjangan dan disertai gejala-gejala neurologis lainnya, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke tenaga medis. Jangan lagi anggap sepele kesemutan, karena bisa saja hal itu merupakan sinyal dari tubuhmu. Konsultasi dengan tenaga medis dapat menjadi langkah terbaik untuk mendapat pertolongan sesegera mungkin dan menghindari komplikasi yang lebih serius di kemudian hari.

EDITOR: Candra Mega Sari