JawaPos.com - Ngopi sering dianggap sebagai salah satu aktivitas yang mampu meningkatkan produktivitas.
Kandungan kafein pada kopi bekerja untuk membangkitkan sistem saraf pusat sehingga membuat tubuh lebih terjaga dan bersemangat.
Banyak orang percaya bahwa hari tidak bisa dimulai tanpa secangkir kopi. Sehingga ngopi pun menjadi rutinitas pagi banyak orang.
Kebiasaan minum kopi juga sering dijumpai pada usia remaja hingga orang dewasa. Remaja biasanya minum kopi agar tetap fokus saat mengerjakan tugas saat begadang, sedangkan orang dewasa mengandalkannya untuk menambah energi saat bekerja.
Baca Juga: Lipsus Otomotif: Pasar Mobil Listrik Bekas Belum Terbentuk, Banyak Pedagang Masih Enggan Jualan
Namun, perlu diingat konsumsi kafein yang berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan. Terutama bagi penderita maag, gerd, masalah jantung, atau bagi mereka yang sensitif terhadap kafein (intoleransi).
Jika tidak memahami kondisi tubuh dengan baik, mengkonsumsi kopi justru bisa memicu gangguan kesehatan yang akhirnya malah menurunkan produktivitas.
Untuk itu, mengurangi konsumsi kafein secara bertahap menjadi langkah penting untuk keluar dari ketergantungan.
Merangkum informasi dari lama www.bcalife.co.id dan rmik.poltekkestasikmalaya.ac.
Baca Juga: 7 Zodiak Besok Rezekinya Melambung Tinggi, Menembus Cakrawala Kehidupan
-
Pikirkan kondisi tubuh sebelum minum kopi
Jika anda menderita darah tinggi atau gangguan jantung, sebaiknya batasi konsumsi kopi, dan konsultasikan dulu dengan dokter saat ingin mengkonsumsi kopi.
Apabila setelah mengkonsumsi kopi anda merasa cemas, tubuh tremor, atau tekanan darah naik, itu bisa menjadi tanda tubuh anda intoleran terhadap kafein. Ingat uga, kafein bisa memicu asam lambung naik, apalagi ketika diminum saat perut kosong.
Penting diwaspadai bagi penderita maag atau gerd. Tubuh yang sensitif, menandakan sudah saatnya anda mengurangi porsi kopi.
-
Ubah mindset soal minum kopi
Seringkali yang tertanam di pikiran banyak orang “tidak bisa memulai hari tanpa minum kopi”.
Cobalah mengganti pola pikir tersebut dengan menyadari bahwa ketergantungan kafein justru bisa mengganggu produktivitas karena efeknya pada kesehatan dan kenyamanan tubuh anda.
-
Kenali jumlah kafein dalam makanan dan minuman
Meskipun kafein sangat identik dengan kopi, namun kafein bukan hanya ada pada kopi. Periksa kandungan kafein pada olahan makanan dan minuman lain sebelum mengkonsumsinya.
Jika takaran kafein dirasa terlalu tinggi, pilihlah alternatif lain atau kurangi sedikit demi sedikit.
-
Kurangi porsi kopi sedikit demi sedikit
Jika anda biasanya memulai pagi dengan segelas besar kopi, cobalah mengurangi konsumsinya dengan beralih ke cangkir kecil.
Lakukan pengurangan ini secara konsisten sampai anda terbiasa minum kopi dengan jumlah sedikit atau bahkan tidak mengkonsumsinya sama sekali.
-
Hindari tambahan gula ataupun krimer
Secangkir kopi dengan tambahan gula dan krimer berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung. Kurangi pemanis jika ingin mengkonsumsi kopi yang lebih sehat.
-
Ganti kopi dengan minuman lain
Untuk menekan asupan kafein berlebih, anda bisa mulai mengganti kopi dengan teh, air mineral, atau minuman isotonik yang dapat membantu tubuh tetap segar dan berenergi tanpa efek berlebihan dari kafein. .