← Beranda
Anak Sering Makan Snack Kemasan dan Mi Instan? Ini Bahayanya Kata Dokter
Nur Islami Rizki SyukrillahKamis, 4 September 2025 | 22.37 WIB
Ultra processed food bisa membahayakan kesehatan anak (freepik)

 

JawaPos.com - Banyak orang tua memilih makanan siap saji atau kemasan karena dinilai praktis, hemat waktu, dan disukai anak-anak.

Di Indonesia, konsumsi makanan siap saji atau kemasan terus melonjak seiring gaya hidup modern.

Padahal, ada bahaya yang mengintai jika sering dikonsumsi dalam jangka waktu panjang, telebih pada anak-anak. Seperti apa bahayanya?

Mengenal Ultra Processed Food

Menurut situs Ruang Nakes, Ultra processed food (UPF), adalah produk makanan yang diolah berulang kali, dengan penambahan pengawet, pewarna, emulsifier, hingga perisa buatan.

UPF umumnya mengandung gula tambahan, lemak jenuh dan trans, serta garam berlebih, tetapi rendah gizi. UPF kerap ditambahkan zat aditif untuk menciptakan rasa yang menggugah selera.

Melansir RSUD M Natsir PKRS, masyarakat Indonesia mengonsumsi UPF hingga 55% dalam kesehariannya. Hal ini patut diwaspadai mengingat UPF dapat berbahaya bagi kesehatan, terutama pada anak-anak.

Di antara contoh UPF yang biasa ditemui sehari-hari adalah nugget, mi instan, bakso, seblak, makanan kaleng, makanan kemasan seperti snack, serta minuman kemasan seperti susu kotak, minuman manis, dan lainnya.

Bahaya UPF Menurut Dokter

Dokter sekaligus influencer dr. Tirta, lewat akun Youtubenya @TirtaPengPengPeng menjelaska  bahwa mengonsumsi makanan kemasan secara terus-menerus bisa menimbulkan risiko kesehatan.

"Contohnya ikan sarden kalengan. Memang tinggi protein, tapi kandungan natriumnya juga sangat tinggi,” jelasnya lewat kanal YouTube pribadinya.

Sementara itu, RSUD M Natsir PKRS menyebutkan bahaya UPF, antara lain:

1. Memicu obesitas atau kenaikan berat badan berlebih

2. Meningkatkan risiko depresi

3. Menyebabkan diabetes dan penyakit jantung

4. Memengaruhi fungsi ginjal

5. Berisiko memicu kanker

 

Bahaya Makanan Kemasan Bagi Anak-Anak

Anak-anak sebaiknya tidak terbiasa mengonsumsi makanan kemasan. Menurut Dr. dr. Hans Tandra, seorang internist, endokrinologist, dan health motivator lewat akun Instagram @goodtalk.id menjelaskan bahwa, dalam 10 tahun terakhir angka diabetes pada anak di Indonesia melonjak naik. Salah satu pemicunya adalah konsumsi UPF yang tinggi.

Sementara itu, dr. Tirta menjelaskan bahwa semakin sering diberikan UPF, anak-anak akan berisiko kecanduan hingga ia dewasa.

Konsumsi UPF berlebih pada anak-anak juga bisa memicu diabetes, gangguan konsenstrasi, hingga kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan anak.

Dr. Hans menekankan pentingnya memberi contoh yang baik. "Orang tua sebaiknya membiasakan makan sayur, buah, dan makanan rumahan bersama anak-anaknya," ujarnya.

Cara Mengurangi Risiko UPF

Makanan kemasan boleh saja dikonsumsi asalkan masih dalam batas wajar. Dr. Tirta menjelaskan, UPF sebaiknya hanya digunakan sebagai makanan alternatif dalam kondisi darurat, bukan sebagai makanan utama sehari-hari.

Misalnya saat bahan makanan langka atau cuaca kurang mendukung, sehingga orang tua tidak bisa membeli atau memasak real food.

Beberapa langkah untuk mengurangi risiko UPF menurut RSUD M Natsir PKRS adalah:

1. Batasi konsumsi UPF, terutama untuk anak-anak

2. Biasakan membaca label gizi, hindari produk tinggi gula, garam, dan lemak

3. Ajak anak makan sayur, buah, dan makanan rumahan

4. Buat aktivitas seru seperti memasak bersama agar anak terbiasa dengan real food

 

Makanan kemasan memang praktis, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan, khususnya bagi anak-anak.

Mulai sekarang yuk beralih konsumsi makanan sehat dan alami (real food), serta batasi konsumsi ultra processed food, sehingga keluarga kita menjadi lebih sehat.

Nama penulis: Nur Islami Rizki Syukrillah

EDITOR: Novia Tri Astuti