← Beranda
Selain Makanan Pedas, Ini 4 Makanan Pemicu Radang Usus Buntu yang Sering Kita Abaikan
Zalfa Hanifatul WafaRabu, 3 September 2025 | 22.20 WIB
Ilustrasi seseorang yang mengalami sakit perut karena usus buntu (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Banyak orang percaya bahwa mengonsumsi mie instan secara berlebihan dapat menyebabkan radang usus buntu atau apendisitis. Namun, faktanya tidaklah sesederhana itu.

Radang usus buntu terjadi karena adanya sumbatan pada usus buntu yang dapat dipicu berbagai faktor. Mulai dari tinja yang keras, lendir, cairan, atau beberapa jenis makanan, kondisi ini lah yang menyebabkan infeksi pada usus buntu hingga terjadi peradangan.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memperhatikan makanan apa saja yang masuk ke dalam tubuh. Melansir dari Alodokter, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari atau dibatasi karena dapat memicu radang usus buntu.

1. Makanan Pedas

Mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan. Capsaicin dalam cabai dapat menyebabkan iritasi yang memicu peradangan pada dinding usus. Selain itu, biji cabai dan paprika yang sulit dicerna dapat menyebabkan penyumbatan serta peradangan pada usus buntu. 

2. Makanan Rendah Serat

Makanan yang rendah serat seperti daging olahan, makanan kaleng, dan olahan tepung seperti bakso dan sosis juga dapat menyebabkan usus buntu. Makanan-makanan ini cenderung menyebabkan sembelit, dimana kondisi ini dapat membuat tinja keras dan memicu radang usus buntu. Mengurangi konsumsi makanan ini atau mengimbanginya dengan sayuran sangat disarankan.

3. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji sama halnya dengan makanan olahan. Makanan ini biasanya juga rendah serat atau bahkan tidak mengandung serat sama sekali. Hal inilah yang membuat seseorang dapat mengalami sembelit jika mengonsumsi terlalu banyak makanan cepat saji. Selain itu, makanan ini dapat memperlambat proses pencernaan dan memicu radang usus buntu.

4. Makanan Tinggi Garam

Asupan garam yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada usus sehingga meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada usus buntu. Selain itu, konsumsi garam yang berlebihan juga dapat menyebabkan dehidrasi ringan yang membuat tinja menjadi lebih keras. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyumbatan pada usus buntu dan memicu terjadi peradangan.

5. Buah Berbiji

Buah-buahan seperti jambu biji, jeruk, semangka, dan anggur dapat menyebabkan penyumbatan pada usus buntu karena bijinya sulit dicerna. Disarankan untuk membuang biji-biji sebelum mengonsumsi buahnya.

Gejala dan Penanganan Radang Usus Buntu

Meskipun kita telah berhati-hati dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi, ada baiknya untuk melakukan pengecekan ke dokter jika kamu sudah mengalami beberapa gejala usus buntu seperti mual, muntah, susah kentut, dan perut membesar. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah risiko komplikasi serius, seperti usus pecah.

Meskipun dalam kasus yang sangat jarang radang usus buntu dapat membaik tanpa operasi, dokter biasanya akan menyarankan apendektomi jika diagnosis sudah pasti. Hello Sehat menjelaskan ada dua prosedur untuk operasi ini:

1. Laparoskopi Apendektomi

Prosedur ini dilakukan menggunakan sebuah selang (scope) yang dimasukkan ke perut untuk melihat dan mengangkat usus buntu.l.

2. Apendektomi Terbuka

Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan pada perut kanan bawah untuk mengangkat usus yang buntu. 

Kebanyakan orang mungkin tidak sadar akan terjadinya peradangan usus buntu. Namun, dengan menerapkan gaya hidup sehat, melalui pola makan yang lebih sehat dapat membantu mengurangi resikonya.

Konsumsi makanan yang tinggi serat dan memastikan asupan cairan terpenuhi dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah sembelit hingga peradangan pada usus buntu. 

EDITOR: Candra Mega Sari