JawaPos.com – Golongan darah sering dianggap hanya penting untuk transfusi, padahal juga bisa memberi gambaran mengenai kondisi kesehatan tubuh seseorang.
Menurut Scientific American, terdapat keterkaitan antara jenis golongan darah dengan risiko penyakit tertentu, termasuk penyakit yang berhubungan langsung dengan kesehatan otak manusia.
Otak sebagai pusat kendali tubuh memang sangat vital sehingga penting dijaga sejak dini agar terhindar dari berbagai gangguan serius.
Dilansir dari laman Halodoc.com, pemilik golongan darah tertentu disebut lebih rentan mengalami gangguan otak seiring bertambahnya usia, terutama pada fungsi kognitif.
Orang dengan golongan darah AB memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami penurunan fungsi otak sehingga membuat risiko gangguan kognitif meningkat saat usia bertambah.
Hal ini bukan berarti golongan darah secara langsung memengaruhi otak, melainkan karena keterkaitannya dengan sejumlah kondisi kesehatan lain yang memengaruhi fungsi otak.
Baca Juga: Golongan Darah Ternyata Ungkapkan Tentang Kepribadian Kamu, Begini Menurut Penelitian
Selain itu, orang dengan golongan darah non-O juga dinilai lebih berisiko terhadap penyakit seperti jantung, stroke, hingga penggumpalan darah yang berdampak pada otak.
Kondisi tersebut menjadikan golongan darah sebagai salah satu faktor epidemiologi yang dapat memberikan gambaran risiko gangguan otak pada manusia.
Tidak hanya otak, golongan darah juga sering dikaitkan dengan kesehatan mental, meskipun penjelasan ilmiahnya masih sangat terbatas.
Laporan Medical News Today menyebut golongan darah O lebih rentan terhadap depresi, sementara golongan darah A sering dikaitkan dengan gangguan obsesif kompulsif.
Namun, para ahli menegaskan bahwa golongan darah bukan penentu tunggal sebab gangguan mental maupun otak dapat dialami oleh siapa saja.
Pada dasarnya golongan darah memang bisa memberi gambaran risiko tertentu terhadap otak dan mental.
Namun, kondisi ini masih bisa dicegah melalui penerapan gaya hidup yang sehat, seperti makan bergizi, tidur cukup, dan rutin berolahraga.
Pola hidup sehat menjadi langkah sederhana, tetapi efektif melindungi otak dari berbagai gangguan kesehatan.