← Beranda
Mengonsumsi Daging Kambing Memicu Tekanan Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?
Tasya Intan ArdhitaJumat, 21 Juni 2024 | 06.01 WIB
Ilustrasi daging kambing. (Dok Jawa Pos)

JawaPos.com – Pasca hari raya Idul Adha, daging kambing biasanya sering menjadi primadona yang diolah menjadi berbagai hidangan khas Nusantara, seperti sate kambing, gulai, dan tongseng. Namun, dibalik kelezatannya, beredar rumor bahwa mengonsumsi daging kambing dapat memicu tekanan darah tinggi.

Rumor ini telah lama beredar di masyarakat, membuat banyak orang ragu untuk menikmati hidangan daging kambing yang lezat, terutama bagi penderita darah tinggi. Namun, apakah benar daging kambing memiliki efek terhadap tekanan darah tinggi? 

Dilansir dari kanal YouTube resmi RSUD Wates, pada Kamis (20/6), dr. Suyanto, Sp.PD selaku dokter spesialis penyakit dalam, menjelaskan rumor daging kambing dapat memicu tekanan darah tinggi ini mitos atau fakta.

Baca Juga: Wajib Coba, Berikut 5 Makanan yang Ampuh Turunkan Kolesterol

Dr. Suyanto menerangkan bahwa ketika tekanan di dalam pembuluh darah meningkat, ini disebabkan oleh dua faktor, yakni volume cairan dan diameter pembuluh. Tekanan darah adalah tekanan di dalam pembuluh darah, terutama arteri. Ketika arteri menyempit sementara volume darah meningkat, tekanan akan naik. Penyebab volume cairan dalam pembuluh darah meningkat adalah berat badan, asupan cairan, dan konsumsi natrium.

Semakin gemuk seseorang, volume cairan dalam pembuluh darah yang beredar pun meningkat. Jantung yang memompa semakin kuat dan cepat juga meningkatkan volume darah yang melewati pembuluh darah setiap menit.

Untuk mengurangi tekanan darah, kita harus mengurangi stres, menjaga pola tidur, mengurangi konsumsi natrium, dan mencapai berat badan ideal. Kemudian dr. Suyanto juga menjelaskan lebih mendalam tentang penyebab penyempitan pembuluh darah yang bisa disebabkan oleh endapan kolesterol, kekakuan akibat usia, dan kontraksi otot-otot halus di pembuluh darah yang sering disebabkan oleh stres atau hormon adrenalin.

Orang yang menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi sering bertanya apakah mereka boleh makan daging kambing? Jawabannya adalah tidak perlu takut karena daging kambing tidak lebih buruk dibandingkan daging lainnya dalam hal kandungan lemak dan kolesterol. Bahkan, kandungan lemak daging kambing lebih rendah dibandingkan daging ayam dan sapi.

Daging kambing mengandung protein yang relatif sama dengan daging ayam dan sapi, tetapi lemak dan kolesterolnya lebih rendah. Kandungan natrium dalam daging kambing juga rendah, sama seperti daging ayam dan sapi. Zat besi dalam daging kambing lebih tinggi, hampir tiga kali lipat dari daging ayam, yang bermanfaat untuk meningkatkan hemoglobin dan daya tahan tubuh.

Kandungan kalium dalam daging kambing juga tinggi, setara dengan satu buah pisang. Kandungan zinc dalam daging kambing juga tinggi, yang penting untuk membangun imunitas tubuh. Vitamin B1, B2, B3, dan B12 dalam daging kambing lebih tinggi dibandingkan daging lainnya, yang penting untuk fungsi saraf dan otot serta metabolisme tubuh.

Asam amino dalam daging kambing juga berfungsi untuk perbaikan jaringan tubuh. Kandungan kalsium dan sodium dalam daging kambing hampir sama dengan daging lainnya. Daging kambing tidak lebih buruk dari daging lainnya dalam hal kandungan natrium, lemak, dan kolesterol. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa daging kambing berkaitan dengan kejadian kanker saluran pencernaan, namun ini tidak berarti daging kambing menyebabkan kanker. Banyak faktor lain seperti kurangnya asupan serat yang berpengaruh.

Kesimpulan yang diberikan oleh dr. Suyanto ialah, daging kambing tidak perlu ditakuti oleh penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi karena kandungannya tidak lebih buruk dari daging lainnya. Justru, daging kambing memiliki beberapa kandungan yang lebih tinggi seperti zat besi, kalium, dan zinc yang bermanfaat bagi tubuh.

Pernyataan dr Suyanto, Sp.PD mengenai daging kambing tidak menyebabkan hipertensi, juga diperkuat oleh argumen dr. Haekal Anshari, M.Biomed (AAM) yang dikutip dari salah satu video dalam kanal YouTube Kata Dokter. Dalam videonya, dr. Haekal menerangkan Ini adalah rumor yang cukup banyak beredar dan selama bertahun-tahun diyakini oleh masyarakat, terutama meningkat pada saat lebaran haji. Padahal belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa daging kambing menyebabkan tekanan darah tinggi.

Lantas, kenapa masyarakat menganggap daging kambing sebagai pemicu tekanan darah tinggi? dr. Haekal menjelaskan hal ini karena adanya efek panas atau efek termogenik ketika kita mengonsumsi daging kambing. Padahal, efek panas atau termogenik ini merupakan efek dari metabolisme tubuh kita ketika mengkonsumsi daging kambing.

Berdasarkan penelitian, ternyata jumlah kalori dan jumlah lemak termasuk lemak jenuh yang ada di dalam daging kambing lebih rendah dibandingkan daging sapi ataupun daging ayam. Dalam satu porsi daging kambing (sekitar 85 gram) mengandung 122 kalori, sedangkan daging sapi mengandung 179 kalori dan daging ayam mengandung 162 kalori.

Jumlah lemak pada daging kambing hanya 2,6 gram, sedangkan daging sapi mengandung 7,9 gram lemak dan daging ayam mengandung 6,2 gram lemak. Lemak jenuh pada daging kambing lebih rendah, hanya 0,79 gram, sedangkan daging sapi 1,79 gram dan daging ayam sebesar 1,7 gram. Daging kambing juga ternyata memiliki manfaat untuk tubuh karena mengandung nutrisi seperti zat besi dan zinc yang bermanfaat untuk kesehatan dan menunjang tubuh kita tetap fit.

Dr. Haekal menerangkan hal yang menyebabkan tekanan darah meningkat adalah pengolahan dan bumbu yang digunakan ketika mengolah daging kambing. Jika kita menggunakan bumbu yang tinggi garam, kemudian digoreng menggunakan minyak atau dimasak dengan santan, maka hal-hal inilah yang akan meningkatkan risiko terjadinya peningkatan tekanan darah dan kolesterol. Jadi, tidak benar kalau daging kambing bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.

Setelah melihat 2 pendapat dua orang dokter diatas, maka dapat disimpulkan bahwa mengkonsumsi daging kambing dapat memicu tekanan darah tinggi hanyalah sebuah mitos belaka yang beredar di masyarakat. Tidak ada bukti penelitian ilmiah tentang rumor daging kambing dan peningkatan darah tinggi ini. Namun, perlu diingat walaupun daging kambing tidak ada kaitannya dengan darah tinggi, kita tetap harus mengkonsumsi dengan porsi yang cukup, jangan sampai berlebihan karena terlena kelezatan hidangannya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah