← Beranda
Sering Menimpa Lansia, Katarak Masih Jadi Penyebab Terbanyak Gangguan Penglihatan di Indonesia
Rian AlfiantoKamis, 30 Mei 2024 | 16.05 WIB
Deretan pasien penderita katarak sedang menunggu giliran operasi gratis yang digelar oleh Pollux Habibie Internasional

JawaPos.com - Data di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan bahwa sebagian besar gangguan penglihatan di Indonesia diakibatkan oleh katarak. Mirisnya, gangguan penglihatan bisa berdampak pada aspek kehidupan.

Beberapa konsekuensi dari hilangnya penglihatan berpengaruh kepada fisik, mental, kepuasan hidup, mobilitas, ketergantungan, pendidikan. Orang dengan gangguan penglihatan juga memperberat penyakit kronis yang sedang diderita.

Selain itu, di data Kemenkes menyebutkan bahwa 8 juta orang Indonesia berusia di atas 50 tahun mengalami masalah gangguan penglihatan. Diperkirakan terdapat 700 ribu pasien di antaranya yang terdampak oleh neovascular age-related macular degeneration (nAMD) dan diabetic macular edema (DME).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Eva Susanti mengatakan, penyebab utama gangguan penglihatan adalah kelainan refraksi. Penyebab utama kebutaan adalah katarak.

Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Elmamber P. Sinaga mengatakan, Mantap Melihat merupakan program operasi katarak yang sepenuhnya ditanggung oleh Bank Mandiri Taspen dan Allianz.

"Jadi program ini terlaksana berkat kolaborasi Bank Mandiri Taspen, Allianz, dan Perdami. Ini sebenarnya untuk membantu nasabah senior atau sudah berumur," ungkapnya.

EDITOR: Ilham Safutra