← Beranda
Waspada! Kenali Gejala Kekurangan Vitamin D Sejak Dini Agar Tidak Semakin Parah
Natania ValentineSabtu, 13 April 2024 | 21.00 WIB
Macam-macam vitamin. (Sumber: freepik).

JawaPos.com - Kekurangan vitamin D seringkali sulit dideteksi karena gejala yang tidak spesifik. Namun, kekurangan ini dapat meningkatkan risiko masalah tulang seperti rakhitis dan osteoporosis, serta melemahkan sistem kekebalan tubuh. 

Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan, anak-anak, remaja, dan orang dewasa hingga usia 65 tahun disarankan mengonsumsi 15 mikrogram (mcg) vitamin D per hari, sementara lansia di atas 65 tahun disarankan 20 mikrogram per hari.

Penyebab Kekurangan Vitamin D

Baca Juga: Menhub Evaluasi Arus Mudik dan Antisipasi Arus Balik Lebaran

Dilansir dari alodokter.com, Sabtu (13/4), defisiensi vitamin D terjadi saat tubuh tidak mendapat asupan yang cukup, bisa karena kurang makan makanan kaya vitamin D atau terbatasnya paparan sinar matahari. 

Selain itu, kondisi lain yang bisa menyebabkan defisiensi vitamin D termasuk gangguan penyerapan di saluran pencernaan, alergi susu, warna kulit gelap, usia tua, kelebihan berat badan, dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Gejala Kekurangan Vitamin D

Dikutip dari klikdokter.com, Sabtu (13/4), jika Anda mengalami defisiensi vitamin D yang parah dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, beberapa tanda dan gejala dapat muncul.

Baca Juga: Urutan 12 Zodiak dari yang Paling Ekspresif Dalam Melakukan Kebaikan: Cancer Paling Atas, Aquarius Paling Bawah

  1. Tulang Melemah Akibat Rakhitis

Defisiensi vitamin D yang berlangsung lama dan parah pada masa anak-anak dapat mengakibatkan penyakit rakhitis, yang ditandai oleh pelemahan dan pelembutan tulang. 

Secara bertahap, tulang, terutama di lengan dan kaki, akan menjadi bengkok. Selain itu, anak-anak mungkin mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik, seperti kemampuan berjalan yang tertunda.

  1. Tulang Melemah Akibat Osteomalasia

Ketika orang dewasa mengalami kekurangan vitamin D yang parah dan berlangsung dalam waktu yang lama, itu dapat menyebabkan osteomalasia, kondisi di mana tulang juga menjadi lembek, mirip dengan rakhitis. 

Gejala utama osteomalasia meliputi nyeri tulang dan kelemahan otot. Nyeri tulang sering terjadi di bagian bawah punggung, pinggul, dan tungkai, khususnya meningkat saat berbaring di malam hari.

  1. Nyeri Tulang Akibat Osteoporosis

Osteoporosis, yang dapat menjadi tanda dari kekurangan vitamin D, dicirikan oleh penurunan kepadatan tulang. Meskipun biasanya terjadi pada wanita setelah menopause, pada kasus kekurangan vitamin D, osteoporosis dapat terjadi lebih awal dan juga mempengaruhi pria.

Gejala osteoporosis ringan mungkin tidak selalu terlihat, tetapi kasus yang lebih parah dapat menyebabkan nyeri tulang dan meningkatkan risiko patah tulang. Untuk mengetahui apakah osteoporosis ada, pemeriksaan densitometri tulang diperlukan.

Baca Juga: Pastikan Kelancaran Arus Balik, Kemenhub Siapkan Kapal Rute Panjang-Ciwandan pada 12-18 April 2024

  1. Infeksi Saluran Pernafasan

Kekurangan vitamin D dalam tubuh dapat menyebabkan peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan yang sering terjadi.

Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan kadar vitamin D yang rendah lebih cenderung mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar vitamin D yang mencukupi.

Ini disebabkan oleh peran penting vitamin D dalam meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Baca Juga: Alasan Netizen Kecewa Terkait Informasi Tiket Terbaru Persebaya vs Dewa United

  1. Depresi

Kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami depresi. Jika seseorang mengalami depresi dan juga terdiagnosis kekurangan vitamin D, pemberian suplemen vitamin D bisa menjadi bagian dari rencana pengobatannya.

Namun, penting untuk diingat bahwa depresi bisa disebabkan oleh faktor-faktor lain selain kekurangan vitamin D.

  1. Gangguan Penyembuhan Luka

Luka yang lambat sembuh, seperti pasca operasi atau luka yang memerlukan waktu lama untuk sembuh, bisa menjadi tanda kekurangan vitamin D. Vitamin D membantu dalam produksi komponen yang penting untuk membentuk kulit baru selama proses penyembuhan luka.

  1. Rambut Rontok

Salah satu tanda kekurangan vitamin D adalah kerontokan rambut, karena asupan nutrisi memengaruhi kesehatan rambut. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami lebih dalam hubungan ini. Selain itu, rendahnya kadar vitamin D berkaitan dengan alopecia areata dan penyakit autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut.

  1. Gelisah

Suatu studi menemukan bahwa orang yang mengalami kecemasan memiliki kadar calcidiol, salah satu bentuk vitamin D, yang rendah. Penelitian lain menunjukkan bahwa ibu hamil yang memiliki kadar vitamin D yang memadai cenderung mengalami kecemasan yang lebih rendah, meningkatkan kualitas tidur, dan dapat mencegah depresi setelah melahirkan.

Baca Juga: 9 Kalimat Ini Sering Digunakan Orang yang Memiliki Tingkat Percaya Diri Tinggi

Vitamin D memiliki peran krusial dalam regulasi kalsium, kesehatan tulang, dan penguatan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, penting untuk memastikan asupan vitamin D yang cukup untuk tubuh.

Sumber utama vitamin D adalah sinar matahari. Menurut penelitian di Asia Tenggara, paparan sinar matahari selama 25 menit pada pukul 9 pagi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin D. Selain itu, vitamin D juga bisa didapat melalui makanan seperti susu, keju, yoghurt, makanan yang diperkaya dengan vitamin D, serta minyak ikan.

EDITOR: Bintang Pradewo