JawaPos.com - Kebutuhan akan vitamin dan mineral tidaklah terbatas pada usia tertentu, bahkan untuk para lansia pun hal ini tetap berlaku.
Kendati usia semakin bertambah, penting bagi lansia untuk tetap memastikan asupan vitamin dan mineral yang cukup guna menjaga kesehatan tubuh.
Dikutip dari Hello Sehat (Sebuah website kesehatan yang bekerjasama dengan Kemenkes Indonesia), Kekurangan gizi dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit pada lansia.
Dengan bertambahnya usia, beberapa jenis vitamin dan mineral menjadi semakin penting, tergantung pada kondisi tubuh masing-masing individu.
Maka dari itu, berikut beberapa penjelasan mengenai vitamin dan mineral yang perlu diperhatikan oleh lansia.
Vitamin dan mineral merupakan dua komponen gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan fungsinya secara optimal.
Menurut National Institute on Aging, terdapat 13 jenis vitamin esensial yang diperlukan oleh tubuh, masing-masing dengan fungsi yang berbeda dalam menjaga kesehatan.
Sama halnya dengan vitamin, mineral juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Beberapa mineral dibutuhkan dalam jumlah kecil, sementara yang lain memerlukan asupan lebih besar.
Kebutuhan akan vitamin dan mineral tetap berlaku bagi lansia, namun perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh yang telah berubah seiring bertambahnya usia.
Beberapa vitamin dan mineral mungkin dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar, sementara yang lain mungkin memerlukan asupan yang lebih sedikit dibandingkan saat masih muda.
Oleh karena itu, penting bagi lansia untuk mengetahui kebutuhan gizi mereka, termasuk vitamin dan mineral, agar kesehatan tetap terjaga di masa tua mereka.
Dengan memperoleh asupan gizi yang mencukupi sesuai dengan usia, lansia dapat menghindari berbagai penyakit yang sering menyerang usia tua, seperti penyakit jantung, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, osteoporosis, dan diabetes.
Apakah lansia perlu mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral untuk memenuhi kebutuhan gizinya?
Meskipun sumber gizi terbaik berasal dari makanan, namun ada beberapa lansia yang mungkin kesulitan memperoleh asupan gizi yang cukup melalui makanan biasa.
Dalam beberapa kasus, suplemen vitamin dan mineral mungkin menjadi pilihan, tetapi perlu diingat bahwa tidak semua lansia memerlukan suplemen ini.
Bahkan, mengkonsumsi suplemen dengan dosis tinggi dapat membahayakan kesehatan, terutama jika lansia memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat berinteraksi dengan suplemen tersebut.
Sebelum mengonsumsi suplemen, sebaiknya lansia berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah mereka membutuhkan suplemen vitamin dan mineral, serta dosis yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Lebih baik lagi jika asupan gizi dapat dipenuhi melalui makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Dilansir dari laman South Dakota State University Extension dan National Institute on Aging Amerika, terdapat banyak jenis vitamin dan mineral yang penting untuk kesehatan lansia.
Beberapa di antaranya adalah:
1. Seiring bertambahnya usia seseorang, risiko osteoporosis dan patah tulang meningkat karena kepadatan tulang cenderung berkurang.
Vitamin D menjadi krusial bagi lansia karena mempertahankan massa tulang dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.
Kurangnya vitamin D dapat berhubungan dengan penyakit autoimun seperti multiple sclerosis dan diabetes.
Oleh karena itu, penting bagi lansia untuk memastikan asupan vitamin D harian dengan mengonsumsi makanan seperti ikan salmon, tuna, telur, atau susu, serta mendapatkan paparan sinar matahari.
Suplemen vitamin D mungkin diperlukan dalam kondisi tertentu, yang sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
2. Kalsium adalah mineral penting untuk menjaga kesehatan tulang, mencegah osteoporosis, dan memperkuat gigi.
Selain itu, kalsium juga diperlukan untuk mengontrol kontraksi otot, termasuk jantung, serta pembekuan darah.
Konsumsi cukup kalsium melalui makanan seperti susu, sayuran hijau, kacang kedelai, atau ikan salmon sangat disarankan bagi lansia.
Suplemen kalsium mungkin diperlukan terutama bagi lansia yang berisiko patah tulang, terutama di panti jompo.
3. Lansia sering mengalami kesulitan menyerap vitamin B12, yang penting untuk kesehatan saraf, pembentukan sel darah, dan DNA.
Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia dan masalah saraf seperti hilang ingatan.
Makanan kaya vitamin B12 seperti daging merah, ikan, telur, susu, atau sereal disarankan, dan konsultasi dengan dokter tentang suplemen vitamin B12 mungkin diperlukan.
4. Zat besi adalah mineral penting untuk pembentukan sel darah dan transportasi oksigen dalam tubuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi.
Makanan seperti ikan, sereal, telur, daging unggas, atau sayuran hijau berdaun disarankan untuk memenuhi kebutuhan zat besi, dan asupan vitamin C juga perlu diperhatikan untuk meningkatkan penyerapan zat besi.
5. Zinc atau seng penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan fungsi enzim tubuh.
Kekurangan zinc dapat meningkatkan risiko penyakit seperti kanker, penyakit jantung, atau diabetes.
Lansia disarankan untuk mengonsumsi makanan seperti kerang, daging unggas, kacang-kacangan, atau gandum utuh untuk memenuhi kebutuhan zinc.
6. Kalium membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah batu ginjal serta osteoporosis pada lansia.
Konsumsi makanan tinggi kalium seperti pisang, susu rendah lemak, sayuran hijau, atau buah-buahan disarankan, sambil mengurangi asupan natrium untuk manfaat optimal.
7. Lansia membutuhkan vitamin C sebagai antioksidan untuk memperbaiki jaringan tubuh, mempercepat penyembuhan luka, dan melawan infeksi.
Makanan kaya vitamin C seperti buah sitrus, nanas, atau sayuran hijau berdaun disarankan untuk memenuhi kebutuhan harian.
8. Magnesium penting untuk kesehatan tulang, pengaturan gula darah, tekanan darah, dan fungsi otot dan saraf.
Lansia disarankan untuk mengkonsumsi sayuran hijau, gandum utuh, kacang-kacangan, atau biji-bijian untuk memenuhi kebutuhan magnesium.
9. Vitamin B6 penting untuk menjaga fungsi otak yang baik pada lansia. Konsumsi makanan seperti ikan, hati sapi, kentang, atau kacang-kacangan dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin B6.
10. Folat atau vitamin B9 diperlukan untuk produksi sel darah merah dan menjaga kesehatan kognitif.
Lansia disarankan untuk mengonsumsi makanan seperti brokoli, jeruk, telur, atau biji-bijian untuk memenuhi kebutuhan folat.
11. Vitamin A penting untuk kesehatan mata dan sistem kekebalan tubuh pada lansia.
Baca Juga: Motif Pembunuhan Remaja Perempuan yang Tewas di Kamar Kosnya di Kediri Terkuak, Begini Kronologinya
Konsumsi makanan seperti telur, susu, sayuran, atau buah-buahan berwarna terang dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin A.
12. Vitamin K penting untuk fungsi kognitif dan mobilitas pada lansia.
Lansia disarankan untuk mengonsumsi makanan seperti sayuran hijau, buah-buahan, telur, atau daging untuk memenuhi kebutuhan vitamin K.
Selain vitamin dan mineral, lansia juga perlu memperhatikan asupan nutrisi lainnya seperti serat, protein, karbohidrat, dan cairan.
Penting juga untuk mengurangi asupan lemak jenuh dan menambah asupan asam lemak omega-3.
Aktivitas fisik juga penting bagi kesehatan lansia, sehingga disarankan untuk tetap aktif meskipun usia telah lanjut.
Dengan menjaga asupan gizi yang cukup dan gaya hidup sehat, lansia dapat menikmati masa tua mereka dengan kesehatan yang baik.