JawaPos.com – Jagung merupakan cemilan populer yang biasanya dibakar atau kukus itu bisa ditemukan dengan mudah di pinggir jalan.
Jajanan kali lima ini mengenyangkan dan sehat lantaran memiliki beragam nutrisi seperti serat, karbohidrat, protein, vitamin, serta mineral.
“Jagung sumber nutrisi yang terdiri dari serat, vitamin, dan mineral yang berkontribusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan tubuh secara keseluruhan,” kata ahli gizi Ekta Singhwal, seperti dikutip JawaPos.com dari Healthshots, Rabu (13/12).
Ada banyak cara mengonsumsi jagung sehingga terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memakannya yakni hindari jagung olahan, jangan digoreng, dan gunakan rempah alih-alih bubuk cabai, mentega, dan lainnya.
Lantas, apa saja manfaat konsumsi jagung untuk tubuh? Simak uraiannya di bawah ini.
1. Tingkatkan kesehatan pencernaan
Serat dalam jagung membantu pencernaan dan meningkatkan keteraturan usus. Mungkin membantu mencegah sembelit juga.
2. Tingkatkan kesehatan jantung
Jagung mengandung antioksidan dan bisa membantu menurunkan kadar kolesterol. Artinya, dapat mengurangi risiko penyakit jantung, ungkap Singhwal.
3. Tingkatkan kesehatan mata
Jagung mengandung lutein dan zeaxanthin yang merupakan antioksidan dibutuhkan untuk menunjang kesehatan mata. Karena antioksidan ini, risiko degenerasi makula terkait usia dapat berkurang.
4. Tingkatkan kesehatan kulit
Jagung menjadi sumber antioksidan dan vitamin, juga membantu memiliki kulit yang sehat. Ini berpotensi mencegah tanda-tanda penuaan.
5. Beri energi tambahan
Karbohidrat yang ditemukan dalam jagung memberikan dorongan energi yang cepat. Jadi, ini menjadikannya pilihan yang cocok untuk orang yang aktif.
6. Kelola berat badan
Kandungan serat dalam jagung meningkatkan rasa kenyang sehingga menjadikannya cemilan sehat. Ini membantu dalam pengelolaan berat badan dengan mengurangi asupan kalori secara keseluruhan.
7. Dukung kekebalan tubuh
Vitamin C pada jagung berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh membantunya bertahan melawan penyakit, kata Singhwal.
8. Kurangi resiko anemia
Jagung mengandung zat besi yang penting untuk mencegah anemia defisiensi besi. Hal ini sangat penting bagi orang-orang dengan kadar zat besi rendah.
Di sisi lain, mengonsumsi jagung terlalu berlebihan mungkin justru mendatangkan beberapa efek samping dan penting mempertimbangkan kebutuhan makan serta kondisi kesehatan individu.
Adapun jagung mengandung banyak pati, jadi bisa meningkatkan kadar gula darah sehingga penderita diabetes harus berhati-hati dan kurangi makan jagung.
Serat dari jagung baik untuk usus tetapi terlalu banyak serat bisa menyebabkan kembung atau gas lantaran tubuh mungkin tak mampu mencerna sepenuhnya.
Kebanyakan makan jagung bisa berkontribusi terhadap asupan kalori berlebih di mana membuatnya berat badan bertambah dan kemungkinan adanya alergi seperti muntah, diare, atau pilek.