← Beranda
Membantah 4 Mitos Bahasa Tubuh yang Sering Disalahartikan, Salah Satunya Menyilangkan Tangan
Jessica Irawan• Minggu, 19 November 2023 | 16.50 WIB
Ilustrasi bahasa tubuh menyilangkan tangan ./ sumber : Freepik

JawaPos.com – Bahasa tubuh kerap memainkan peran yang cukup penting dalam kehidupan. Gestur tubuh seseorang dapat ditafsirkan dengan perasaan yang dialami orang tersebut.

Ada beberapa bahasa tubuh yang sering dianggap meninggalkan kesan buruk. Salah satunya yaitu, menyilangkan tangan di depan dada berarti sombong.

Melansir dari berbagai sumber, ada empat mitos bahasa tubuh yang kerap dipercayai masyarakat sebagai tindakan yang buruk, diantaranya:

1. Menghindari kontak mata

Bahasa tubuh satu ini sering dipercaya dan dikaitkan saat seseorang tidak berkata jujur.

Dari laman Forbes, Doctor of Philosophy, Carol Kinsey Goman, Ph.D, membagikan pendapatnya untuk membantah mitos ini.

Ketika seseorang sudah terbiasa berbohong, menghindari kontak mata bukanlah hal yang mustahil.

Mereka dapat membuktikan ketidak jujurannya, dengan melakukan banyak kontak mata untuk menghindari kecurigaan.

2. Menyilangkan tangan

Menyilangkan tangan sering menunjukkan bahwa orang tersebut arogan atau sombong.

Mengutip dari Insider, seorang pakar bahasa tubuh dan penulis buku 'The Human Whisperer: Mastering the Art of Understanding, Connecting with, and Influencing Others', Steven Keyl, membantah mitos tersebut.

Keyl berpendapat, bahwa menyilangkan tangan di depan dada dapat diartikan berbeda-beda tergantung pada situasi.

Ketika seseorang duduk kursi yang tidak ada penyangga tangannya, otomatis mereka akan cenderung menyilangkan tangan untuk memberikan rasa nyaman ketika duduk.

Fakta lainnya juga dijelaskan, ketika seseorang sedang berpikir keras, berjalan mondar-mandir sambil menyilangkan tangan adalah cara yang umum untuk meningkatkan konsentrasi.

3. Menyilangkan kaki

Sebagian orang berasumsi bahwa menyilangkan kaki adalah tindakan yang tidak sopan, terutama saat berbicara dengan orang yang lebih tua.

"Menyilangkan kaki bisa menjadi sinyal yang membingungkan. Ada yang bilang itu menunjukkan relaksasi terbuka, ada pula yang bilang itu menunjukkan orang tersebut defensif," ucap Keyl.

Sama dengan menyilangkan tangan, mitos ini pun juga ditafsirkan sesuai dengan keadaan yang terjadi.

Ketika seseorang berdiri dengan kaki menyilang, itu menandakan ia bersikap santai.

Sedangkan, orang yang duduk dengan kaki menyilang, bisa diisyaratkan sebagai titik kenyamanan seseorang ketika duduk.

4. Menggunakan bahasa tubuh saat ketahuan berbohong

Sama seperti kontak mata, penggunaan bahasa tubuh ini telah menjadi tren di tahun 1970-an.

Dikutip dari laman Skills Converged, para peneliti telah mengklaim bahwa gestur saat berbohong seperti, menyentuh hidung, menutup mulut, berbicara dengan nada tinggi, dan menggaruk leher atau telinga.

Merupakan kebiasaan yang ditunjukkan saat mengalami stres. Menjadi stres tidak selalu berarti orang tersebut berbohong, itu hanyalah gerakan yang sering mereka lakukan.

EDITOR: Hanny Suwindari