← Beranda
Lakukan Terapi Tradisional Tiongkok Ini untuk Mengatasi Serangan Jantung, Berikut Penjelasannya
Dzaki Ammar MakarimSabtu, 11 November 2023 | 20.50 WIB
Bahan-bahan makanan Tiongkok. (Antara/Freepik)

JawaPos.com - Terapi Tiongkok yang dikenal sebagai Tongxinluo, menjadi salah satu cara pengobatan dan cara yang berguna bagi seseorang yang baru saja terkena penyakit jantung.

Salah seorang pasien dengan STEMI atau Segment Elevation Myocardial Infarction, dihasilkan suatu peningkatan yang tinggi terhadap hasil kardiovaskular saat terapi Tongxinluo ini dipraktekkan.

Tentu saja terapi tersebut menjadi cara tambahan bersamaan dengan pengobatan yang dianjurkan oleh pakar. Demikian menurut Medical Daily.

Dilansir dari Antara, STEMI menjadi salah satu kondisi pada seseorang yang mengidap serangan jantung tingkat tinggi.

Yang terjadi pada tubuh orang pengidap STEMI adalah pembuluh darah yang tersumbat oleh gumpalan darah.

Tongxinluo, dapat dikonsumsi untuk pengidap serangan jantung biasa bahkan STEMI.

Terapinya dengan mengonsumsi Tongxinluo yang berbahan dasar tumbuhan dan serangga.

Pengobatan ini telah menampakkan hasil yang efektif, namun belum teruji klinis berskala besar.

Menurut Jama Network, obat yang berbentuk kapsul ini sempat diuji dengan diberikan kepada 1.899 orang dan dilakukan di sebanyak 124 pusat klinis di Tiongkok.

Sesuai pedoman STEMI, sebanyak 1.899 orang yang lain diberikan plasebo yang identik dengan Tongxinluo dan diuji coba selama 12 bulan.

Setiap sebulan atau setahun, tim melakukan penilaian terhadap efektivitas klinis dan keamanan obat tersebut.

Yang diteliti adalah fenomena kardiovaskular dan serebrovaskular yang tidak menguntungkan seperti kematian jantung, revaskularisasi koroner, stroke, dan reinfark miokard.

Setelah sebulan berlalu, kondisi-kondisi tersebut menjangkit kepada 99 orang, adapun yang melakukan terapi Tongxinluo hanya sebanyak 64 orang.

Besaran kematian jantung mencapai angka yang lebih rendah di Tongxinluo jika dibanding plasebo.

"Lebih banyak reaksi obat yang merugikan terjadi pada kelompok Tongxinluo daripada kelompok plasebo, terutama disebabkan oleh gejala gastrointestinal (kelainan pencernaan)," kata peneliti.

Pasien STEMI yang memanfaatkan pengobatan Tongxinluo ini memperoleh peningkatan uji klinis selama 30 hari dan satu tahun.

Maka dari itu, penelitian lanjutan akan dilakukan untuk menentukan mekanisme kinerja obat tersebut pada STEMI.

EDITOR: Hanny Suwindari