← Beranda

Wajib Tau! 5 Efek Samping Mengonsumsi Blueberry Terlalu Banyak akan Mempengaruhi Kesehatan Tubuh

Rabbany WanadrianiMinggu, 26 November 2023 | 00.20 WIB
ilustrasi blueberry. Sumber foto: Pixabay/Azzurodesign

JawaPos.com – Siapa yang tidak tahu blueberry? buah yang memiliki kandungan nutrisi tinggi, kaya serat, potasium, dan vitamin A, C, dan K itu biasanya dijadikan smoothie atau topping makanan untuk sereal atau yogurt.

Mengkonsumsi blueberry mempunyai khasiat untuk tubuh misal berpotensi menurunkan tekanan darah, bantu mengelola kolesterol dan gula darah, serta mengurangi bau mulut dan menyegarkan napas.

Menurut U.S Department of Agriculture (USDA), orang dewasa disarankan menyantap satu setengah hingga dua cangkir buah blueberry setiap hari, demikian dikutip JawaPos.com dari Livestrong, Sabtu (25/11).

Namun, penelitian menunjukkan mengkonsumsi blueberry terlalu banyak bisa berdampak negatif bagi tubuh seperti gangguan pencernaan, hipoglikemia, dan peningkatan risiko pendarahan, kata dokter spesialis keluarga Alex McDonald.

Untuk mengetahui lebih lanjut konsekuensi makan blueberry berlebihan, simak penjelasannya di bawah ini.

1. Kembung dan gas

Menurut USDA, satu cangkir blueberry mengandung 84 kalori dan 3,6 gram serat. Sedangkan jumlah serat yang disarankan untuk orang dewasa antara 23 dan 38 gram per hari.

Jika tak terbiasa makan banyak serat, mengkonsumsi blueberry berlebihan secara sekaligus bisa menyebabkan kemungkinan efek samping pencernaan seperti kembung, gas, bahkan diare.

Klinik Mayo merekomendasikan untuk meningkatkan asupan serat sedikit demi sedikit dan minum banyak air putih dapat membantu tubuh memproses nutrisi dengan lebih baik.

Apabila dirasa makan terlalu banyak serat dan merasa sakit, minumlah air putih dan kurangi makanan berserat tinggi misal sayur-sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian hingga gejala mereda.

2. Resiko penggumpalan darah

Baca Juga: Tekan Kasus DBD, Kemenkes Lepas Nyamuk Wolbachia di Lima Kota

Jika seseorang mengonsumsi obat tertentu, makan terlalu banyak blueberry bisa menjadi ide buruk. Blueberry kaya akan vitamin K, jadi memakannya dalam jumlah banyak dapat meningkatkan resiko penggumpalan darah.

Vitamin K memiliki fungsi penting dalam tubuh seperti mengatur pembekuan darah dan mempertahankan kepadatan tulang. Menurut National Institutes of Health, satu cangkir porsi blueberry mengandung 28 mikrogram vitamin K.

Bagi yang mengkonsumsi antikoagulan atau pengencer darah dianjurkan untuk menjaga kadar vitamin K dalam aliran darah tetap sama dari hari ke hari.

Menambah atau mengurangi asupan vitamin tersebut bisa sebabkan pendarahan.

3. Noda gigi

Ada banyak minuman yang menodai gigi misal kopi, teh, dan anggur. Namun, blueberry juga termasuk penyebab umum noda gigi karena pigmentasinya yang intens.

Tak peduli blueberry yang dikonsumsi segar, beku, dijus, atau diawetkan sebagai selai maupun jeli, warna biru tua pada buah tersebut bisa mengubah warna enamel gigi atau tambalan putih.

Adapun cara mencegah warna gigi berubah yaitu rajin menyikat gigi setelah makan blueberry dan berkumur dengan air.

4. Hipoglikemia

Salah satu manfaat konsumsi blueberry bagi kesehatan ialah potensinya menurunkan kadar gula darah, namun hal ini dapat menjadi efek samping negatif bagi seseorang yang memakai obat diabetes.

Interaksi antara blueberry dan obat-obatan tertentu bisa menyebabkan hipoglikemia meski penelitian di bidang ini masih terbatas, kata McDonald.

“Ada beberapa penelitian pada hewan yang menunjukkan penurunan gula darah dengan ekstrak blueberry tingkat tinggi, namun tidak jelas bagaimana hal ini mempengaruhi manusia,” ungkapnya.

Baca Juga: Bahaya Polusi Bagi Ibu Hamil, Perkembangan Janin Terancam, BB Lahir Rendah hingga Prematur

Terlepas kasus yang jarang terjadi, makan terlalu banyak blueberry tak akan menyebabkan masalah besar pada gula darah, tapi ada baiknya untuk tetap berhati-hati.

“Mulailah dengan porsi kecil blueberry untuk melihat apakah ada reaksi atau efek samping,” jelasnya.

5. Reaksi alergi

Alergi buah ini tak umum terjadi, namun beberapa orang mungkin sensitif terhadap senyawa dalam blueberry yang disebut salisilat, bahan aktif dalam aspirin biasanya ditemukan secara alami di banyak tanaman.

Hal ini bisa menimbulkan efek samping bagi orang yang intoleransi salisilat menghasilkan gejala seperti mual, muntah, gas dan kembung, diare, pilek, ruam, serta sakit kepala.

Dalam kasus yang lebih parah, seseorang mungkin mengalami gatal-gatal atau kesulitan bernapas sehingga perlu bantuan ahli medis.

EDITOR: Hanny Suwindari