← Beranda
5 Kebiasaan yang Dianggap Normal tapi Sebenarnya Toxic, Terlalu Sering Mengalah Bisa Bikin Lelah
Shania Vivi Armylia Putri• Jumat, 16 Oktober 2026 | 05.36 WIB
Ilustrasi overwork/Magnific

JawaPos.com-Keseimbangan tetap penting dalam segala aspek. Tanpanya, seseorang bisa mengalami burnout yang merugikan diri sendiri.

Salah satunya sifat-sifat yang dibenarkan di kehidupan modern saat ini. Kebiasaan ini dianggap wajar, namun ternyata justru bisa memberikan dampak buruk bagi kehidupan.

Tidak hanya menyangkut fisik dan emosional, tetapi juga dapat mempengaruhi kehidupan sosial serta hubungan seseorang.

Melansir informasi dari laman .aconsciousrethink pada (15/10) berikut 5 kebiasaan yang dianggap normal, tetapi sebenarnya berdampak negatif bagi diri sendiri.

  1. Bekerja terlalu keras

Kerja keras sering membantu seseorang mencapai tujuan, meskipun tidak selalu demikian. Banyak orang yang sulit membedakan antara bekerja keras dan overwork. Jika anda ingin memiliki etos kerja yang sehat, tanpa mengorbankan kehidupan pribadi anda perlu menjaga batasan dunia kerja dan kehidupan.

  1. Selalu menyibukkan diri

Kondisi ini sering muncul saat seseorang merasa harus terlihat bekerja. Bahkan ketika sebenarnya tidak ada hal penting yang perlu dilakukan. Kesibukan tanpa tujuan hanya akan menghilangkan waktu beristirahat yang seharusnya bisa digunakan.

  1. Selalu mengalah

Sikap tidak mementingkan diri sendiri sering dianggap sebuah kebajikan. Namun, anda tidak harus melakukannya setiap saat. Terutama disaat anda harus selalu berkorban demi orang lain. 

  1. Perfeksionis

Perfeksionisme dapat membuat anda menjadi burnout. Sikap ini bisa mendorong anda untuk merasa tidak cukup baik dan kesulitan menyelesaikan suatu masalah. Sikap mengejar kesempurnaan demi memenuhi ekspektasi bukanlah sesuatu yang realistis.

  1. Terlalu mengandalkan diri sendiri

Kemandirian merupakan sifat yang hebat. Namun, terlalu mengandalkan diri sendiri dapat membuat seseorang menolak bantuan dari orang-orang yang mungkin memiliki pengalaman yang lebih baik.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho