JawaPos.com – Hubungan antarmanusia tidak selalu berjalan sederhana. Di balik interaksi yang tampak baik-baik saja, terkadang terdapat perasaan kecewa, kesal, atau ketidaksukaan yang tidak diungkapkan secara langsung.
Sebagian orang memilih menyembunyikan perasaan tersebut dengan tetap tersenyum dan bersikap sopan. Meski demikian, perubahan perilaku dan cara seseorang memperlakukan kita terkadang dapat menjadi petunjuk bahwa ada sesuatu yang berbeda dalam hubungan tersebut.
Dilansir dari geediting, terdapat sejumlah sikap yang bisa dicermati untuk memahami kemungkinan adanya perasaan negatif yang tersembunyi.
Baca Juga: Saat Kesuksesan Mengubah Sikap Orang Sekitar, Ini 6 Perilaku yang Patut Diperhatikan
1. Sikapnya berubah secara perlahan
Perubahan kecil dalam perilaku dapat menjadi hal pertama yang terasa ketika hubungan mulai merenggang. Seseorang yang sebelumnya antusias berbicara mungkin menjadi lebih pasif, memberikan tanggapan singkat, atau jarang memulai percakapan.
Walaupun ia masih menunjukkan keramahan, perbedaan sikap yang terjadi secara konsisten patut diperhatikan. Namun, perubahan tersebut juga bisa dipengaruhi oleh kesibukan, kelelahan, atau persoalan pribadi.
2. Mulai menghindari tatapan mata
Tatapan mata menjadi salah satu bagian penting dalam komunikasi sehari-hari. Melalui kontak mata, seseorang biasanya menunjukkan perhatian dan keterlibatan ketika berbicara dengan orang lain.
Sebaliknya, seseorang yang kerap mengalihkan pandangan atau terlihat enggan melakukan kontak mata mungkin sedang merasa tidak nyaman. Meski begitu, kebiasaan ini tidak selalu berarti kebencian karena dapat dipengaruhi oleh rasa malu atau kecemasan.
3. Bahasa tubuhnya menunjukkan ketidaknyamanan
Gerak tubuh terkadang memperlihatkan respons yang berbeda dari ucapan seseorang. Misalnya, ia sering menjaga jarak, menyilangkan tangan, mengarahkan tubuh menjauh, atau menempatkan benda di antara dirinya dan lawan bicara.
Jika sikap tersebut berulang setiap kali berinteraksi dengan Anda, ada kemungkinan ia merasa kurang nyaman. Akan tetapi, bahasa tubuh perlu dipahami bersama situasi dan perilaku lainnya agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
4. Sering mencari kesalahan kecil
Kritik yang disampaikan secara wajar dapat membantu seseorang berkembang. Namun, situasinya berbeda apabila seseorang terus-menerus menyoroti kekurangan Anda, bahkan ketika kesalahan yang dilakukan tergolong sepele.
Ia mungkin lebih cepat menunjukkan kekeliruan daripada memberikan apresiasi. Jika kritik disampaikan dengan nada merendahkan dan terjadi berulang kali, hal tersebut bisa menjadi tanda adanya persoalan dalam hubungan yang perlu dibicarakan.
5. Tidak lagi menunjukkan ketertarikan pada kehidupan Anda
Hubungan yang dekat biasanya ditandai dengan kepedulian terhadap pengalaman, kabar, dan masalah satu sama lain.
Ketika seseorang mulai jarang bertanya tentang keseharian Anda atau tampak tidak tertarik saat Anda bercerita, hubungan tersebut mungkin sedang mengalami perubahan. Meski demikian, berkurangnya perhatian tidak selalu berarti ia menyimpan kebencian karena bisa saja sedang menghadapi persoalan sendiri.
6. Selalu memiliki alasan untuk tidak meluangkan waktu
Kesediaan meluangkan waktu sering kali menjadi salah satu bentuk perhatian dalam sebuah hubungan. Karena itu, perubahan pola pertemuan dapat terasa ketika seseorang yang sebelumnya mudah diajak bertemu mulai sering menolak ajakan.
Terlebih jika ia berulang kali membatalkan rencana tanpa berusaha mencari waktu pengganti, kondisi ini bisa menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak lagi menjadi prioritas baginya. Meski begitu, kesibukan dan tanggung jawab pribadi tetap perlu dipertimbangkan.
7. Sulit ditemukan ketika Anda membutuhkan bantuan
Sikap seseorang saat kita menghadapi kesulitan dapat memberikan gambaran tentang kualitas hubungan yang terjalin.
Apabila ia berulang kali tidak memberikan respons ketika Anda membutuhkan dukungan, sementara terlihat tersedia untuk orang lain, Anda mungkin perlu mengevaluasi hubungan tersebut. Perilaku ini bisa menunjukkan kurangnya kepedulian, meskipun belum cukup untuk memastikan adanya rasa benci.
8. Bersikap terlalu manis atau memberikan pujian berlebihan
Keramahan dan pujian pada dasarnya merupakan hal positif. Namun, jika seseorang terlihat berlebihan dalam memuji atau menunjukkan kebaikan yang terasa tidak wajar dibandingkan perilakunya sehari-hari, Anda mungkin merasa ada sesuatu yang janggal.
Ketidaksesuaian antara ucapan dan tindakan bisa menjadi alasan untuk lebih memperhatikan pola interaksinya. Meski demikian, sikap ramah tidak seharusnya langsung dianggap sebagai kepura-puraan tanpa bukti yang lebih jelas.
9. Mengabaikan atau meremehkan perasaan Anda
Saling menghormati perasaan merupakan bagian penting dari hubungan yang sehat. Ketika Anda mengungkapkan kesedihan atau kekecewaan, respons yang penuh perhatian dapat membantu membangun rasa percaya.
Sebaliknya, seseorang yang berulang kali menganggap perasaan Anda berlebihan, menertawakan masalah yang Anda hadapi, atau mengabaikan keluhan tanpa mau mendengarkan dapat menunjukkan kurangnya empati dan penghargaan. Jika perilaku tersebut terus berulang, penting untuk mempertimbangkan batasan yang sehat dalam hubungan.
Pada akhirnya, tidak ada satu perilaku yang dapat dijadikan bukti pasti bahwa seseorang diam-diam membenci Anda. Perubahan sikap bisa muncul karena berbagai alasan, termasuk tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau perbedaan cara berkomunikasi.
Karena itu, cobalah melihat pola perilakunya secara menyeluruh sebelum mengambil kesimpulan. Jika hubungan terasa tidak nyaman, komunikasi yang terbuka dan tenang dapat membantu memperjelas keadaan tanpa harus berprasangka buruk.