← Beranda
Rentan Terganggu Suara Bising Saat Kerja? Studi Ungkap Tanda Otak Jenius Kreatif
Ryandi Zahdomo• Rabu, 30 September 2026 | 13.35 WIB
Ilustrasi otak Jenius. (freepik)

 

JawaPos.com - Ketidakmampuan otak memblokir suara bising di sekitar tempat kerja ternyata bukan sekadar tanda mudah teralih perhatiannya, melainkan indikator tingkat kreativitas di atas rata-rata.

Studi dari Northwestern University menemukan bahwa individu dengan pencapaian kreatif tinggi cenderung memiliki sistem penyaringan sensorik yang jauh lebih sensitif.

Kondisi tersebut membuat otak menyerap lebih banyak detail lingkungan sekitar yang kemudian diolah menjadi gagasan inovatif.

Ketimbang dianggap sebagai kelemahan, kerentanan terhadap gangguan suara latar belakang merupakan mekanisme unik otak dalam merangkai pemikiran yang out-of-the-box.

Baca Juga: Tes Kepribadian Lewat Postur Tubuh: Cara Berdiri Ungkap Sifat Asli Anda!

Jejak Sains dan Kebiasaan Tokoh Genius Dunia

Sensitivitas tinggi terhadap gangguan suara latar belakang memiliki rekam jejak panjang dalam sejarah intelektual manusia. Sastrawan ternama seperti Marcel Proust dan Anton Chekhov, hingga ilmuwan Charles Darwin, dikenal sangat terganggu oleh kebisingan dan mengandalkan penyumbat telinga saat menciptakan karya besar.

Riset Northwestern University yang melibatkan 100 partisipan menguji pencapaian kreatif dunia nyata serta kemampuan pemikiran divergen di laboratorium.

Hasilnya menegaskan bahwa partisipan yang menghasilkan jawaban paling kreatif adalah mereka yang sangat peka terhadap gangguan suara di sekitarnya.

"Sensitivitas sensorik memberikan kedalaman perspektif bagi pemiliknya jika dikelola dengan tepat. Otak yang menyerap lebih banyak rangsangan luar memiliki bahan mentah yang lebih kaya untuk dirangkai menjadi karya bernilai tinggi," ujar Penulis Utama Studi, Darya Zabelin

Fenomena Kebocoran Filter Sensorik Otak

Mengalami sensory overload atau kelebihan beban informasi saat bekerja di lingkungan ramai dipicu oleh fenomena psikologis yang disebut leaky sensory gating (penyaringan sensorik yang bocor).

Filter otak yang tidak sepenuhnya menutup membuat seseorang sulit mengabaikan stimulasi sekunder di sekitarnya.

Meski memicu ketidaknyamanan, ketidakmampuan untuk fokus penuh pada satu subjek justru memberi dorongan positif pada daya cipta.

Otak secara otomatis menangkap gagasan perifer di luar jangkauan perhatian utama, lalu mengintegrasikannya ke dalam alur pemikiran yang sedang diproses.

Baca Juga: Sering Melamun? Jangan Salah, Ini 7 Tanda Halus Anda Punya Jiwa Kreatif

Kendati demikian, Zabelina memberi catatan bahwa kondisi ini membawa konsekuensi ganda dalam aktivitas harian. Suara riuh seperti mesin cetak atau percakapan di ruang kerja dapat menurunkan performa sementara, sehingga ruang kerja yang tenang tetap dibutuhkan untuk mencapai potensi maksimal.

Keterkaitan Antara Sensitivitas Sensorik dan Mental

Temuan ilmiah ini turut mengungkapkan keterkaitan antara kelemahan filter sensorik dengan kondisi psikologis yang lebih kompleks.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara ketidakmampuan menyaring rangsangan luar dengan kerentanan terhadap psikopatologi, termasuk kecenderungan skizofrenia.

Hasil studi ini memperkuat teori psikologi bahwa batas antara kreativitas tingkat tinggi dan gangguan mental sering kali sangat tipis.

Faktor risiko yang memicu stres emosional merupakan elemen serupa yang mendorong lahirnya pemikiran jenius saat berada di lingkungan yang mendukung.

Oleh karena itu, kewalahan menghadapi kebisingan saat menyelesaikan tugas penting bukanlah alasan untuk menyalahkan diri sendiri. Hambatan konsentrasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa otak sedang bekerja ekstra dalam memproses fenomena di sekitar.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan