← Beranda
Bukan Sekadar Kebiasaan, Ini 7 Sisi Positif Orang yang Gemar Menulis Tangan
Mohammad Maulana IqbalSelasa, 22 September 2026 | 20.58 WIB
kepribadian berkualitas orang yang masih mencatat dengan pena dan kertas kata psikologi./Freepik.

JawaPos.com – Kehadiran berbagai perangkat digital membuat kegiatan mencatat kini semakin mudah dilakukan. Cukup membuka laptop atau ponsel, seseorang sudah dapat menyimpan berbagai informasi dalam hitungan detik.

Meski demikian, masih ada orang yang memilih menggunakan cara lama, yakni menulis menggunakan pena dan buku. Bagi mereka, mencatat dengan tangan bukan hanya soal kebiasaan, tetapi juga cara untuk memahami, mengingat, dan mengorganisasi informasi.

Menulis secara manual memang memiliki karakteristik berbeda dibanding mengetik. Prosesnya lebih lambat sehingga seseorang perlu menentukan informasi mana yang dianggap penting dan bagaimana cara merangkumnya.

Dilansir dari geediting.com, kebiasaan menulis dengan pena dan kertas dikaitkan dengan sejumlah proses belajar dan cara seseorang berinteraksi dengan informasi.

Baca Juga: Bukan Cuma Skincare, 8 Kebiasaan Malam Ini Bisa Bantu Perempuan Tampil Lebih Fresh

Berikut tujuh kecenderungan yang sering dikaitkan dengan kebiasaan tersebut.

1. Lebih mengutamakan pemahaman daripada kecepatan

Mengetik memungkinkan seseorang mencatat informasi dengan cepat. Namun, menulis tangan membuat proses mencatat berjalan lebih lambat sehingga seseorang cenderung memilih dan merangkum informasi yang dianggap penting.

Alih-alih menyalin setiap kata, penulis tangan biasanya perlu memproses informasi terlebih dahulu sebelum menuangkannya ke dalam catatan.

Sejumlah penelitian mengenai pencatatan menunjukkan bahwa proses ini dapat membantu pemahaman terhadap materi, khususnya ketika seseorang perlu menangkap gagasan utama dan konsep yang sedang dipelajari.

Dengan demikian, kebiasaan menulis tangan dapat mencerminkan kecenderungan untuk lebih memperhatikan isi informasi, bukan sekadar mengejar banyaknya catatan.

2. Lebih mampu menciptakan ruang untuk fokus

Perangkat digital memiliki banyak fitur yang dapat mengalihkan perhatian, mulai dari notifikasi hingga aplikasi lain yang bisa dibuka sewaktu-waktu.

Buku catatan tidak menawarkan gangguan serupa. Ketika seseorang menulis di atas kertas, perhatian dapat lebih mudah diarahkan pada satu aktivitas.

Kebiasaan ini dapat membantu seseorang membatasi multitasking dan memberikan kesempatan kepada pikiran untuk berkonsentrasi pada tugas yang sedang dikerjakan.

Karena itu, orang yang memilih mencatat secara manual mungkin memiliki kecenderungan untuk menciptakan lingkungan belajar atau bekerja yang lebih sederhana dan minim distraksi.

3. Cenderung memanfaatkan cara berpikir visual

Salah satu kelebihan kertas adalah kebebasan untuk mengatur informasi sesuai keinginan. Seseorang dapat membuat garis, panah, kotak, diagram, atau menambahkan catatan kecil di bagian tertentu.

Pengaturan semacam ini membantu menghubungkan satu gagasan dengan gagasan lainnya secara visual. Bagi sebagian orang, cara tersebut membuat informasi menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.

Bahkan, membuat gambar atau sketsa sederhana saat belajar telah dikaitkan dengan peningkatan kemampuan mengingat dalam sejumlah penelitian.

Artinya, kebiasaan mencoret, memberi tanda, atau membuat diagram di buku catatan tidak selalu sekadar hiasan. Aktivitas tersebut bisa menjadi bagian dari cara seseorang mengolah informasi.

4. Aktif mengolah informasi yang diterima

Ada perbedaan antara sekadar membaca informasi dan mengolahnya menjadi pemahaman sendiri. Menulis tangan mendorong seseorang untuk menentukan apa yang perlu dicatat dan bagaimana informasi tersebut harus dirumuskan.

Proses tersebut membuat seseorang tidak hanya menjadi penerima informasi secara pasif. Mereka perlu memilih, menyusun, dan terkadang menjelaskan kembali materi dengan bahasa sendiri.

Kebiasaan menjelaskan suatu konsep menggunakan kata-kata sendiri juga dikenal dalam psikologi pembelajaran sebagai self-explanation.

Cara belajar seperti ini dapat membantu seseorang memahami materi secara lebih mendalam dan menggunakan pengetahuan tersebut dalam situasi lain.

5. Tidak keberatan menjalani proses yang sedikit lebih lambat

Sesuatu yang lebih mudah dilakukan belum tentu menghasilkan pembelajaran yang lebih kuat. Dalam psikologi pendidikan dikenal konsep desirable difficulties, yaitu adanya tantangan tertentu yang justru dapat membuat proses belajar lebih bertahan lama.

Menulis tangan membutuhkan lebih banyak usaha dibanding sekadar mengetik. Seseorang harus menulis secara manual, memilih informasi, dan menyusun catatan dengan ruang yang terbatas.

Usaha tersebut dapat menjadi bagian dari proses pengolahan informasi. Dengan kata lain, mereka mungkin lebih terbiasa menerima sedikit ketidaknyamanan sekarang demi mendapatkan pemahaman atau ingatan yang lebih baik kemudian.

6. Terbiasa menggunakan catatan sebagai alat bantu berpikir

Buku catatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan informasi. Bagi sebagian orang, kertas juga menjadi semacam “ruang berpikir” yang membantu mereka menyusun berbagai gagasan.

Seseorang dapat mencatat hal yang belum dipahami, membuat daftar tugas, menuliskan pertanyaan, kemudian kembali membuka catatan tersebut untuk mengevaluasi perkembangannya.

Kebiasaan seperti ini berkaitan dengan self-regulated learning, yakni kemampuan seseorang untuk merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses belajarnya sendiri.

Catatan juga dapat menjadi bentuk cognitive offloading, yaitu memindahkan sebagian informasi dari ingatan ke media eksternal agar pikiran tidak perlu menyimpan semuanya sekaligus.

7. Lebih nyaman mengubah ide abstrak menjadi sesuatu yang konkret

Menulis tangan melibatkan gerakan fisik yang berbeda dari mengetik. Setiap huruf terbentuk melalui koordinasi antara tangan, mata, dan pikiran.

Sejumlah penelitian mengenai aktivitas menulis dan menggambar dengan tangan menunjukkan adanya keterlibatan jaringan otak yang berkaitan dengan proses belajar dan pembentukan memori.

Hal tersebut bukan berarti mengetik merupakan cara yang buruk. Teknologi digital tetap memiliki banyak kelebihan, terutama untuk kecepatan, penyimpanan, dan kemudahan mengakses informasi.

Namun, orang yang memilih pena dan kertas mungkin merasa lebih nyaman ketika dapat melihat, menandai, mencoret, dan menyusun gagasan secara langsung dalam bentuk fisik.

Pada akhirnya, memilih menulis tangan atau mengetik merupakan preferensi pribadi. Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang menggunakan metode tersebut untuk memahami informasi, menjaga fokus, dan mengingat hal-hal yang dianggap penting.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho