JawaPos.com - Setiap generasi punya keunikannya masing-masing, entah cara berpakaian, kata-kata gaul terkini, bahkan kebiasaan tertentu.
Gen Z yang lahir antara pertengahan 1990-an dan awal 2010-an juga demikian.
Mereka tumbuh di dunia smartphone, media sosial, dan segala sesuatu yang instan.
Meski begitu, ada beberapa perilaku sehari-hari yang membuat generasi tua menggelengkan kepala saat memperhatikan Gen Z.
Baca Juga: 7 Weton Istimewa Ini Hidupnya Paling Murah Rezeki, Jadi Kesayangan Dewi Sri
Apa saja yang dimaksud? Dilansir expert editor, mari simak uraian lengkapnya di bawah ini.
1. Terus-menerus memeriksa ponsel
Kepala tertunduk menatap layar yang menyala di halte bus, kedai kopi, bahkan saat makan malam keluarga.
Bagi Gen Z, smartphone bukan sekadar alat melainkan kebutuhan.
Sebuah studi menemukan bahwa remaja memeriksa ponsel mereka lebih dari 100 kali setiap hari.
2. Berbagi setiap momen secara online
Kegiatan minum kopi, berolahraga, bahkan sekadar jalan-jalan santai bersama teman didokumentasikan dan dibagikan melalui media sosial seperti TikTok atau Instagram.
Bagi yang tumbuh di masa yang lebih tertutup, sungguh membingungkan melihat anak muda menceritakan kehidupan mereka sehari-hari di hadapan orang asing.
3. Menggunakan bahasa gaul yang tidak dimengerti orang lain
Gen Z sering kali menciptakan kata-kata baru dengan kecepatan yang akan membuat generasi lebih tua bingung.
Orang tua sering menggelengkan kepala bukan hanya karena kata-katanya asing, tetapi karena perubahannya begitu cepat.
Mungkin Gen Z hanya melakukan apa yang dilakukan setiap generasi sebelum mereka, hanya saja lebih cepat dan kreatif.
4. Prioritaskan kesehatan mental secara terbuka
Gen Z jauh lebih terbuka tentang kesehatan mental. Mereka dengan santai mengatakan bahwa dirinya kelelahan atau butuh healing akibat hiruk pikuk kehidupan.
Bagi generasi yang lebih tua dengan prinsip menahan diri, hal ini mungkin terdengar seperti kelemahan.
Meskipun generasi yang lebih tua mungkin menggelengkan kepala melihat keterbukaan ini, ada sesuatu yang patut dikagumi dari Gen Z.
5. Melakukan semuanya secara bersamaan
Gen Z sering kali mendengarkan musik, mengirim pesan kepada teman, menggulir TikTok, dan mengerjakan pekerjaan rumah sekaligus.
Generasi yang lebih tua cenderung lebih fokus, menyelesaikan satu tugas, lalu beralih ke tugas berikutnya.
Mereka terbiasa dengan perhatian yang terfragmentasi, yang mungkin merupakan keterampilan bertahan hidup di era yang penuh dengan masukan konstan.
6. Menghindari panggilan telepon
Gen Z lebih suka mengirim pesan teks, pesan suara, atau cuplikan video. Bagi mereka yang terbiasa mengobrol berjam-jam di telepon rumah, hal itu bisa terasa sangat tidak sopan.
Studi menunjukkan hampir 75 persen orang berusia 18–24 tahun merasa lebih nyaman saat berkirim pesan teks daripada berbicara di telepon karena ini bisa mengganggu atau memicu kecemasan.
Bagi Gen Z, efisiensi dan kendali lebih penting daripada spontanitas dering telepon.
7. Memperlakukan pekerjaan sebagai sesuatu yang fleksibel
Pekerjaan jarak jauh, kerja serabutan, pekerjaan sampingan, semuanya normal bagi Gen Z.
Bagi generasi tua yang telah bekerja puluhan tahun di perusahaan yang sama, pendekatan yang fleksibel ini mungkin tampak seperti kurangnya komitmen.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa pekerja muda lebih menghargai fleksibilitas dan tujuan daripada stabilitas.