← Beranda
Jarang Diperhatikan, 5 Gestur Ini Disebut Bisa Mencerminkan Cara Berpikir Seseorang
Rabbany WanadrianiKamis, 17 September 2026 | 21.13 WIB
ilustrasi teman yang mengobrol. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Kecerdasan seseorang sering kali dinilai dari kemampuan berpikir, memecahkan masalah, maupun cara menyampaikan gagasan. Namun, dalam interaksi sehari-hari, bahasa tubuh juga dapat memengaruhi bagaimana seseorang dipersepsikan oleh orang lain.

Gerakan sederhana seperti cara duduk, arah pandangan, ekspresi wajah, hingga kemampuan mendengarkan dapat memberikan kesan tertentu kepada lawan bicara.

Meski demikian, bahasa tubuh tidak bisa dijadikan ukuran pasti untuk menentukan tingkat kecerdasan seseorang. Gestur lebih tepat dipahami sebagai bagian dari komunikasi nonverbal yang dapat menunjukkan perhatian, rasa percaya diri, atau kemampuan seseorang mengelola interaksi.

Dilansir YourTango, terdapat sejumlah tanda bahasa tubuh yang kerap dikaitkan dengan kesan cerdas dan kemampuan komunikasi yang baik.

Baca Juga: Jika Kamu Melihat 6 Tanda Ini di Orang-Orang Sekelilingmu, Kamu Perlu Bersikap Lebih Tegas

Berikut lima di antaranya:

1. Postur Tubuh Tegap dan Terbuka

Cara seseorang menjaga postur tubuh dapat memengaruhi kesan yang muncul saat berkomunikasi. Posisi tubuh yang tegap dan terbuka biasanya membuat seseorang terlihat lebih siap berinteraksi.

Postur semacam ini juga dapat memberikan kesan percaya diri dan menunjukkan bahwa seseorang memberikan perhatian terhadap lingkungan di sekitarnya.

Sebaliknya, posisi tubuh yang terus-menerus membungkuk atau tertutup bisa memberikan kesan kurang terbuka, meskipun tentu saja hal tersebut tidak berarti seseorang memiliki tingkat kecerdasan yang rendah.

2. Mendengarkan dengan Penuh Perhatian

Kemampuan menjadi pendengar yang baik merupakan bagian penting dalam komunikasi. Seseorang yang mendengarkan tanpa terburu-buru memotong pembicaraan menunjukkan bahwa ia memberikan ruang kepada lawan bicara.

Perhatian tersebut dapat terlihat melalui posisi tubuh yang menghadap pembicara, ekspresi yang sesuai, serta respons yang diberikan pada waktu yang tepat.

Dilansir YourTango, sejumlah penelitian mengenai komunikasi nonverbal juga menyoroti hubungan antara posisi tangan dan lengan dengan proses mendengarkan. Posisi tubuh yang stabil dapat membantu menciptakan kesan lebih fokus ketika menyimak percakapan.

3. Ekspresi Wajah yang Terkendali

Tidak semua hal harus langsung direspons dengan ekspresi berlebihan. Kemampuan mempertahankan ekspresi yang tenang dapat membuat percakapan berlangsung lebih nyaman.

Ketika mendengar pendapat yang berbeda, misalnya, seseorang dapat memberikan waktu kepada lawan bicara untuk menyelesaikan penjelasannya sebelum memberikan reaksi.

Sikap tersebut dapat membuat orang lain merasa lebih leluasa menyampaikan gagasan. Ekspresi tenang juga dapat menjadi bagian dari kemampuan mengelola respons dalam situasi sosial.

4. Kontak Mata yang Wajar

Kontak mata menjadi salah satu unsur penting dalam komunikasi tatap muka. Pandangan yang terarah kepada lawan bicara dapat menunjukkan perhatian dan ketertarikan terhadap percakapan.

Namun, kontak mata sebaiknya dilakukan secara wajar. Menatap terus-menerus tanpa jeda justru bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Dalam pembahasan yang dilansir YourTango, kemampuan mempertahankan fokus visual ketika mendengarkan dikaitkan dengan proses memperhatikan dan memahami informasi verbal.

5. Menggunakan Nada dan Gestur Secara Tepat

Komunikasi tidak hanya berlangsung melalui kata-kata. Nada suara, ekspresi, gerakan tangan, serta perubahan posisi tubuh turut membantu menyampaikan maksud kepada orang lain.

Orang yang mampu menyesuaikan berbagai unsur tersebut dengan situasi dapat membuat percakapan terasa lebih terarah dan mudah dipahami.

Kemampuan membaca situasi dan menyesuaikan respons nonverbal juga berkaitan dengan kecerdasan emosional. Dalam sebuah diskusi, misalnya, seseorang dapat menggunakan gestur yang tenang untuk menjaga suasana tetap terbuka tanpa harus mendominasi percakapan.

Pada akhirnya, tidak ada satu bahasa tubuh yang dapat membuktikan seseorang memiliki kecerdasan tinggi. Kecerdasan merupakan hal yang kompleks dan tidak dapat diukur hanya berdasarkan postur, ekspresi, atau kontak mata.

Bahasa tubuh lebih tepat dilihat sebagai salah satu bagian dari cara manusia berkomunikasi dan membangun hubungan dengan orang lain.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho