JawaPos.com - Kerja dari rumah menunjukkan bahwa kebiasaan yang terdengar aneh sebenarnya cukup wajar bagi pekerja remote.
Bekerja dari rumah memang menjadi impian banyak orang, meski kenyataannya tidak selalu berjalan semulus yang dibayangkan.
Keseimbangan hidup dan kerja bisa menjadi kacau, terutama bagi mereka yang memiliki anak atau tanggung jawab lain.
Dilansir dari laman YourTango pada Rabu (16/9), berikut sepuluh kebiasaan psikologi kerja dari rumah yang terdengar aneh namun sebenarnya sangat wajar dilakukan.
1. Mengikuti rapat kerja sambil mengenakan piyama
Kebanyakan orang merasa cemas menghadapi rapat kerja karena teringat tenggat waktu dan tugas menumpuk.
Mengenakan piyama saat rapat menjadi cara sederhana menjaga rasa nyaman di tengah tekanan pekerjaan.
Pakaian yang dikenakan ternyata dapat memengaruhi suasana hati seseorang secara signifikan setiap harinya.
Memilih bahan yang lembut membantu seseorang mengatur emosinya sekaligus tetap merasa tenang saat bekerja.
2. Sarapan sambil menyelesaikan pekerjaan
Bekerja dari rumah memberi keleluasaan waktu tanpa harus terburu-buru berangkat menuju kantor setiap pagi.
Kebiasaan menunda bangun pagi ini bukan tanda malas, melainkan bentuk lain dari fleksibilitas waktu kerja.
Penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas jadwal kerja dapat mengurangi stres sekaligus meningkatkan kepuasan kerja seseorang.
Menyantap sarapan sambil membalas email menjadi kebiasaan wajar bagi pekerja dengan jadwal yang lebih longgar.
3. Mematikan mikrofon untuk menegur keluarga
Keluarga selalu menjadi pihak pertama yang mendukung seseorang dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari.
Namun keterbatasan ruang di rumah membuat suasana bising sulit dihindari selama jam kerja berlangsung.
Mematikan mikrofon sejenak untuk menegur keluarga menjadi cara praktis menjaga fokus saat sedang bekerja.
Kebiasaan ini menunjukkan usaha menyeimbangkan kasih sayang keluarga dengan tuntutan profesionalisme pekerjaan.
4. Curhat kepada hewan peliharaan layaknya rekan kerja
Koneksi dengan rekan kerja sering terasa berbeda ketika seseorang mulai bekerja dari rumah.
Kesempatan makan siang bersama rekan kerja pun menjadi sesuatu yang jarang lagi dapat dilakukan.
Kondisi ini membuat sebagian orang beralih curhat kepada hewan peliharaan di rumah masing-masing.
Melampiaskan emosi kepada hewan peliharaan menjadi cara sederhana meredakan tekanan di tengah hari kerja.
5. Menyesuaikan waktu mandi dengan jadwal kerja
Keuntungan tersembunyi bekerja dari rumah adalah keleluasaan menentukan waktu mandi di tengah hari kerja.
Selama pekerjaan sudah selesai, waktu luang dapat digunakan sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Kebiasaan ini terasa sangat membantu terutama bagi orang tua yang memiliki banyak tanggung jawab lain.
Menyisihkan waktu singkat untuk mandi di sela pekerjaan menjadi cara efektif mengatur waktu secara bijak.
6. Menyadari belum berbicara selama berjam-jam
Salah satu keuntungan bekerja dari rumah adalah tidak perlu melakukan basa-basi sepanjang hari kerja.
Keheningan selama berjam-jam menjadi hal yang wajar dialami ketika jadwal rapat tidak terlalu padat.
Bagi orang yang bekerja di kantor, kebiasaan ini mungkin terdengar aneh dan kurang wajar.
Meski begitu, seseorang tetap bertanggung jawab menjaga interaksi sosial di luar waktu kerja hariannya.
7. Membalas email sambil berbaring di tempat tidur
Produktivitas tetap terjaga meski pekerjaan diselesaikan sambil berbaring di tempat tidur pribadi.
Selama tugas selesai tepat waktu dan menghadiri setiap rapat, kebiasaan ini dianggap wajar dilakukan.
Fleksibilitas dalam bekerja terbukti menjadi kunci penting meningkatkan produktivitas seseorang secara keseluruhan.
Menilai cara kerja seseorang secara berlebihan justru dianggap kurang relevan di era kerja fleksibel ini.
8. Bergegas berpakaian untuk panggilan kerja mendadak
Rapat mendadak sering menjadi momok tersendiri karena mengacaukan rencana yang sudah disusun sebelumnya.
Ketika panggilan video mendadak muncul, seseorang harus segera mengenakan pakaian yang pantas ditampilkan.
Situasi ini mungkin terdengar tidak profesional bagi orang yang bekerja di kantor secara langsung.
Namun bagi pekerja rumahan, kejadian semacam ini menjadi bagian biasa dari keseharian bekerja.
9. Memasak makan malam saat masih dalam jam kerja
Waktu luang setelah menyelesaikan tugas harian sering dimanfaatkan untuk menyiapkan makan malam keluarga.
Kebiasaan ini terdengar tidak biasa, namun sebenarnya wajar karena tugas kerja sudah diselesaikan sepenuhnya.
Memasak sambil menunggu waktu selesai kerja menjadi cara memanfaatkan waktu secara lebih produktif.
Kebiasaan ini menunjukkan kemampuan mengatur waktu dengan baik tanpa mengorbankan tanggung jawab pekerjaan.
10. Melipat pakaian saat waktu istirahat kerja
Daftar pekerjaan rumah tangga sering menumpuk dan membutuhkan waktu tersendiri untuk diselesaikan.
Alih-alih menunggu akhir pekan, banyak pekerja rumahan memanfaatkan waktu istirahat untuk melipat pakaian.
Kebiasaan ini menunjukkan pengelolaan waktu yang baik demi menyelesaikan tugas rumah tangga secara efisien.
Manajemen waktu yang baik terbukti membuat seseorang merasa lebih bahagia sekaligus lebih produktif menjalani harinya.