← Beranda
7 Prinsip Hidup Sederhana yang Bikin Kehidupan Terasa Lebih Ringan Menurut Psikologi
Mohammad Maulana IqbalSelasa, 15 September 2026 | 18.03 WIB
Prinsip hidup sederhana yang bikin kehidupan terasa lebih ringan menurut psikologi./Magnific/ magnific

JawaPos.com - Hidup sederhana mengajarkan prinsip dasar yang dipercaya mampu membuat kehidupan seseorang terasa lebih ringan dijalani.

Setiap orang menghadapi ketidakpastian hidup dengan caranya masing-masing, termasuk mencari pegangan prinsip yang dapat diandalkan.

Prinsip sederhana yang terus terbukti berguna sepanjang waktu biasanya menjadi pegangan penting dalam menjalani kehidupan.

Dilansir dari laman YourTango pada Senin (14/9), berikut tujuh prinsip psikologi hidup sederhana yang dipercaya membuat kehidupan seseorang terasa jauh lebih ringan.

1. Berdamai dengan masa lalu agar tidak mengganggu masa kini

Setiap orang menyimpan penyesalan yang sewaktu-waktu dapat kembali muncul dan menimbulkan rasa sakit.

Masa lalu tidak dapat diubah, namun seseorang tetap bisa memilih untuk berdamai dengannya.

Membiarkan masa lalu terus membebani hanya akan menghambat langkah seseorang menjalani kehidupan saat ini.

Satu-satunya tempat seseorang dapat bertindak dan membuat perubahan nyata adalah masa sekarang.

2. Memberi waktu karena waktu mampu menyembuhkan segalanya

Terkadang seseorang tidak bisa langsung menemukan kekuatan untuk segera melanjutkan hidupnya.

Memberikan waktu bagi diri sendiri untuk pulih menjadi langkah penting yang tidak boleh dilewatkan.

Luka yang ditangani terlalu terburu-buru justru berisiko menjadi lebih parah di kemudian hari.

Meski meninggalkan bekas, proses penyembuhan yang tepat akan membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih baik.

3. Tidak perlu memikirkan pendapat orang lain secara berlebihan

Banyak luka batin seseorang berasal dari kata-kata yang diucapkan oleh orang lain.

Namun bukan tugas seseorang untuk terus membayangkan penilaian yang mungkin muncul dari pikiran orang lain.

Kebanyakan penilaian tersebut sebenarnya tidak pernah benar-benar terwujud dalam kenyataan sehari-hari.

Melepaskan kekhawatiran ini membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih tenang dan percaya diri.

4. Berhenti membandingkan kehidupan dengan orang lain

Membandingkan diri dengan orang lain hanya menciptakan permainan yang tidak pernah benar-benar dimenangkan.

Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda dan tidak sepenuhnya dapat dipahami orang lain.

Semakin jarang seseorang membandingkan diri, semakin besar pula kapasitas empati yang dimilikinya.

Menghindari perbandingan membantu seseorang mengurangi rasa cemburu dan meningkatkan kepercayaan terhadap dirinya sendiri.

5. Berhenti terlalu banyak berpikir dan menerima ketidaktahuan

Tidak semua hal membutuhkan pemikiran mendalam untuk dapat dijalani dengan baik.

Jawaban atas berbagai persoalan sering muncul justru ketika seseorang tidak terlalu memikirkannya.

Membuat pilihan dan berkomitmen menjalankannya menjadi langkah yang lebih penting dibanding terus meragukan diri.

Seseorang akan mengetahui kapan harus mengambil arah berbeda seiring berjalannya waktu dan pengalaman.

6. Menyadari bahwa kebahagiaan sepenuhnya berada di tangan sendiri

Hal yang paling diinginkan dalam hidup sebenarnya hanya dapat diberikan oleh diri sendiri.

Dunia luar hanya sebaik apa yang dilakukan seseorang terhadap pengalaman yang dijalaninya sendiri.

Menghargai dan merawat pengalaman hidup menjadi kunci penting menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Hanya diri sendiri yang mampu menyalakan kembali semangat hidup yang tersembunyi di dalam hati.

7. Tetap tersenyum karena masalah bukan hanya milik diri sendiri

Setiap orang memiliki tantangan hidupnya masing-masing yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.

Senyuman sederhana yang diberikan kepada sesama dapat memberikan dampak besar bagi orang di sekitarnya.

Masalah yang dialami sehari-hari sering kali tidak sebesar yang dibayangkan dalam gambaran hidup secara keseluruhan.

Selama masih mampu tersenyum, sikap tersebut sebaiknya terus dijaga dan dibagikan kepada orang lain.

EDITOR: Hanny Suwindari