← Beranda
Bukan Soal Penampilan, 10 Cara Ini Bisa Membuat Orang Senang Bergaul denganmu
Mohammad Maulana IqbalSenin, 14 September 2026 | 03.15 WIB
tips agar disukai orang dan senang di dekat kamu./Freepik/ pressfoto

JawaPos.com – Menjadi pribadi yang menyenangkan tidak selalu membutuhkan kepribadian yang sangat aktif atau kemampuan berbicara tanpa henti. Justru, sejumlah kebiasaan sederhana dalam berinteraksi dapat membuat orang lain merasa dihargai dan nyaman.

Cara seseorang mendengarkan, memberikan respons, hingga memperlakukan orang di sekitarnya dapat memengaruhi kualitas hubungan sosial. Sikap hangat dan konsisten juga membantu membangun kepercayaan dalam jangka panjang.

Dengan membiasakan diri memberikan perhatian dan menunjukkan ketulusan ketika berinteraksi, seseorang dapat menciptakan suasana positif yang membuat orang lain merasa betah.

Dilansir dari Geediting.com, terdapat sejumlah cara yang dapat dilakukan agar seseorang lebih mudah disukai dan membuat orang lain nyaman berada di dekatnya.

1. Berikan Perhatian Ketika Orang Berbicara

Di tengah banyaknya gangguan dari ponsel dan media sosial, perhatian penuh menjadi sesuatu yang sangat berarti. Ketika berbicara dengan seseorang, cobalah mengurangi distraksi dan benar-benar menyimak pembicaraannya.

Kontak mata, respons yang sesuai, serta tidak sibuk memainkan ponsel merupakan bentuk sederhana dari mendengarkan secara aktif.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa kamu menghargai keberadaan lawan bicara. Seseorang biasanya akan merasa lebih dekat dengan orang yang membuatnya merasa didengar dan dipahami.

2. Biasakan Tersenyum dengan Tulus

Senyuman yang muncul secara alami dapat membuat suasana percakapan menjadi lebih hangat. Sebaliknya, senyum yang dibuat-buat sering kali terasa berbeda.

Ekspresi wajah yang ramah dapat membantu orang lain merasa lebih santai ketika berinteraksi. Bahkan, suasana hati yang positif juga dapat menular kepada orang-orang di sekitar.

Karena itu, tidak ada salahnya memberikan senyum tulus ketika bertemu atau menyapa orang lain.

3. Ingat Hal Kecil tentang Orang Lain

Mengingat detail sederhana dari percakapan sebelumnya bisa memberikan kesan yang mendalam.

Misalnya, kamu masih mengingat makanan favorit teman, nama hewan peliharaannya, pekerjaan yang sedang dikerjakan, atau cerita yang pernah disampaikannya.

Perhatian semacam ini menunjukkan bahwa kamu benar-benar menyimak. Orang akan merasa dihargai karena cerita dan keberadaannya dianggap penting.

4. Berikan Pujian yang Spesifik dan Jujur

Pujian akan terasa lebih bermakna apabila diberikan berdasarkan sesuatu yang benar-benar kamu amati.

Daripada sekadar mengatakan seseorang hebat, kamu dapat mengapresiasi cara mereka menyelesaikan persoalan, menyampaikan ide, atau menghadapi situasi sulit.

Pujian yang tulus membuat seseorang merasa diakui. Namun, hindari memberikan pujian secara berlebihan karena ketulusan justru menjadi bagian terpenting dari apresiasi.

5. Sesuaikan Bahasa Tubuh Secara Natural

Keselarasan bahasa tubuh dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih nyaman. Misalnya, memberikan anggukan ketika seseorang berbicara atau menyesuaikan posisi tubuh secara wajar.

Dalam interaksi sosial, hal tersebut dikenal sebagai mirroring. Namun, bukan berarti kamu harus meniru setiap gerakan lawan bicara.

Lakukan secara alami agar percakapan terasa lebih mengalir dan tidak terkesan dibuat-buat.

6. Ketahui Kapan Harus Memberikan Ruang

Menjadi pribadi yang menyenangkan bukan berarti harus selalu menjadi pusat perhatian.

Ada kalanya kamu perlu memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara, menunjukkan kemampuan, atau mendapatkan perhatian.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa kamu tidak selalu membutuhkan validasi. Orang pun akan merasa lebih nyaman karena tidak harus bersaing mendapatkan ruang ketika sedang bersamamu.

7. Bagikan Cerita yang Menarik

Percakapan akan terasa lebih hidup ketika tidak hanya berisi informasi singkat. Cerita mengenai pengalaman pribadi dapat membuat interaksi terasa lebih dekat.

Kamu bisa menceritakan pengalaman lucu, kejadian tidak terduga, atau pelajaran yang pernah didapatkan dari suatu peristiwa.

Namun, tetap perhatikan keseimbangan. Jangan sampai cerita pribadi justru membuat lawan bicara tidak mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalamannya.

8. Sebut Nama Lawan Bicara

Menyebut nama seseorang ketika berbicara dapat menciptakan kesan yang lebih personal.

Kebiasaan sederhana ini menunjukkan bahwa kamu mengenali dan memperhatikan orang tersebut sebagai individu, bukan sekadar seseorang yang kebetulan sedang berbicara denganmu.

Meski demikian, gunakan secara wajar agar tidak terdengar berlebihan atau dibuat-buat.

9. Jangan Takut untuk Tertawa

Tawa yang muncul secara alami dapat membuat interaksi terasa lebih santai. Humor juga bisa membantu mencairkan suasana ketika percakapan terasa kaku.

Tidak harus menjadi orang yang selalu melontarkan lelucon. Kemampuan menikmati humor orang lain dengan respons yang hangat pun sudah dapat membuat suasana menjadi lebih menyenangkan.

Yang terpenting, hindari humor yang merendahkan, mempermalukan, atau membuat orang lain tidak nyaman.

10. Jadilah Pribadi yang Konsisten

Kepercayaan tidak terbentuk hanya dalam satu kali pertemuan. Orang cenderung merasa nyaman dengan seseorang yang sikap dan perkataannya dapat diandalkan.

Berusaha menepati janji, menjaga ucapan, dan memperlakukan orang lain dengan baik secara konsisten akan membangun reputasi positif.

Konsisten bukan berarti harus selalu sempurna. Justru, menjadi pribadi yang dapat dipercaya ketika sedang senang maupun menghadapi masalah akan membuat hubungan sosial terasa lebih aman.

Pada akhirnya, menjadi pribadi yang disukai bukan berarti harus mengubah diri agar diterima semua orang. Ketulusan, kemampuan mendengarkan, menghargai orang lain, dan menjadi diri sendiri justru menjadi dasar penting untuk membangun hubungan yang sehat dan menyenangkan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho