← Beranda
Bukan Kurang Beruntung, 7 Sikap Ini Bisa Bikin Hidup Sulit Berkembang
Rabbany WanadrianiKamis, 10 September 2026 | 21.27 WIB
ilustrasi orang yang tidak maju dalam hidup. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Setiap orang tentu ingin mengalami kemajuan dalam kehidupan, baik dalam hal karier, hubungan, maupun perkembangan diri. Namun, tidak semua orang mampu keluar dari pola lama yang membuat kehidupannya terasa berjalan di tempat.

Kondisi tersebut dapat dipengaruhi berbagai hal. Ketakutan menghadapi perubahan, terlalu keras terhadap diri sendiri, hingga kecenderungan melihat segala sesuatu dari sisi negatif dapat membuat seseorang kesulitan berkembang.

Dilansir dari Geediting, psikologi mengidentifikasi sejumlah pola perilaku yang dapat menjadi penghambat seseorang untuk bergerak maju. Berikut tujuh di antaranya.

Baca Juga: Bukan Soal Barang Mewah, 8 Sikap Ini Justru Menunjukkan Wanita Berkelas

1. Selalu takut menghadapi perubahan

Perubahan sering kali menghadirkan ketidakpastian. Bagi sebagian orang, kondisi tersebut justru menimbulkan kecemasan sehingga mereka memilih bertahan dalam situasi yang sudah dikenal.

Masalahnya, sesuatu yang familiar belum tentu membawa seseorang menuju kondisi yang lebih baik. Keengganan mencoba hal baru dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk belajar, beradaptasi, dan menemukan pengalaman yang berharga.

2. Jarang melakukan introspeksi

Mengevaluasi diri merupakan bagian penting dari proses perkembangan pribadi. Dengan introspeksi, seseorang dapat memahami kesalahan, mengenali kebiasaan yang kurang baik, sekaligus mencari cara untuk memperbaikinya.

Sebaliknya, orang yang enggan melihat kembali tindakan dan keputusannya berisiko mengulangi kesalahan yang sama. Akibatnya, masalah yang serupa terus muncul tanpa adanya perubahan berarti.

3. Terjebak dalam perfeksionisme

Keinginan untuk memberikan hasil terbaik sebenarnya bukan sesuatu yang buruk. Namun, tuntutan untuk selalu sempurna justru dapat menjadi penghalang ketika standar yang dibuat terlalu tinggi dan sulit dicapai.

Seseorang yang perfeksionis cenderung lebih memperhatikan kekurangan daripada perkembangan yang sudah dicapai. Kesalahan kecil pun dapat dianggap sebagai kegagalan besar.

Jika berlangsung terus-menerus, pola tersebut dapat memicu rasa tidak puas terhadap diri sendiri dan membuat seseorang takut mengambil langkah berikutnya.

4. Selalu menghindari situasi yang tidak nyaman

Pertumbuhan pribadi tidak selalu terasa menyenangkan. Ada kalanya seseorang harus menghadapi kegagalan, kritik, ketidakpastian, atau pengalaman baru yang membuatnya tidak nyaman.

Jika setiap situasi sulit selalu dihindari, kesempatan untuk belajar juga ikut berkurang. Karena itu, sesekali menghadapi tantangan di luar kebiasaan dapat membantu seseorang membangun kemampuan dan kepercayaan diri.

5. Sulit melepaskan kesalahan dan luka masa lalu

Masa lalu memang tidak dapat diubah. Namun, sebagian orang tetap membawa kemarahan, penyesalan, atau rasa sakit dari pengalaman sebelumnya ke dalam kehidupannya saat ini.

Sulit memaafkan bukan berarti harus membenarkan kesalahan orang lain. Melepaskan beban emosional justru dapat menjadi cara untuk memberi ruang bagi diri sendiri agar kembali fokus pada kehidupan yang sedang dijalani.

6. Menganggap harus selalu mampu melakukan semuanya sendiri

Kemandirian merupakan kualitas yang positif. Akan tetapi, merasa harus menyelesaikan seluruh persoalan seorang diri dapat menjadi masalah tersendiri.

Meminta bantuan bukan tanda kelemahan. Dukungan dari keluarga, teman, mentor, atau orang yang memiliki keahlian tertentu justru dapat membantu seseorang menemukan sudut pandang baru dan menyelesaikan persoalan dengan lebih baik.

Ketika seseorang terlalu mempertahankan prinsip bahwa dirinya harus selalu mandiri, ia bisa saja melewatkan bantuan dan peluang belajar yang sebenarnya tersedia.

7. Lebih mudah melihat sisi negatif

Manusia memiliki kecenderungan untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap pengalaman atau informasi yang dianggap negatif. Kecenderungan tersebut dikenal sebagai negative bias atau bias negatif.

Jika tidak disadari, pola ini dapat membuat seseorang terus berfokus pada kegagalan, kekurangan, dan hal-hal yang tidak berjalan sesuai harapan.

Padahal, mengakui kemajuan kecil juga penting dalam proses perkembangan diri. Menghargai pencapaian, belajar dari kegagalan, dan melihat kemungkinan positif dapat membantu membangun cara berpikir yang lebih seimbang.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho