JawaPos.com - Psikologi sok keren sering tersembunyi di balik ucapan tertentu yang justru mengungkap rasa tidak percaya diri seseorang.
Sikap seolah tidak peduli terhadap apa pun sering digunakan sebagai cara menutupi rasa takut tidak disukai.
Meski berusaha tampil tenang dan acuh, sebagian orang justru mudah dikenali lewat ucapan yang sering terlontar.
Dilansir dari laman YourTango pada Kamis (10/9), berikut delapan ucapan psikologi sok keren yang sebenarnya mengungkap rasa tidak percaya diri di balik sikap tersebut.
Baca Juga: Perempuan Berhasil Terbebas Manipulasi Pasangan, Biasanya Memiliki 7 Sifat Kuat Menurut Psikologi
1. Menyatakan tidak peduli terhadap sesuatu
Seseorang yang berusaha tampil keren sering mengklaim tidak peduli agar terlihat tidak mudah terpengaruh.
Padahal sebenarnya mereka mungkin sangat peduli dan menyembunyikan kerentanan yang sesungguhnya dirasakan.
Sikap ini sering muncul sebagai respons terhadap luka lama atau rasa tidak aman yang tersembunyi.
Menyembunyikan perasaan sebenarnya justru menjauhkan mereka dari kesempatan menjalin hubungan yang tulus dengan orang lain.
2. Meremehkan antusiasme orang lain
Menunjukkan kegembiraan berlebihan terhadap sesuatu sering dianggap berlebihan oleh sebagian orang tertentu.
Mereka justru bersikap acuh atau meremehkan demi terlihat lebih unik dibanding orang di sekitarnya.
Sikap ini dianggap sebagai perilaku performatif untuk menonjolkan diri dengan melanggar aturan pergaulan.
Kemungkinan lain, mereka sebenarnya takut menunjukkan kebahagiaan tulus yang membuat dirinya terlihat rentan.
3. Mengaku tidak pernah mendengar hal populer
Berpura-pura tidak tahu tren populer menjadi cara lain menunjukkan sikap acuh terhadap lingkungan sekitar.
Mereka ingin terlihat sibuk dengan minat unik tanpa perlu mengikuti apa yang disukai orang lain.
Padahal berbagi minat justru dapat mempererat hubungan, bukan menciptakan jarak antara satu sama lain.
Sikap berpura-pura tidak tahu ini justru dapat membuat orang lain merasa dijauhi secara tidak langsung.
4. Mengklaim selalu melakukan sesuka hati
Seseorang yang ingin terlihat keren sering menonjolkan kebebasan dalam mengambil keputusan hidupnya sendiri.
Padahal kenyataannya, tidak banyak orang benar-benar memiliki kebebasan sebesar yang mereka klaim tersebut.
Setiap orang tetap harus mematuhi aturan tertentu, terutama dari atasan maupun figur berwenang lainnya.
Klaim kebebasan ini sering hanya sekadar usaha menunjukkan diri melampaui batasan sosial yang berlaku.
5. Mengaku hanya bersikap jujur secara blak-blakan
Berbicara tanpa filter sering dianggap sebagai cara menunjukkan keunikan diri di mata orang lain.
Namun ucapan kasar tersebut justru dapat menyakiti orang lain dalam waktu yang lebih lama.
Klaim kejujuran blak-blakan ini sering menjadi alasan menghindari tanggung jawab atas dampak ucapannya sendiri.
Sikap ini justru lebih banyak menimbulkan kerugian dibanding kesan positif yang diharapkan oleh pelakunya.
6. Mengaku jarang melakukan sesuatu yang dianggap kurang keren
Ketika ketahuan melakukan hal yang dianggap kurang keren, mereka cenderung membuat alasan pembenaran.
Mereka mengaku hal tersebut hanya kejadian langka demi menjaga kesan positif di mata orang lain.
Padahal kebanyakan orang sebenarnya tidak terlalu memperhatikan kebiasaan kecil yang dilakukan orang lain.
Rasa malu inilah yang sering mendorong seseorang membuat alasan demi menjaga citra dirinya sendiri.
7. Mengklaim sudah memikirkan ide yang sama
Ketika orang lain menyampaikan ide bagus, mereka cenderung mengklaim sudah memikirkannya terlebih dahulu.
Sikap ini sebenarnya adalah usaha mengambil alih ide orang lain demi terlihat lebih cerdas.
Namun ucapan semacam ini justru membuat orang lain merasa kurang nyaman berada di dekatnya.
Klaim ide ini sering dianggap lebih menyebalkan dibanding perilaku mengambil keuntungan secara materi.
8. Mengklaim sudah pernah melakukan pencapaian serupa
Ketika seseorang mencapai sesuatu, ada saja pihak lain yang mengklaim sudah lebih dulu melakukannya.
Sikap ini sering muncul dari keinginan terlihat lebih unggul dibanding pencapaian orang lain.
Namun kebiasaan ini justru merusak hubungan sosial dan membuat orang lain merasa tidak dihargai.
Sikap sok tahu semacam ini dapat dilakukan siapa pun, terlepas dari jenis kelamin seseorang.