← Beranda
Bukan Sekadar Karisma, 7 Kebiasaan Ini Bikin Kehadiran Seseorang Terasa Menyenangkan
Lania MonicaRabu, 9 September 2026 | 23.54 WIB
Ilustrasi orang yang selalu membawa energi positif di manapun mereka berada (freepik)

JawaPos.com – Ada orang-orang tertentu yang mampu membuat suasana terasa lebih nyaman hanya dengan kehadirannya. Ketika mereka datang, percakapan terasa lebih ringan dan orang-orang di sekitarnya pun ikut merasa bersemangat.

Kesan tersebut sering kali dianggap sebagai hasil dari karisma atau kepribadian yang memang menyenangkan sejak lahir. Padahal, energi positif yang terpancar dari seseorang juga dapat terbentuk melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Menariknya, menjadi pribadi yang membawa suasana positif tidak mengharuskan seseorang selalu ceria atau memiliki kepribadian ekstrovert. Orang yang cenderung pendiam pun dapat memberikan pengaruh positif kepada lingkungan melalui sikap dan kebiasaan sehari-hari.

Dilansir dari laman Geediting, berikut tujuh kebiasaan yang sering dimiliki orang-orang yang mampu menghadirkan energi positif di berbagai situasi.

Baca Juga: Tanpa Disadari, 7 Kebiasaan Ini Sering Muncul pada Orang yang Berpikir Negatif

1. Mengawali Hari dengan Pikiran yang Baik

Orang yang mampu menjaga energi positif biasanya tidak membiarkan suasana hati menentukan jalannya hari begitu saja.

Mereka berusaha memulai pagi dengan aktivitas yang membuat pikiran lebih tenang, seperti mengingat hal-hal yang patut disyukuri, mendengarkan musik favorit, membaca sesuatu yang inspiratif, atau menikmati beberapa menit dalam suasana hening.

Kebiasaan tersebut membantu mereka mempersiapkan kondisi mental sebelum menghadapi berbagai aktivitas dan persoalan sepanjang hari.

2. Benar-Benar Mendengarkan Saat Orang Lain Berbicara

Menjadi pendengar yang baik merupakan salah satu bentuk energi positif yang sering kali tidak disadari.

Orang yang memiliki kebiasaan ini tidak sibuk memikirkan jawaban ketika lawan bicara sedang berbicara. Mereka memberikan perhatian, melakukan kontak mata, dan sesekali mengajukan pertanyaan yang menunjukkan ketertarikan.

Mereka juga berusaha mengingat cerita atau detail yang pernah disampaikan sebelumnya. Sikap sederhana tersebut dapat membuat seseorang merasa diperhatikan dan dihargai.

3. Berani Mengatakan “Tidak” Ketika Diperlukan

Menjaga energi bukan berarti harus selalu memenuhi keinginan orang lain.

Seseorang yang mampu memancarkan energi positif biasanya memahami batas kemampuan dirinya. Mereka tidak takut menolak permintaan ketika hal tersebut sudah terlalu membebani atau mengganggu keseimbangan hidup.

Dengan menetapkan batasan yang sehat, mereka dapat menghindari kelelahan emosional. Hasilnya, ketika berinteraksi dengan orang lain, mereka dapat hadir dengan kondisi mental yang lebih baik.

4. Ikut Menghargai Keberhasilan Orang Lain

Orang dengan energi positif tidak merasa terancam oleh pencapaian orang di sekitarnya.

Mereka justru senang memberikan apresiasi, bahkan terhadap keberhasilan yang terlihat kecil. Ucapan selamat, pertanyaan tentang perkembangan suatu pekerjaan, atau sekadar menunjukkan rasa ikut bahagia dapat memberikan dampak besar.

Kebiasaan memberikan apresiasi juga membantu menciptakan hubungan yang lebih hangat karena orang lain merasa pencapaiannya diperhatikan.

5. Menjaga Kondisi Tubuh dan Pikiran

Energi positif tidak hanya berkaitan dengan pola pikir. Kondisi fisik juga mempunyai peran penting.

Orang yang ingin menjaga suasana hati biasanya berusaha mendapatkan tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, bergerak atau berolahraga secara rutin, serta memberikan waktu untuk beristirahat.

Ketika tubuh tidak terlalu kelelahan, seseorang cenderung lebih mudah mengelola emosi dan menghadapi berbagai situasi tanpa cepat tersulut.

6. Memiliki Ketertarikan yang Tulus kepada Orang Lain

Dalam percakapan, orang yang membawa energi positif tidak selalu berusaha membuat dirinya menjadi pusat perhatian.

Sebaliknya, mereka menunjukkan rasa ingin tahu terhadap kehidupan orang lain. Pertanyaan seperti apa kegiatan yang sedang disukai, hal apa yang membuat mereka bersemangat, atau pengalaman menarik yang baru saja dialami dapat membuat percakapan berkembang lebih natural.

Ketertarikan yang tulus membuat interaksi terasa lebih personal. Lawan bicara pun biasanya lebih nyaman untuk berbagi cerita.

7. Menutup Percakapan dengan Kesan yang Hangat

Cara mengakhiri percakapan juga dapat menentukan kesan yang tertinggal.

Daripada mengakhiri pembicaraan secara terburu-buru atau datar, orang yang membawa energi positif biasanya memberikan penutup yang menyenangkan. Misalnya dengan mengucapkan terima kasih, memberikan semangat, atau menyampaikan harapan baik.

Walaupun hanya berlangsung beberapa detik, kebiasaan tersebut dapat membuat orang lain mengingat interaksi itu sebagai pengalaman yang menyenangkan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho