← Beranda
9 Bahasa Tubuh Tanda Kebohongan yang Bisa Dikenali Menurut Psikologi
Mohammad Maulana IqbalMinggu, 6 September 2026 | 19.48 WIB
Bahasa tubuh tanda kebohongan yang bisa dikenali menurut psikologi / foto : Magnific/ magnific

JawaPos.com – Psikologi kebohongan sering terlihat lewat bahasa tubuh dan ekspresi wajah yang tanpa sadar diperlihatkan seseorang.

Sebagian orang mampu mengenali kebohongan lewat pengamatan sederhana terhadap gestur dan ekspresi lawan bicaranya.

Kebohongan sering dilakukan demi memanipulasi orang lain tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap hubungan yang dijalani.

Dilansir dari laman YourTango pada Minggu (6/9), berikut sembilan tanda psikologi kebohongan yang biasa dikenali dari bahasa tubuh seseorang dalam percakapan sehari-hari.

Baca Juga: Tampak Bahagia tapi Hatinya Lelah, Kenali 8 Kebiasaan yang Perlu Diperhatikan Menurut Psikologi

1. Menghindari kontak mata saat berbicara

Kontak mata yang terjaga membantu memperkuat kepercayaan antara dua orang yang sedang berinteraksi.

Percakapan terasa lebih bermakna ketika kedua belah pihak saling menatap satu sama lain.

Penelitian menemukan bahwa menghindari tatapan mata sering dikaitkan dengan tanda seseorang tidak berkata jujur.

Kebiasaan ini menjadi petunjuk penting untuk menilai kejujuran seseorang saat sedang berbicara.

2. Menunjukkan ekspresi wajah yang halus namun mencurigakan

Kebohongan tidak selalu terlihat jelas, namun ekspresi kecil sering menjadi petunjuk yang terlewatkan.

Tanda seperti hidung kembang kempis, wajah memerah, atau gerakan mata cepat bisa menjadi indikasi.

Perubahan ekspresi ini muncul akibat peningkatan aktivitas otak saat seseorang sedang berbohong.

Orang yang peka terhadap ekspresi mikro biasanya mampu mengenali kebohongan dengan lebih mudah.

3. Menampilkan bahasa tubuh yang tertutup

Percakapan dengan orang jujur biasanya terasa hangat dan penuh keterbukaan sepanjang interaksi berlangsung.

Namun tidak semua orang menunjukkan sikap terbuka seperti ini saat berkomunikasi dengan orang lain.

Cara duduk atau posisi tangan sering menjadi petunjuk tersembunyi dari ketidakjujuran seseorang.

Gestur yang tidak selaras dengan percakapan bisa menjadi tanda seseorang sedang menutupi sesuatu.

4. Selalu menyalahkan orang lain dalam ceritanya

Beberapa orang selalu menempatkan dirinya sebagai korban dalam setiap cerita yang disampaikannya.

Kebiasaan mengakui kesalahan menjadi hal penting yang sering dihindari oleh orang dengan ego rapuh.

Mereka lebih memilih memanipulasi situasi agar orang lain merasa kasihan terhadap dirinya.

Pola cerita semacam ini sering menjadi tanda bahwa seseorang tidak sepenuhnya berkata jujur.

5. Hanya menceritakan hal yang membuatnya terlihat baik

Kehidupan sehari-hari tidak selalu penuh dengan momen yang menarik untuk diceritakan kepada orang lain.

Sebagian orang merasa perlu melebih-lebihkan cerita agar terlihat lebih mengesankan di mata orang lain.

Cerita yang terlalu sempurna atau sulit dipercaya sering menjadi tanda adanya kebohongan tersembunyi.

Kebiasaan ini menunjukkan kecenderungan seseorang menutupi kenyataan dengan cerita yang lebih menarik.

6. Mengubah nada suara secara tidak wajar

Nada suara sering mengungkapkan kebenaran meski seseorang berusaha menyembunyikannya lewat kata-kata.

Sikap ketus atau kasar bisa menjadi tanda seseorang sedang berusaha menutupi sesuatu.

Penelitian menunjukkan bahwa nada suara cenderung meninggi ketika seseorang sedang berbohong.

Perhatian terhadap perubahan nada suara dapat membantu mengenali niat sebenarnya dari lawan bicara.

7. Memberikan pujian berlebihan tanpa alasan jelas

Pujian memang selalu terasa menyenangkan bagi siapa pun yang menerimanya dalam percakapan.

Namun sebagian orang menggunakan pujian sebagai alat untuk memanipulasi kepercayaan orang lain.

Pujian yang digunakan demi keuntungan pribadi biasanya tidak memiliki makna yang tulus.

Kepercayaan yang menurun akibat pujian berlebihan sering menjadi celah bagi kebohongan untuk masuk.

8. Mengubah ritme percakapan secara tiba-tiba

Orang jujur biasanya tidak takut menghadapi percakapan panjang penuh pertanyaan dan tanggapan mendalam.

Namun orang yang terbiasa berbohong cenderung mengubah kecepatan bicara saat topik tertentu dibahas.

Mereka sering berusaha melewati bagian tertentu dengan cepat agar tidak tertangkap kebohongannya.

Perubahan ritme percakapan ini menjadi tanda mudah dikenali bagi orang yang jeli mengamati.

9. Menjelaskan detail secara berlebihan

Semakin banyak detail yang diberikan, semakin meyakinkan cerita tersebut terdengar bagi pendengarnya.

Namun otak manusia mengalami tekanan kognitif tinggi ketika sedang berusaha menyampaikan kebohongan.

Cerita yang terus berubah setiap kali diceritakan ulang bisa menjadi tanda ketidakjujuran seseorang.

Penjelasan berlebihan justru sering menjadi celah yang mengungkap kebohongan di balik cerita tersebut.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho