← Beranda
Semakin Bertambah Usia, 7 Perubahan Sikap Ini Bisa Menjadi Tanda Hilangnya Kepercayaan Diri
Rabbany WanadrianiKamis, 3 September 2026 | 04.46 WIB
ilustrasi orang yang kurang percaya diri. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Bertambahnya usia membawa banyak pengalaman yang dapat mengubah cara seseorang melihat dirinya sendiri. Berbagai kegagalan, tekanan, perubahan lingkungan, hingga pengalaman sosial terkadang membuat rasa percaya diri perlahan berkurang.

Penurunan kepercayaan diri tidak selalu terlihat secara jelas. Dalam kehidupan sehari-hari, kondisi tersebut justru bisa tercermin melalui kebiasaan kecil, cara berkomunikasi, hingga bagaimana seseorang mengambil keputusan.

Dilansir dari Geediting, terdapat sejumlah perilaku yang kerap dikaitkan dengan menurunnya rasa percaya diri seiring bertambahnya usia. Berikut di antaranya.

Baca Juga: Sering Tidak Sarapan, 4 Perubahan Ini Bisa Memengaruhi Pikiran dan Perilaku

1. Terlalu Sering Mengucapkan Maaf

Meminta maaf merupakan hal yang wajar ketika seseorang melakukan kesalahan. Namun, kebiasaan meminta maaf bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya bukan kesalahan dapat menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan.

Seseorang yang terlalu sering meminta maaf mungkin merasa khawatir membuat orang lain tidak nyaman atau takut dianggap merepotkan. Dalam beberapa kondisi, perilaku tersebut dapat mencerminkan keyakinan bahwa dirinya harus selalu mengalah demi menjaga hubungan.

2. Mulai Menghindari Tantangan

Ketika rasa percaya diri menurun, seseorang bisa menjadi lebih enggan mencoba sesuatu yang baru. Mereka mungkin memilih berada di zona nyaman karena merasa kemampuan yang dimiliki tidak cukup untuk menghadapi risiko kegagalan.

Padahal, menghindari tantangan terus-menerus justru dapat membuat seseorang semakin meragukan kemampuan dirinya. Rasa takut gagal akhirnya menjadi penghalang untuk mencoba berbagai kesempatan yang sebenarnya berpotensi membawa perkembangan positif.

3. Tidak Lagi Memperhatikan Diri Sendiri

Perubahan dalam cara seseorang merawat penampilan juga dapat menjadi salah satu tanda yang patut diperhatikan. Mereka yang sebelumnya senang menjaga penampilan mungkin mulai kehilangan minat untuk merawat diri.

Kondisi tersebut tidak selalu berarti seseorang sedang kehilangan kepercayaan diri. Namun, jika perubahan berlangsung bersamaan dengan perasaan tidak berharga atau semakin tidak nyaman terhadap diri sendiri, hal itu bisa menjadi sinyal adanya persoalan dalam cara memandang diri.

4. Kerap Menjadikan Diri Sendiri sebagai Bahan Olok-olok

Humor mengenai kekurangan diri sesekali bisa menjadi cara seseorang mencairkan suasana. Masalah dapat muncul ketika kebiasaan tersebut dilakukan berulang kali dan hampir selalu bernada negatif.

Terlalu sering merendahkan diri di hadapan orang lain mungkin menunjukkan adanya keraguan terhadap kemampuan atau nilai diri sendiri. Candaan tersebut terkadang digunakan sebagai cara untuk menyembunyikan rasa tidak aman sebelum orang lain sempat memberikan penilaian.

5. Semakin Sering Menarik Diri

Kepercayaan diri yang menurun juga dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman berada di tengah lingkungan sosial. Akibatnya, mereka mulai mengurangi interaksi, menolak ajakan berkumpul, atau lebih sering memilih menyendiri.

Sesekali membutuhkan waktu untuk diri sendiri merupakan hal yang normal. Namun, apabila seseorang terus menjauh dari lingkungan dan merasa tidak nyaman bertemu orang lain, perubahan tersebut layak diperhatikan.

6. Terjebak dalam Overthinking

Ketika keyakinan terhadap kemampuan diri melemah, keputusan sederhana pun bisa terasa sulit. Seseorang mungkin berkali-kali memikirkan pilihan yang tersedia karena takut mengambil langkah yang salah.

Kebiasaan mempertimbangkan segala sesuatu secara berlebihan dapat berujung pada keragu-raguan dan penundaan. Bahkan setelah keputusan dibuat, mereka masih mungkin mempertanyakan apakah pilihan tersebut sudah benar.

7. Terus Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Media sosial membuat seseorang semakin mudah melihat pencapaian, penampilan, maupun kehidupan orang lain. Jika tidak disikapi secara bijak, paparan tersebut dapat memicu kebiasaan membandingkan diri.

Orang yang sedang mengalami penurunan rasa percaya diri mungkin lebih mudah merasa tertinggal ketika melihat keberhasilan orang lain. Mereka hanya melihat sisi terbaik kehidupan orang lain, lalu menggunakannya sebagai tolok ukur untuk menilai dirinya sendiri.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho