← Beranda
Bukan Cuma Faktor Usia, 8 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Wajah Tampak Lebih Tua
Rabbany WanadrianiMinggu, 30 Agustus 2026 | 22.26 WIB
ilustrasi orang yang sedang becermin. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Bertambahnya usia merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari. Namun, sejumlah kebiasaan yang dilakukan setiap hari ternyata dapat memengaruhi kondisi tubuh dan membuat seseorang tampak lebih tua dibandingkan usia sebenarnya.

Pola makan, kualitas tidur, aktivitas fisik hingga cara seseorang mengelola stres memiliki kaitan dengan kesehatan secara keseluruhan. Karena itu, menjaga pola hidup sehat menjadi salah satu langkah penting untuk memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan.

Penuaan dini tidak selalu ditandai dengan kerutan atau garis halus di wajah. Kondisi tersebut juga dapat terlihat dari kulit yang semakin kusam, tubuh mudah lelah, nyeri pada persendian hingga menurunnya kemampuan kognitif.

Faktor keturunan memang dapat memengaruhi proses penuaan. Namun, gaya hidup juga memiliki peran besar. Beberapa kebiasaan yang tampak sederhana justru dapat mempercepat perubahan tersebut jika dilakukan terus-menerus.

Baca Juga: 4 Kebiasaan yang Membuat Orang dengan Ketahanan Mental dan Emosional Rendah Cepat Merasa Lemah

Dilansir dari English Jagran, berikut delapan kebiasaan yang dapat membuat seseorang terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.

1. Jarang menggunakan sunscreen

Paparan sinar matahari menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penuaan dini pada kulit. Sinar ultraviolet dapat merusak struktur kulit dan memicu munculnya berbagai tanda penuaan.

Selain paparan matahari, paparan cahaya dari perangkat elektronik juga kerap menjadi perhatian, terutama bagi orang yang menghabiskan banyak waktu di depan layar.

Karena itu, penggunaan sunscreen secara rutin dapat menjadi bagian dari perawatan kulit sehari-hari. Bagi mereka yang banyak beraktivitas di depan perangkat digital, perlindungan tambahan terhadap paparan cahaya berenergi tinggi yang terlihat atau HEV juga dapat dipertimbangkan.

2. Pola tidur berantakan

Tidur memberikan kesempatan bagi tubuh untuk melakukan pemulihan setelah beraktivitas sepanjang hari. Kurang tidur dapat membuat wajah terlihat lelah, mata tampak sembap, serta kulit menjadi kurang segar.

Tidak hanya kondisi fisik, pola tidur yang buruk juga dapat berpengaruh terhadap fungsi otak. Kebiasaan tidur yang tidak teratur dalam jangka panjang dapat dikaitkan dengan gangguan daya ingat dan kesehatan kognitif.

Untuk menjaga kualitas tidur, usahakan memiliki waktu tidur dan bangun yang konsisten. Mengurangi penggunaan ponsel atau perangkat elektronik menjelang waktu tidur juga dapat membantu menciptakan rutinitas tidur yang lebih baik.

3. Terlalu banyak mengonsumsi gula

Makanan dan minuman tinggi gula bukan hanya berisiko menyebabkan berat badan bertambah. Konsumsi gula berlebihan juga dapat berkaitan dengan proses peradangan dalam tubuh.

Peradangan yang berlangsung terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan dan berpotensi mempercepat proses penuaan biologis.

Karena itu, batasi konsumsi gula tambahan dan makanan olahan. Pilih sumber karbohidrat yang lebih bernutrisi serta makanan utuh untuk membantu memenuhi kebutuhan tubuh.

4. Makan sambil terdistraksi

Kebiasaan makan sambil menatap layar ponsel atau melakukan aktivitas lain sering kali membuat seseorang tidak benar-benar memperhatikan makanan yang dikonsumsi.

Makan terlalu cepat dan tidak fokus juga dapat membuat seseorang sulit mengenali rasa kenyang. Dalam jangka panjang, pola makan yang kurang teratur dapat membuat kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi dengan baik.

Kekurangan nutrisi tertentu dapat tercermin pada kondisi tubuh, termasuk kulit, rambut dan kuku. Cobalah makan dengan lebih perlahan, menikmati makanan dan mengurangi gangguan dari perangkat elektronik.

5. Kurang minum air

Air memiliki peran penting dalam menjaga berbagai fungsi tubuh. Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air sehingga kebutuhan cairan perlu dipenuhi secara rutin.

Ketika tubuh mengalami kekurangan cairan, seseorang dapat merasa lebih lemas dan kurang berkonsentrasi. Dehidrasi juga dapat membuat kulit terlihat lebih kering.

Daripada menunggu sampai merasa sangat haus, biasakan memenuhi kebutuhan cairan secara berkala sepanjang hari. Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

6. Membiarkan stres menumpuk

Stres yang berlangsung terus-menerus dapat memberikan dampak terhadap kesehatan fisik maupun mental. Tekanan yang tidak dikelola dengan baik dapat membuat seseorang lebih mudah lelah dan memengaruhi kualitas hidup.

Dalam jangka panjang, stres kronis juga dapat memengaruhi berbagai proses biologis di dalam tubuh yang berkaitan dengan penuaan.

Karena itu, penting menyediakan waktu untuk relaksasi dan melakukan aktivitas yang membantu mengurangi tekanan. Menulis jurnal, berolahraga ringan, melakukan latihan pernapasan atau meluangkan waktu untuk bersyukur dapat menjadi beberapa pilihan sederhana.

7. Terlalu sering membungkuk di depan layar

Penggunaan laptop dan ponsel dalam waktu lama dapat membuat seseorang tanpa sadar mempertahankan posisi kepala dan leher yang membungkuk. Kondisi ini sering disebut sebagai "tech neck".

Postur tubuh yang buruk dapat menyebabkan ketegangan pada leher dan bahu. Posisi tubuh yang tidak ideal juga dapat membuat seseorang terlihat lebih lelah.

Cobalah melakukan peregangan secara berkala, mengatur posisi layar agar lebih sejajar dengan pandangan mata, serta memperhatikan posisi bahu dan punggung ketika bekerja atau menggunakan perangkat digital.

8. Mengonsumsi alkohol secara berlebihan

Konsumsi alkohol berlebihan dapat memberikan dampak negatif terhadap berbagai fungsi tubuh. Salah satu efek yang dapat terlihat adalah kondisi kulit yang lebih kering akibat terganggunya keseimbangan cairan tubuh.

Jika dilakukan terus-menerus, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat mengganggu kesehatan organ dan memengaruhi pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Karena itu, membatasi atau menghindari konsumsi alkohol merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Pada akhirnya, proses penuaan tidak bisa dihentikan sepenuhnya. Namun, kebiasaan sehari-hari yang lebih sehat dapat membantu menjaga kondisi tubuh dan membuat seseorang tetap bugar seiring bertambahnya usia.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho