JawaPos.com - Memasuki usia lanjut bukan berarti kemampuan berpikir harus ikut menurun. Ada banyak orang yang tetap aktif, mudah mempelajari sesuatu, dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan pikiran yang jernih meski usianya sudah mencapai 70-an.
Kondisi tersebut tentu dipengaruhi banyak faktor, termasuk kesehatan secara keseluruhan, lingkungan, aktivitas, dan kebiasaan hidup. Tidak ada satu rutinitas yang bisa menjamin seseorang terbebas dari penurunan fungsi kognitif. Namun, sejumlah kebiasaan sehat diketahui dapat membantu menjaga kesehatan otak dan mendukung kemampuan mental.
Dikutip dari Geediting, berikut delapan kebiasaan yang sering dikaitkan dengan orang lanjut usia yang tetap aktif secara mental.
Baca Juga: Mau Lebih Cerdas? Bangun 7 Kebiasaan Ini dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Senang Mempelajari Sesuatu yang Baru
Mereka yang tetap memiliki rasa ingin tahu biasanya tidak berhenti belajar hanya karena usia bertambah. Aktivitasnya pun tidak harus selalu berupa pendidikan formal.
Membaca buku, mendengarkan podcast, menonton dokumenter, mempelajari keterampilan baru, hingga mencoba resep masakan yang berbeda dapat menjadi cara untuk memberikan rangsangan kepada otak.
Kebiasaan tersebut membuat seseorang terus berinteraksi dengan informasi dan pengalaman baru sehingga pikirannya tetap terlatih.
2. Tidak Betah Berdiam Diri
Aktivitas fisik juga menjadi bagian penting dalam menjaga kebugaran secara keseluruhan. Lansia yang tetap aktif dapat memilih kegiatan yang sesuai dengan kemampuan tubuh, seperti berjalan kaki, bersepeda santai, berkebun, atau mengikuti latihan ringan.
Tubuh dan otak saling berkaitan. Aktivitas fisik secara teratur dapat mendukung kesehatan jantung dan sirkulasi darah, yang pada akhirnya juga penting bagi fungsi otak.
3. Meluangkan Waktu untuk Menenangkan Pikiran
Kemampuan memusatkan perhatian pada apa yang sedang dilakukan dapat membantu seseorang merasa lebih tenang. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah mindfulness atau latihan kesadaran penuh.
Tidak selalu membutuhkan metode rumit. Menikmati secangkir teh, memperhatikan suasana taman, mengamati lingkungan sekitar, atau mengambil waktu untuk bernapas dengan tenang bisa menjadi bagian dari rutinitas tersebut.
4. Memperhatikan Apa yang Dikonsumsi
Asupan makanan juga berhubungan dengan kesehatan tubuh, termasuk kesehatan otak. Pola makan seimbang yang kaya sayuran, buah, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk kesehatan jangka panjang.
Pola makan seperti MIND diet juga banyak dibahas karena menekankan konsumsi sejumlah makanan yang mendukung kesehatan otak serta membatasi makanan tertentu yang dikonsumsi berlebihan.
Namun, pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing orang.
5. Tetap Terhubung dengan Orang Lain
Menjaga hubungan dengan keluarga dan teman ternyata tidak hanya berkaitan dengan kehidupan sosial. Percakapan, bertukar cerita, mengikuti kegiatan komunitas, dan berinteraksi dengan orang lain juga memberikan stimulasi mental.
Karena itu, seseorang yang memasuki usia lanjut tetap dianjurkan memiliki lingkungan sosial yang sehat. Hubungan yang positif dapat memberikan rasa memiliki, mengurangi kesepian, dan membantu menjaga kesejahteraan emosional.
6. Menjadikan Tidur sebagai Prioritas
Tidur berkualitas merupakan bagian penting dari kesehatan. Ketika tidur, tubuh mendapatkan kesempatan untuk beristirahat dan otak menjalankan berbagai proses penting.
Menjaga waktu tidur dan bangun yang relatif konsisten dapat membantu membangun rutinitas yang lebih teratur. Kebiasaan sederhana seperti mengurangi aktivitas yang terlalu merangsang menjelang tidur juga dapat membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman.
7. Tidak Membiarkan Stres Berlarut-larut
Stres merupakan bagian dari kehidupan, tetapi stres yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental.
Orang yang mampu menjaga pikirannya tetap tenang biasanya memiliki cara masing-masing untuk mengelola tekanan. Berkebun, berjalan santai, membaca, bermeditasi, melakukan hobi, atau berbicara dengan orang yang dipercaya bisa menjadi pilihan.
Yang terpenting bukan menghilangkan seluruh stres, melainkan menemukan cara yang sehat untuk menghadapinya.
8. Memelihara Cara Pandang yang Optimistis
Sikap positif bukan berarti mengabaikan masalah. Sebaliknya, pola pikir yang lebih optimistis dapat membantu seseorang menghadapi perubahan hidup dengan lebih adaptif.
Menikmati hal-hal sederhana, menghargai hubungan dengan orang lain, bersyukur, dan tetap memiliki tujuan dapat membuat kehidupan di usia lanjut terasa lebih bermakna.
Pada akhirnya, menjaga ketajaman pikiran bukanlah hasil dari satu kebiasaan ajaib. Rutinitas sederhana yang dilakukan secara konsisten—mulai dari belajar, bergerak, tidur cukup, makan seimbang, bersosialisasi hingga mengelola stres—dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan otak seiring bertambahnya usia.