← Beranda
Bukan Sekadar Faktor Usia, 8 Kebiasaan Ini Disebut Membantu Menjaga Fungsi Kognitif
Lania MonicaRabu, 26 Agustus 2026 | 21.45 WIB
Ilustrasi orang yang pikirannya tetap tajam di usia 70-an (Geediting)

JawaPos.com - Memasuki usia lanjut tidak selalu berarti kemampuan berpikir harus menurun drastis. Sebagian orang tetap mampu belajar, mengingat berbagai hal, mengikuti perkembangan teknologi, serta menikmati aktivitas yang membutuhkan konsentrasi meski sudah berusia 70-an.

Tentu, kemampuan kognitif dipengaruhi banyak faktor, termasuk kesehatan, genetik, lingkungan, dan gaya hidup. Tidak ada satu kebiasaan yang dapat menjamin seseorang terbebas dari penurunan fungsi kognitif. Namun, menjalani pola hidup sehat dapat membantu menjaga kesehatan otak dan tubuh secara keseluruhan.

Dilansir dari Geediting, ada sejumlah kebiasaan yang kerap dikaitkan dengan upaya mempertahankan ketajaman mental di usia lanjut. Berikut delapan di antaranya.

Baca Juga: Orang yang Tetap Sehat hingga Usia Lanjut Biasanya Menerapkan 8 Kebiasaan Ini dalam Kehidupan Sehari

1. Senang Mempelajari Sesuatu yang Baru

Orang yang tetap aktif secara mental biasanya tidak berhenti belajar hanya karena sudah menyelesaikan pendidikan formal. Mereka terus mencari pengalaman dan pengetahuan baru dalam kehidupan sehari-hari.

Membaca buku, mendengarkan podcast, menonton dokumenter, mempelajari keterampilan baru, atau mencoba resep berbeda di dapur dapat menjadi aktivitas yang membuat pikiran tetap aktif.

Kebiasaan tersebut juga membuat rutinitas sehari-hari terasa lebih menarik karena selalu ada hal baru untuk dipelajari.

2. Tetap Rajin Bergerak

Aktivitas fisik bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan otak. Karena itu, orang lanjut usia tetap dianjurkan untuk menyesuaikan aktivitas fisik dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

Berjalan kaki, bersepeda santai, melakukan latihan keseimbangan, atau mengikuti aktivitas olahraga ringan bisa menjadi pilihan. Konsistensi lebih penting daripada memaksakan olahraga berat.

Menjaga tubuh tetap aktif juga membantu seseorang mempertahankan kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

3. Melatih Kesadaran dan Fokus

Memberikan waktu untuk berhenti sejenak dari kesibukan dapat membantu seseorang lebih fokus terhadap apa yang sedang dilakukan. Salah satu caranya adalah melalui praktik mindfulness atau kesadaran penuh.

Aktivitas sederhana seperti menikmati minuman sambil memperhatikan lingkungan sekitar, berjalan santai, atau melakukan latihan pernapasan dapat menjadi momen untuk menenangkan pikiran.

Kebiasaan ini membantu seseorang tidak terus-menerus terjebak dalam kekhawatiran mengenai masa depan maupun berbagai hal yang telah berlalu.

4. Memperhatikan Asupan Makanan

Apa yang dikonsumsi sehari-hari turut berperan dalam menjaga kesehatan tubuh dan otak. Pola makan seimbang dengan beragam sumber nutrisi dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat pada usia lanjut.

Sayuran, buah-buahan, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat dimasukkan ke dalam menu harian sesuai kebutuhan. Sebaliknya, konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh sebaiknya tidak berlebihan.

Pola makan seperti konsep MIND diet juga sering dibahas dalam kaitannya dengan kesehatan otak, meski pola makan bukan satu-satunya faktor yang menentukan fungsi kognitif seseorang.

5. Tidak Mengabaikan Kehidupan Sosial

Interaksi dengan orang lain juga dapat menjadi stimulasi mental. Berbicara dengan keluarga, bertemu teman, mengikuti kegiatan komunitas, atau terlibat dalam aktivitas sosial membuat seseorang tetap memiliki hubungan dan kegiatan yang bermakna.

Percakapan mengharuskan seseorang mendengarkan, mengingat informasi, merespons, serta memahami sudut pandang orang lain. Selain itu, hubungan sosial yang baik dapat membantu mengurangi rasa kesepian.

Karena itu, menjaga pertemanan dan hubungan keluarga menjadi bagian yang tidak kalah penting dari gaya hidup sehat.

6. Memprioritaskan Tidur Berkualitas

Tidur yang cukup memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat, sementara otak tetap menjalankan berbagai proses penting. Kualitas tidur juga berkaitan dengan perhatian, suasana hati, dan kemampuan berpikir.

Menjaga jadwal tidur dan bangun yang relatif konsisten dapat membantu membangun rutinitas istirahat yang lebih baik. Kebiasaan sebelum tidur seperti membaca atau melakukan aktivitas santai juga bisa membantu menciptakan suasana yang lebih tenang.

Jika mengalami gangguan tidur terus-menerus, sebaiknya masalah tersebut tidak dianggap sepele dan dapat dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.

7. Menemukan Cara Sehat untuk Mengelola Stres

Stres yang berlangsung lama dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Karena itu, kemampuan mengelola tekanan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kualitas hidup.

Setiap orang dapat mempunyai cara berbeda untuk bersantai. Berkebun, berjalan kaki, mendengarkan musik, melukis, berdoa, melakukan latihan pernapasan, atau menghabiskan waktu bersama orang terdekat dapat menjadi pilihan selama memberikan efek positif.

Yang terpenting, jangan membiarkan tekanan menumpuk tanpa mencari cara untuk mengatasinya.

8. Memelihara Sikap Optimistis

Kebiasaan terakhir berkaitan dengan cara seseorang memandang kehidupan. Memasuki usia lanjut tidak harus selalu dipandang sebagai masa ketika seseorang kehilangan kesempatan untuk berkembang.

Tetap memiliki tujuan, bersyukur atas hal-hal sederhana, menikmati aktivitas yang disukai, dan terbuka terhadap pengalaman baru dapat membuat kehidupan terasa lebih bermakna.

Sikap positif memang bukan obat untuk mencegah seluruh masalah kesehatan, tetapi dapat menjadi bagian dari pola hidup yang mendukung kesejahteraan emosional dan sosial.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho