JawaPos.com – Bertambahnya usia membawa banyak pengalaman yang dapat membentuk cara seseorang memandang dirinya sendiri. Namun, pengalaman hidup yang kurang menyenangkan, kegagalan, maupun perubahan lingkungan terkadang membuat rasa percaya diri perlahan menurun.
Kondisi tersebut tidak selalu terlihat secara langsung. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang mungkin justru menunjukkannya melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang sebelumnya tidak pernah dilakukan.
Dilansir dari Geediting, berikut tujuh perilaku yang dapat muncul ketika seseorang mulai kehilangan kepercayaan diri seiring bertambahnya usia.
Baca Juga: Jarang Dipeluk Waktu Kecil, Ini 7 Pola Perilaku yang Mungkin Terbawa hingga Dewasa
1. Terlalu Sering Meminta Maaf
Meminta maaf ketika melakukan kesalahan merupakan hal yang baik. Namun, jika seseorang terus meminta maaf bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya bukan kesalahannya, kebiasaan tersebut dapat menunjukkan adanya keraguan terhadap diri sendiri.
Rasa takut mengecewakan orang lain, keengganan menghadapi konflik, atau kekhawatiran dianggap merepotkan bisa menjadi alasan seseorang terlalu sering mengatakan maaf.
2. Mulai Menghindari Tantangan
Orang yang sebelumnya berani mencoba hal baru bisa berubah menjadi lebih berhati-hati ketika rasa percaya dirinya menurun.
Mereka mungkin memilih menghindari kesempatan tertentu karena takut gagal atau merasa kemampuan yang dimiliki tidak cukup. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut justru dapat membuat ruang berkembang menjadi semakin sempit.
3. Tidak Lagi Memperhatikan Penampilan
Menurunnya perhatian terhadap penampilan juga bisa menjadi salah satu perubahan yang terlihat. Seseorang mungkin tidak lagi bersemangat merawat diri atau memilih pakaian yang membuatnya merasa nyaman dan percaya diri.
Meski demikian, perubahan penampilan tentu tidak selalu berarti seseorang kehilangan kepercayaan diri. Faktor kesibukan, kondisi ekonomi, kenyamanan, maupun perubahan gaya hidup juga dapat menjadi penyebab.
4. Terlalu Sering Merendahkan Diri
Humor dengan menjadikan diri sendiri sebagai bahan lelucon sebenarnya bukan sesuatu yang buruk. Namun, apabila seseorang terus-menerus menyebut dirinya tidak mampu, tidak menarik, atau lebih buruk dibandingkan orang lain, hal tersebut patut diperhatikan.
Kebiasaan meremehkan diri sendiri dapat menjadi cara untuk menyembunyikan rasa tidak aman sekaligus mencari penerimaan dari lingkungan sekitar.
5. Lebih Sering Menarik Diri
Penurunan kepercayaan diri juga dapat membuat seseorang semakin jarang terlibat dalam kegiatan sosial. Mereka mungkin menolak ajakan bertemu, memilih menghabiskan waktu sendirian, atau merasa tidak nyaman berada di tengah banyak orang.
Menikmati waktu sendiri tentu normal. Namun, jika menarik diri terjadi terus-menerus karena merasa tidak cukup baik atau takut dinilai orang lain, hal tersebut bisa menjadi tanda yang perlu diperhatikan.
6. Terjebak dalam Overthinking
Ketika keyakinan terhadap kemampuan diri melemah, mengambil keputusan sederhana pun bisa terasa sulit.
Seseorang mungkin terus memikirkan kemungkinan terburuk, mempertanyakan pilihannya, atau membutuhkan waktu sangat lama sebelum menentukan sesuatu. Keraguan yang berlebihan tersebut dapat membuat seseorang kehilangan banyak kesempatan.
7. Gemar Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Media sosial membuat seseorang semakin mudah melihat pencapaian, penampilan, maupun kehidupan orang lain. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini dapat memicu kebiasaan membandingkan diri.
Orang yang sering merasa dirinya tertinggal mungkin semakin fokus pada kekurangan sendiri dan melupakan pencapaian yang sudah dimiliki. Padahal, setiap orang mempunyai perjalanan, kondisi, dan waktu keberhasilan yang berbeda.