← Beranda
Bukan Antisosial, 7 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Seseorang Makin Sulit Didekati Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSelasa, 25 Agustus 2026 | 03.03 WIB
seseorang yang sulit diajak bergaul seiring bertambahnya usia (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Bertambahnya usia sering membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk cara seseorang membangun hubungan sosial. Jika dahulu seseorang mungkin mudah berkenalan dan terbuka terhadap lingkungan baru, kebiasaan tersebut bisa berubah setelah melewati berbagai pengalaman hidup.

Perubahan ini tidak selalu berarti seseorang menjadi tidak ramah atau antisosial. Pengalaman buruk, kesibukan, kebutuhan akan privasi, hingga keinginan memiliki hubungan yang lebih bermakna dapat memengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain.

Dilansir dari Geediting, terdapat sejumlah kebiasaan yang menurut sudut pandang psikologi dapat membuat seseorang semakin sulit diajak bergaul ketika usianya bertambah. Berikut beberapa di antaranya.

Baca Juga: Ingin Lebih Betah di Tempat Kerja? Terapkan 8 Kebiasaan Ini Mulai Besok

1. Terlalu Betah di Zona Nyaman

Memiliki rutinitas yang membuat hidup terasa aman memang memberikan kenyamanan. Namun, jika terlalu lama berada dalam lingkungan yang sama, seseorang bisa menjadi enggan mencoba pengalaman sosial baru.

Kebiasaan bertemu dengan orang yang itu-itu saja dan menjalani aktivitas yang sama setiap hari pada akhirnya dapat membuat interaksi dengan lingkungan baru terasa melelahkan atau bahkan tidak diperlukan.

2. Semakin Selektif Memilih Teman

Ketika masih muda, seseorang biasanya lebih mudah memperluas lingkaran pertemanan. Seiring bertambahnya usia, prioritas tersebut dapat berubah.

Alih-alih memiliki banyak teman, seseorang mungkin lebih memilih beberapa hubungan yang dianggap benar-benar dekat dan bermakna. Dalam psikologi sosial, kecenderungan menyederhanakan lingkaran pertemanan ini kerap dikaitkan dengan social pruning.

Dampaknya, orang tersebut bisa terlihat lebih tertutup meski sebenarnya hanya ingin menjaga hubungan yang dianggap penting.

3. Terlalu Menjaga Kehidupan Pribadi

Pengalaman hidup dapat membuat seseorang semakin berhati-hati ketika berbicara mengenai dirinya sendiri. Mereka mungkin tidak lagi mudah menceritakan masalah, keluarga, pekerjaan, maupun pengalaman pribadi kepada orang yang baru dikenal.

Menjaga batas pribadi tentu bukan sesuatu yang buruk. Namun, apabila dilakukan secara berlebihan, sikap tersebut bisa membuat orang lain kesulitan membangun kedekatan dan menganggapnya sebagai pribadi yang dingin.

4. Cepat Menilai Orang Lain

Pengalaman bertahun-tahun dapat membuat seseorang merasa lebih mampu membaca karakter orang. Namun, hal ini juga berpotensi membuat mereka terlalu cepat mengambil kesimpulan.

Alih-alih memberikan waktu untuk mengenal seseorang secara menyeluruh, mereka mungkin langsung menilai berdasarkan pengalaman atau kesan pertama. Dalam psikologi kognitif, kecenderungan menggunakan jalan pintas mental untuk mengambil keputusan dikenal sebagai heuristic thinking.

Jika terlalu sering dilakukan, kebiasaan tersebut dapat menghambat terbentuknya pertemanan baru.

5. Terlalu Sibuk dengan Rutinitas

Kesibukan pekerjaan, keluarga, dan berbagai tanggung jawab dapat mengurangi waktu untuk bersosialisasi. Setelah menjalani aktivitas yang padat, seseorang mungkin lebih memilih beristirahat daripada menerima ajakan bertemu.

Jika berlangsung terus-menerus, kesempatan untuk membangun dan mempertahankan hubungan sosial pun semakin sedikit. Rasa lelah setelah terlalu banyak berinteraksi juga dapat membuat seseorang membutuhkan lebih banyak waktu untuk dirinya sendiri.

6. Memiliki Standar Tinggi dalam Pertemanan

Semakin matang, seseorang biasanya semakin memahami karakter dan nilai yang dianggap penting dalam sebuah hubungan. Karena itu, mereka bisa menjadi lebih selektif dalam memilih teman.

Masalah muncul ketika standar tersebut menjadi terlalu tinggi. Seseorang mungkin mudah merasa tidak cocok hanya karena perbedaan kecil atau berharap orang lain selalu memiliki pandangan yang sama dengannya.

Kondisi ini dapat membuat hubungan baru lebih sulit berkembang dan meningkatkan kemungkinan munculnya rasa kecewa.

7. Sulit Mempercayai Orang Baru

Pengalaman dikecewakan, dikhianati, atau kehilangan kepercayaan kepada orang terdekat dapat meninggalkan pengaruh dalam hubungan berikutnya.

Seseorang mungkin kemudian menjadi sangat berhati-hati ketika bertemu orang baru. Mereka membangun batas emosional agar tidak kembali terluka.

Sikap waspada memang dapat membantu melindungi diri. Namun, jika dinding pertahanan terlalu tinggi, kesempatan untuk menemukan teman dan hubungan yang sehat juga bisa ikut berkurang.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho