← Beranda
9 Sifat Psikologis Orang yang Lebih Suka Belanja Online daripada ke Toko
Lania MonicaSenin, 24 Agustus 2026 | 05.44 WIB
Ilustrasi seseorang yang lebih suka belanja di toko online (Geediitng)

JawaPos.com - Bagi sebagian orang, belanja online bukan sekadar cara praktis untuk mendapatkan barang tanpa harus keluar rumah. Kebiasaan memilih marketplace dibandingkan toko fisik juga dapat berkaitan dengan bagaimana seseorang mengatur kenyamanan, waktu, energi sosial, hingga cara mengambil keputusan.

Dikutip dari Geediting, ada sejumlah kecenderungan psikologis yang kerap terlihat pada orang yang lebih nyaman berbelanja secara daring, terutama ketika mereka sengaja menghindari pusat perbelanjaan yang ramai. Namun, sifat-sifat ini bukan diagnosis psikologis dan tidak otomatis berlaku untuk setiap orang.

Berikut sembilan di antaranya.

Baca Juga: Terus Memikirkan Mantan? 7 Alasan Psikologis Mengapa Anda Masih Kepikiran Masa Lalu

1. Lebih Suka Memegang Kendali atas Pilihan

Orang yang nyaman berbelanja online umumnya menyukai kebebasan menentukan pilihan sendiri. Mereka dapat mencari barang, membandingkan harga, membaca ulasan, kemudian membeli tanpa harus mengikuti ritme orang lain.

Di toko fisik, keputusan terkadang dipengaruhi suasana sekitar, promosi, antrean, atau dorongan dari penjual. Belanja online memberikan ruang yang lebih luas untuk menentukan pilihan sesuai kebutuhan dan tempo pribadi.

2. Mudah Lelah di Lingkungan yang Terlalu Ramai

Keramaian tidak selalu menyenangkan bagi semua orang. Suara percakapan, musik, lampu, antrean, hingga banyaknya orang yang bergerak bersamaan dapat membuat sebagian individu cepat merasa lelah.

Jika seseorang lebih memilih berbelanja dari rumah, salah satu alasannya bisa saja karena mereka merasa lebih nyaman berada di lingkungan dengan rangsangan yang lebih terkendali. Kondisi tersebut dapat membantu menjaga fokus dan mengurangi rasa kewalahan.

3. Mengutamakan Kepraktisan

Bagi sebagian orang, kegiatan belanja merupakan kebutuhan yang harus diselesaikan secara efisien, bukan aktivitas untuk mencari hiburan.

Dengan belanja online, mereka dapat menggunakan fitur pencarian, menyaring produk, membandingkan harga, hingga menyelesaikan pembayaran dalam waktu relatif singkat. Pola ini menunjukkan kecenderungan untuk mencari cara yang praktis dan hemat waktu.

4. Pandai Mengelola Energi Sosial

Tidak semua orang menikmati interaksi dengan banyak orang dalam waktu bersamaan. Ada individu yang merasa energinya lebih cepat terkuras setelah berada di lingkungan ramai.

Belanja online memungkinkan mereka memenuhi kebutuhan tanpa harus berhadapan dengan banyak orang. Hal tersebut tidak berarti mereka membenci kehidupan sosial. Mereka mungkin hanya lebih selektif dalam menentukan kapan dan dengan siapa energi sosialnya digunakan.

5. Cenderung Menghindari Stres yang Bisa Diprediksi

Bayangkan harus mencari tempat parkir, menghadapi antrean panjang, mencari produk yang tidak kunjung ditemukan, kemudian menunggu pembayaran. Bagi sebagian orang, rangkaian pengalaman tersebut sudah cukup untuk menimbulkan stres.

Memilih belanja online dapat menjadi cara sederhana untuk menghindari sumber stres yang sebenarnya sudah dapat diperkirakan sebelumnya. Mereka cenderung memilih solusi yang membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih terkendali.

6. Menyukai Rutinitas dan Sistem yang Teratur

Belanja online menawarkan alur yang relatif jelas: mencari produk, memasukkannya ke keranjang, membayar, lalu menunggu pengiriman.

Orang yang menyukai struktur dan keteraturan mungkin merasa lebih nyaman dengan pola seperti ini. Mereka tidak harus menghadapi banyak situasi spontan yang dapat muncul ketika berbelanja langsung di toko.

7. Memiliki Kesadaran terhadap Batasan Pribadi

Berada di tempat ramai berarti harus berbagi ruang dengan banyak orang. Sentuhan tidak sengaja, orang yang berdiri terlalu dekat, atau suasana yang bising mungkin terasa mengganggu bagi sebagian individu.

Jika seseorang lebih nyaman berbelanja dari rumah, hal itu bisa menunjukkan bahwa mereka cukup memperhatikan kebutuhan akan ruang pribadi. Belanja online memberi mereka kesempatan untuk beraktivitas dalam lingkungan yang sepenuhnya berada dalam kendali sendiri.

8. Lebih Senang Memikirkan Keputusan Sebelum Membeli

Salah satu keuntungan belanja online adalah tersedianya waktu untuk mempertimbangkan pilihan. Pembeli dapat membandingkan beberapa produk, membaca ulasan, mengecek spesifikasi, bahkan memasukkan barang ke keranjang tanpa langsung melakukan pembayaran.

Kebiasaan tersebut dapat membantu seseorang mengurangi pembelian impulsif. Mereka cenderung ingin memastikan barang yang dipilih memang sesuai kebutuhan sebelum mengeluarkan uang.

9. Menjaga Energi untuk Hal yang Lebih Penting

Setiap orang memiliki batas energi dan perhatian yang berbeda. Bagi sebagian orang, menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan bukan aktivitas yang memberikan kepuasan sebanding dengan energi yang dikeluarkan.

Karena itu, mereka memilih alternatif yang lebih sederhana. Waktu dan tenaga yang tersisa dapat digunakan untuk bekerja, berkumpul bersama keluarga, beristirahat, atau menjalankan hobi.

Pada akhirnya, lebih menyukai belanja online tidak otomatis berarti seseorang pemalu, antisosial, atau tidak suka bertemu orang. Bisa jadi, mereka hanya menemukan cara yang paling sesuai dengan kebutuhan, karakter, serta cara mereka mengatur waktu dan energi.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho