JawaPos.com - Banyak orang mengira bahwa kreativitas adalah bakat bawaan. Seolah-olah seseorang terlahir sebagai pribadi kreatif, sementara yang lain hanya memiliki kemampuan biasa-biasa saja.
Padahal, psikologi menunjukkan gambaran yang jauh lebih menarik: kreativitas bukan hanya soal bakat, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan, lingkungan, cara berpikir, pengalaman, dan bagaimana seseorang memberi ruang bagi pikirannya untuk bekerja.
Kreativitas tidak selalu berarti mampu melukis dengan indah, menulis novel, menciptakan lagu, atau menghasilkan penemuan besar. Dalam kehidupan sehari-hari, kreativitas juga terlihat ketika seseorang menemukan cara baru menyelesaikan masalah, melihat sesuatu dari sudut pandang berbeda, menghubungkan dua gagasan yang sebelumnya tampak tidak berkaitan, atau menemukan pendekatan yang lebih efektif terhadap suatu pekerjaan.
Menariknya, meningkatkan kreativitas tidak selalu membutuhkan perubahan hidup yang ekstrem. Justru beberapa kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu seseorang menjadi lebih terbuka terhadap ide, lebih fleksibel dalam berpikir, dan lebih berani mengeksplorasi kemungkinan.
Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (22/8), jika Anda ingin meningkatkan kreativitas secara signifikan, berikut delapan kebiasaan sederhana yang layak dicoba.
1. Biasakan Mencatat Ide, Sekecil Apa Pun
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan orang adalah menganggap ide harus langsung bagus agar layak dicatat.
Padahal, ide kreatif sering kali muncul dalam bentuk yang belum matang. Sebuah gagasan yang awalnya terdengar sederhana atau bahkan aneh dapat berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih menarik setelah dipikirkan kembali.
Karena itu, biasakan membawa catatan kecil atau menggunakan aplikasi catatan di ponsel untuk merekam berbagai pemikiran yang muncul.
Tidak perlu menunggu mendapatkan inspirasi besar. Tuliskan pertanyaan menarik, pengamatan kecil, percakapan yang berkesan, kemungkinan solusi, judul tulisan, atau bahkan sesuatu yang membuat Anda penasaran.
Kebiasaan ini memiliki manfaat psikologis penting. Ketika otak mengetahui bahwa sebuah ide akan disimpan dan tidak harus langsung diselesaikan, Anda memberi ruang bagi pikiran untuk terus mengeksplorasinya.
Cobalah membuat aturan sederhana:
Jangan menilai ide ketika pertama kali mencatatnya.
Tugas Anda hanya mengumpulkannya.
Penilaian dapat dilakukan nanti.
Semakin banyak bahan mental yang Anda kumpulkan, semakin besar kemungkinan Anda menemukan hubungan baru di antara berbagai gagasan tersebut.
2. Luangkan Waktu untuk Melamun
Di tengah kehidupan yang penuh notifikasi, pesan, pekerjaan, dan hiburan digital, melamun sering dianggap sebagai aktivitas yang tidak produktif.
Padahal, memberi pikiran kesempatan untuk mengembara tanpa tujuan yang terlalu ketat dapat menjadi bagian penting dari proses kreatif.
Ketika seseorang tidak sedang berfokus secara intens pada satu tugas, pikiran dapat berpindah-pindah dari satu gagasan ke gagasan lain. Dalam kondisi seperti ini, berbagai pengalaman dan informasi yang sebelumnya tersimpan di dalam ingatan dapat saling berhubungan.
Itulah sebabnya ide menarik terkadang muncul ketika seseorang sedang mandi, berjalan kaki, duduk sendirian, atau menjelang tidur.
Tentu saja, ini bukan berarti Anda harus menghabiskan berjam-jam tanpa melakukan apa pun.
Cukup sediakan beberapa menit setiap hari untuk berada dalam keadaan tanpa stimulasi yang berlebihan.
Jauhkan ponsel.
Jangan langsung mencari hiburan.
Biarkan pikiran bergerak sendiri.
Mungkin awalnya terasa membosankan. Namun, setelah terbiasa, Anda mungkin mulai menyadari bahwa pikiran Anda menghasilkan berbagai kemungkinan yang sebelumnya tidak muncul ketika terus-menerus menerima rangsangan dari luar.
3. Biasakan Membaca Sesuatu di Luar Bidang Anda
Kreativitas sering kali muncul dari kemampuan menghubungkan hal-hal yang sebelumnya tampak tidak berhubungan.
Karena itu, jika Anda hanya mengonsumsi informasi dari satu bidang, bahan yang tersedia untuk dikombinasikan oleh otak juga menjadi lebih terbatas.
Misalnya, seseorang yang bekerja di bidang pemasaran tidak harus terus-menerus membaca buku pemasaran. Ia dapat mempelajari psikologi, sejarah, desain, biologi, filsafat, teknologi, atau bahkan seni.
Mengapa?
Karena perspektif dari bidang lain dapat memberikan cara baru untuk memahami masalah yang sedang dihadapi.
Bayangkan Anda sedang mencari ide untuk membuat sebuah produk. Pengetahuan tentang psikologi konsumen mungkin membantu, tetapi pemahaman tentang bagaimana alam menyelesaikan masalah tertentu juga bisa memberikan inspirasi.
Inilah alasan mengapa rasa ingin tahu memiliki hubungan erat dengan kreativitas.
Jangan hanya bertanya, “Apa yang saya perlukan untuk pekerjaan saya?”
Sesekali tanyakan juga:
“Apa yang membuat saya penasaran?”
Pertanyaan kedua dapat membawa Anda ke wilayah pengetahuan yang tidak terduga.
Dan justru di sanalah kombinasi ide baru sering ditemukan.
4. Berani Menghasilkan Ide yang Buruk
Ini mungkin terdengar bertentangan dengan kreativitas, tetapi salah satu penghambat terbesar kreativitas adalah keinginan untuk selalu menghasilkan sesuatu yang bagus.
Seseorang bisa memiliki banyak ide, tetapi semuanya berhenti di kepala karena ia terlalu cepat mengatakan:
“Ini tidak bagus.”
“Ini terlalu sederhana.”
“Orang lain pasti sudah pernah memikirkannya.”
“Bagaimana kalau gagal?”
Masalahnya, kreativitas membutuhkan eksplorasi.
Jika setiap gagasan langsung disensor, otak tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemungkinan yang lebih jauh.
Karena itu, cobalah latihan sederhana: buat target menghasilkan sejumlah ide tanpa memedulikan kualitasnya terlebih dahulu.
Misalnya, jika Anda sedang mencari ide artikel, jangan berusaha mendapatkan satu judul sempurna.
Buat 20 judul.
Sebagian mungkin biasa saja. Beberapa mungkin buruk. Bahkan mungkin ada yang terdengar konyol.
Tidak masalah.
Tujuannya bukan memastikan semua ide bagus.
Tujuannya adalah memperbanyak kemungkinan.
Sering kali, ide terbaik justru muncul setelah seseorang melewati beberapa ide pertama yang masih biasa-biasa saja.
5. Berjalan Kaki Tanpa Terlalu Banyak Gangguan
Kebiasaan sederhana lain yang dapat membantu proses kreatif adalah berjalan kaki.
Tidak perlu olahraga berat. Berjalan santai selama beberapa menit sambil membiarkan pikiran bergerak dapat menjadi kesempatan untuk melepaskan diri sejenak dari fokus yang terlalu sempit.
Ketika berjalan, Anda juga mendapatkan rangsangan dari lingkungan: suara, pemandangan, orang-orang, bangunan, percakapan, dan berbagai detail kecil.
Semua itu dapat menjadi bahan mentah bagi pikiran.
Yang lebih penting, berjalan memberikan perubahan konteks.
Jika Anda terlalu lama duduk di depan layar dan memaksakan diri menemukan solusi, terkadang masalah bukan terletak pada kurangnya kecerdasan, tetapi karena pikiran sudah terlalu lelah atau terlalu terpaku pada satu pola.
Mengubah aktivitas dapat membantu Anda melihat persoalan dari sudut yang berbeda.
Jadi, ketika mengalami kebuntuan, jangan selalu memaksa diri untuk terus duduk dan berpikir.
Cobalah bangun.
Berjalan sebentar.
Amati lingkungan.
Biarkan pikiran bernapas.
Terkadang solusi muncul justru ketika Anda berhenti mengejarnya secara langsung.
6. Berikan Ruang untuk Rasa Ingin Tahu
Orang kreatif bukan hanya orang yang memiliki banyak jawaban.
Sering kali, mereka adalah orang yang memiliki banyak pertanyaan.
Mereka tidak mudah puas dengan kalimat, “Memang sudah begitu.”
Mereka ingin mengetahui mengapa sesuatu terjadi, bagaimana sesuatu bekerja, dan apakah ada cara lain untuk melakukannya.
Karena itu, salah satu cara meningkatkan kreativitas adalah melatih rasa ingin tahu dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika melihat sesuatu, tanyakan:
“Mengapa?”
“Bagaimana jika sebaliknya?”
“Apakah ada cara yang lebih sederhana?”
“Apa yang terjadi jika saya mengubah satu bagian saja?”
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini terlihat sederhana, tetapi dapat memaksa otak keluar dari pola berpikir otomatis.
Cobalah menerapkannya bahkan pada aktivitas rutin.
Misalnya, jika Anda selalu melakukan pekerjaan dengan cara yang sama, tanyakan:
“Apakah cara ini memang paling efektif, atau hanya cara yang paling biasa saya lakukan?”
Pertanyaan sederhana tersebut dapat membuka pintu menuju eksperimen.
Dan eksperimen adalah salah satu bahan bakar kreativitas.
7. Jangan Takut Bosan
Kebosanan sering dianggap sebagai sesuatu yang harus segera dihilangkan.
Begitu tidak ada aktivitas, kita mengambil ponsel.
Ketika menunggu, kita membuka media sosial.
Saat sendirian, kita mencari video.
Akibatnya, hampir setiap celah waktu diisi oleh stimulasi.
Padahal, sedikit ruang kosong dapat memberi kesempatan kepada pikiran untuk berkelana.
Jika setiap kali merasa bosan Anda langsung mencari sesuatu untuk dikonsumsi, Anda mungkin kehilangan kesempatan untuk menghasilkan sesuatu.
Cobalah sesekali membiarkan diri merasa bosan.
Duduk tanpa membuka ponsel.
Menunggu tanpa menggulir layar.
Berjalan tanpa earphone.
Makan tanpa menonton video.
Pada awalnya mungkin terasa tidak nyaman. Namun, dari ruang kosong tersebut, pikiran dapat mulai mencari aktivitasnya sendiri.
Dan ketika tidak terus-menerus menerima informasi dari luar, Anda mungkin mulai memperhatikan pikiran, pertanyaan, kenangan, dan gagasan yang muncul dari dalam diri.
Bukan berarti teknologi harus dihindari.
Masalahnya bukan pada teknologi itu sendiri, melainkan pada ketidakmampuan kita untuk memberikan otak waktu tanpa stimulasi.
8. Biasakan Mengevaluasi dan Mengembangkan Ide Lama
Kreativitas tidak selalu berarti menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dari nol.
Terkadang kreativitas muncul ketika seseorang mengambil ide lama lalu melihatnya dengan cara berbeda.
Karena itu, jangan hanya mengumpulkan ide.
Kembali lagi ke ide-ide tersebut.
Buka catatan lama Anda.
Lihat tulisan yang pernah dibuat.
Periksa proyek yang pernah ditinggalkan.
Tanyakan:
“Apakah ada sesuatu dari ide ini yang sekarang bisa saya kembangkan?”
Pengetahuan dan pengalaman Anda terus berubah. Sesuatu yang tampak tidak berguna enam bulan lalu mungkin tiba-tiba menjadi relevan setelah Anda mendapatkan pengalaman baru.
Di sinilah pentingnya melakukan revisi.
Sebuah ide tidak harus sempurna ketika pertama kali muncul.
Ia dapat tumbuh melalui proses pengamatan, percobaan, kegagalan, dan perbaikan.
Justru kreativitas yang matang sering kali bukan hasil dari satu momen inspirasi, melainkan hasil dari proses panjang mengembangkan gagasan.
Kreativitas Lebih Banyak Dibangun daripada Ditunggu
Banyak orang menunggu inspirasi sebelum mulai menciptakan sesuatu.
Mereka berkata, “Saya akan menulis ketika mendapatkan ide.”
“Saya akan mulai ketika sedang kreatif.”
“Saya menunggu mood yang tepat.”
Masalahnya, kreativitas jarang bekerja sesederhana itu.
Sering kali, tindakan justru mendahului inspirasi.
Anda mulai membaca, kemudian menemukan ide.
Anda mulai menulis, kemudian menemukan sudut pandang baru.
Anda mulai menggambar, kemudian menemukan bentuk yang menarik.
Anda mulai bereksperimen, kemudian menemukan solusi.
Dengan kata lain, kreativitas bukan hanya sesuatu yang datang kepada kita. Kreativitas juga sesuatu yang dapat dipancing melalui aktivitas tertentu.
Delapan kebiasaan di atas sebenarnya memiliki satu kesamaan: semuanya memberikan lebih banyak kesempatan kepada pikiran untuk mengeksplorasi.
Mencatat ide membuat gagasan tidak cepat hilang.
Melamun memberikan ruang bagi pikiran untuk mengembara.
Membaca berbagai bidang memperkaya bahan mental.
Menghasilkan ide buruk mengurangi ketakutan terhadap penilaian.
Berjalan memberikan perubahan konteks.
Rasa ingin tahu membuka pertanyaan baru.
Kebosanan memberi ruang tanpa stimulasi.
Mengembangkan ide lama memungkinkan kombinasi baru muncul dari pengalaman yang sudah dimiliki.
Tidak perlu melakukan semuanya sekaligus.
Justru lebih baik memilih dua atau tiga kebiasaan yang paling mudah dilakukan, lalu menjadikannya bagian dari rutinitas harian.
Misalnya, mulai dengan mencatat lima ide setiap pagi dan berjalan selama 15 menit tanpa ponsel setiap sore.
Setelah terbiasa, tambahkan kebiasaan membaca sesuatu di luar bidang utama Anda.
Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan perubahan besar dalam cara Anda berpikir.
Pada akhirnya, kreativitas bukan hanya tentang menjadi “orang yang punya banyak ide”.
Kreativitas adalah kemampuan untuk melihat kemungkinan ketika orang lain hanya melihat keadaan yang sudah ada.
Dan kemampuan tersebut dapat dilatih.
Jadi, jika Anda merasa diri Anda bukan orang yang kreatif, jangan terlalu cepat menyimpulkan bahwa kreativitas bukan bagian dari diri Anda.
Mungkin Anda hanya belum cukup sering memberi kesempatan kepada pikiran untuk menjadi kreatif.
Mulailah dari hal sederhana.
Catat satu ide.
Ajukan satu pertanyaan.
Baca sesuatu yang berbeda.
Berjalan tanpa gangguan.
Biarkan diri Anda bosan.
Dan yang terpenting, jangan takut menghasilkan ide yang belum sempurna.
Karena sering kali, ide luar biasa tidak muncul sebagai ide luar biasa sejak awal. Ia tumbuh dari kebiasaan sederhana untuk terus berpikir, mencoba, mengamati, dan mengembangkan kemungkinan.*