JawaPos.com – Hubungan antara orang tua dan anak tidak berhenti ketika seorang anak memasuki usia dewasa. Justru pada fase tersebut, pola komunikasi dan cara orang tua memperlakukan anak perlu menyesuaikan diri.
Anak yang telah dewasa membutuhkan ruang untuk menentukan pilihan, membangun kehidupan sendiri, serta mengambil keputusan berdasarkan pengalaman yang dimilikinya. Di sisi lain, orang tua tetap dapat menjadi tempat pulang dengan memberikan dukungan tanpa terlalu mengendalikan.
Dalam psikologi, hubungan keluarga yang sehat dapat tumbuh melalui komunikasi terbuka, rasa saling menghargai, serta kemampuan memahami batasan masing-masing.
Dilansir dari geediting.com, berikut tujuh cara yang dapat dilakukan orang tua agar hubungan dengan anak yang sudah dewasa tetap dekat, penuh rasa hormat, dan hangat.
Baca Juga: Ingin Membangun Kembali Hubungan dengan Anak yang Sudah Dewasa? Lakukan 7 Perilaku Menurut Psikologi
1. Jangan buru-buru memberikan nasihat
Ketika anak sudah dewasa, tidak semua persoalan membutuhkan nasihat dari orang tua. Mereka telah memiliki pengalaman dan kemampuan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.
Memberikan masukan tanpa diminta secara terus-menerus justru dapat membuat anak merasa dikontrol atau dianggap belum mampu mengambil keputusan. Karena itu, orang tua sebaiknya terlebih dahulu menanyakan apakah anak membutuhkan pendapat sebelum memberikan saran.
Dengan begitu, orang tua tetap dapat menjadi sumber dukungan tanpa membuat anak merasa kehilangan kemandiriannya.
2. Terima pilihan hidup anak
Setiap orang memiliki pandangan berbeda mengenai pekerjaan, pasangan, tempat tinggal, maupun gaya hidup. Karena itu, orang tua tidak perlu memaksakan gambaran kehidupan yang dianggap paling ideal kepada anak.
Kritik yang terus-menerus terhadap pilihan anak dapat membuat mereka enggan bercerita karena khawatir akan dihakimi. Sebaliknya, memberikan ruang bagi anak untuk menjalani kehidupannya dapat membangun rasa percaya dan kedekatan emosional.
Tidak berarti orang tua harus selalu menyetujui setiap keputusan, tetapi perbedaan pilihan sebaiknya dibicarakan dengan penuh penghargaan.
3. Hargai batasan pribadi
Anak yang sudah dewasa memiliki kehidupan dan tanggung jawab sendiri. Mereka mungkin memiliki batasan tertentu mengenai waktu berkunjung, kehidupan rumah tangga, pekerjaan, hingga hubungan dengan pasangan.
Menghormati batasan tersebut merupakan bentuk pengakuan bahwa anak sudah mampu menjalani kehidupannya secara mandiri. Hindari mencampuri urusan pribadi tanpa persetujuan karena hal tersebut dapat memicu ketegangan.
Hubungan justru dapat menjadi lebih sehat ketika kedua pihak memahami ruang pribadi masing-masing.
4. Jadilah pendengar yang baik
Tidak semua percakapan dengan anak harus berakhir dengan solusi atau nasihat. Terkadang mereka hanya membutuhkan seseorang yang bersedia mendengarkan.
Saat anak bercerita, cobalah memberikan perhatian penuh tanpa buru-buru memotong pembicaraan atau menyimpulkan masalah. Tunjukkan bahwa perasaan dan pemikiran mereka penting.
Kebiasaan sederhana untuk mendengarkan dengan tulus dapat membuat anak merasa aman dan lebih nyaman untuk terbuka kepada orang tua.
5. Jangan terus mengungkit kesalahan lama
Kesalahan merupakan bagian dari proses seseorang dalam menjalani kehidupan. Jika anak pernah melakukan kesalahan, terus mengungkitnya tidak akan mengubah apa yang sudah terjadi.
Mengingatkan kesalahan masa lalu berulang kali justru dapat membuat anak merasa tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Lebih baik menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran dan memberikan kesempatan bagi hubungan untuk tumbuh.
Kemampuan saling memaafkan juga dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih ringan dan penuh pengertian.
6. Hindari terlalu mencampuri pola asuh cucu
Ketika anak sudah memiliki keluarga sendiri, orang tua mungkin memiliki banyak pengalaman yang ingin dibagikan. Namun, keputusan mengenai pola asuh sebaiknya tetap berada di tangan anak sebagai orang tua.
Alih-alih memaksakan cara yang dianggap benar, kakek dan nenek dapat menawarkan bantuan ketika memang dibutuhkan. Nasihat juga akan lebih mudah diterima apabila diberikan pada waktu dan situasi yang tepat.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa orang tua mempercayai kemampuan anak dalam menjalankan perannya sebagai ayah atau ibu.
7. Jangan ragu menunjukkan kasih sayang
Usia anak yang semakin dewasa bukan alasan untuk berhenti menunjukkan rasa sayang. Ungkapan sederhana seperti mengucapkan terima kasih, memberikan apresiasi, menanyakan kabar, atau mengatakan bahwa orang tua bangga terhadap mereka dapat memiliki arti besar.
Tidak semua orang dapat mengetahui perasaan orang lain hanya dari tindakan. Karena itu, sesekali mengungkapkan kasih sayang secara langsung dapat membantu menjaga kedekatan emosional.