← Beranda
Terlalu Lama Menghabiskan Waktu di Internet Berkaitan dengan Stres dan Mood Buruk, Ini Kata Studi!
Leni Setya WatiKamis, 20 Agustus 2026 | 13.00 WIB
Ilustrasi orang yang terlalu banyak menghabiskan waktu di internet (Magnific/Yanalya)

 

JawaPos.com - Menghabiskan terlalu banyak waktu di internet ternyata tidak hanya berkaitan dengan lamanya seseorang berada di depan layar.

Dilansir dari The Guardian, ada sebuah studi terbaru dari Jerman yang menemukan bahwa penggunaan internet yang bermasalah juga berhubungan dengan tingkat stres yang lebih tinggi, suasana hati yang lebih buruk, serta kecenderungan mengabaikan aktivitas lain dalam kehidupan sehari-hari.

Penelitian yang dilakukan akademisi dari Universitas Duisburg-Essen dan diterbitkan dalam jurnal PLOS One tersebut melibatkan sekitar 900 orang dewasa di Jerman pada 2025.

Para peserta merupakan orang-orang yang setidaknya pernah menggunakan internet untuk bermain gim, menonton pornografi, menggunakan media sosial, atau berbelanja online dalam satu tahun terakhir.

Baca Juga: Doomscrolling Berita Politik Bisa Bikin Kerja Makin Berat, Studi Ungkap Dampaknya

Penggunaan Internet Dikategorikan Berdasarkan Tingkat Masalahnya

Dalam penelitian tersebut, pola penggunaan internet peserta diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu tidak bermasalah, berisiko, dan patologis.

Penggunaan internet bermasalah mencakup pola penggunaan yang berlebihan hingga mulai menimbulkan gangguan terhadap fungsi sehari-hari atau menyebabkan tekanan bagi individu.

Untuk mengetahui kondisi peserta secara lebih mendalam, peneliti meminta mereka melakukan penilaian setiap malam selama dua minggu.

Mereka melaporkan suasana hati, tingkat stres, dorongan untuk menggunakan internet secara berlebihan, serta total waktu yang dihabiskan secara online.

Penilaian tersebut juga melihat seberapa besar kesenangan atau rasa lega yang diperoleh dari aktivitas online dan apakah penggunaan internet membuat peserta mengabaikan aktivitas lain.

Penggunaan Internet Bermasalah Berkaitan dengan Stres Lebih Tinggi

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat penggunaan internet bermasalah yang lebih tinggi dengan sejumlah kondisi negatif.

Peserta dengan masalah penggunaan internet yang lebih berat cenderung melaporkan suasana hati yang lebih buruk, tingkat stres yang lebih tinggi, waktu online yang lebih lama, serta pengabaian terhadap bidang kehidupan lainnya.

Namun, peneliti menekankan bahwa temuan tersebut tidak berarti seluruh aktivitas internet memberikan dampak buruk. Persoalannya lebih berkaitan dengan penggunaan yang berlebihan dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Aktivitas online masih dapat memberikan kesenangan, relaksasi, bahkan membantu mengurangi stres selama tidak menyebabkan seseorang secara sistematis mengabaikan tanggung jawab maupun kegiatan penting lainnya.

Baca Juga: Tak Selalu Menghindar, Studi Ungkap Mengapa Orang dengan Kecemasan Sosial Justru Mudah Meledak

Dorongan untuk Online Menjadi Faktor Penting

Salah satu temuan menarik dari penelitian ini adalah peran godaan atau dorongan sesaat untuk kembali menggunakan internet.

Andreas Oelker, salah satu penulis penelitian, menjelaskan bahwa bukan hanya stres atau suasana hati yang menentukan seseorang kembali online.

Dorongan untuk melakukan aktivitas tersebut pada momen tertentu justru menjadi faktor penting yang mendorong perilaku online dan berbagai konsekuensinya.

Menurut peneliti, memahami kapan dan mengapa seseorang mengalami dorongan kuat untuk menggunakan internet secara berlebihan dapat membantu dalam mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif.

Dengan demikian, pendekatan untuk mengatasi penggunaan internet bermasalah tidak hanya perlu berfokus pada stres atau suasana hati, tetapi juga membantu seseorang mengenali dan mengelola momen ketika keinginan untuk online menjadi sangat kuat.

Tidak Semua Penggunaan Internet Bersifat Negatif

Silke M. Müller, salah satu penulis studi, menegaskan bahwa hanya sebagian kecil pengguna internet yang berkembang menjadi pengguna dengan pola patologis.

Internet sendiri dapat memberikan pengalaman positif. Menggunakan media sosial, bermain gim, menonton konten, berbelanja, atau melakukan aktivitas online lainnya dapat memberikan kesenangan dan membantu seseorang merasa lebih rileks.

Masalah muncul ketika penggunaan tersebut mulai menggeser aktivitas penting lainnya secara terus-menerus.

Aktivitas yang berpotensi terabaikan bukan hanya pekerjaan atau tanggung jawab sehari-hari. Kegiatan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan, seperti berolahraga, menghabiskan waktu di luar ruangan, serta berkumpul bersama teman dan keluarga, juga dapat terdampak.

Godaan, Stres, dan Suasana Hati Saling Berkaitan

Peneliti juga menemukan bahwa stres, suasana hati, dan dorongan menggunakan internet sehari-hari dapat membantu memprediksi perilaku online seseorang.

Faktor-faktor tersebut kemudian dapat memengaruhi pengalaman yang diperoleh dari penggunaan internet, termasuk perasaan senang, relaksasi, maupun kecenderungan mengabaikan aktivitas lain.

Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan antara penggunaan internet dan kondisi psikologis sehari-hari cukup kompleks. Seseorang tidak selalu menggunakan internet karena sedang merasa stres. Sebaliknya, dorongan untuk online pada waktu tertentu juga dapat muncul dan kemudian memengaruhi aktivitas serta suasana hati berikutnya.

Penggunaan Internet Perlu Tetap Seimbang

Penelitian sebelumnya juga telah mengamati hubungan antara penggunaan internet bermasalah dan perubahan pada otak, khususnya pada kelompok anak muda.

Temuan tersebut menunjukkan adanya perubahan aktivitas dan konektivitas pada sejumlah jaringan saraf yang berkaitan dengan perilaku adiktif.

Baca Juga: Studi Ini Ungkap Sering Hangout dengan Teman Tak Selalu Bikin Orang Cerdas Bahagia, Begini Faktanya!

Meski demikian, penggunaan internet tidak otomatis berarti kecanduan. Internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan dapat memberikan berbagai manfaat, mulai dari komunikasi, hiburan, pekerjaan, pendidikan hingga akses informasi.

Hal yang perlu diperhatikan adalah ketika penggunaan internet mulai sulit dikendalikan dan secara konsisten mengorbankan aspek kehidupan lainnya.

Karena itu, menjaga keseimbangan antara aktivitas online dan offline menjadi hal penting. Mengatur waktu penggunaan internet, tetap aktif secara fisik, meluangkan waktu untuk bersosialisasi, serta memastikan tanggung jawab sehari-hari tidak terabaikan dapat membantu menjaga penggunaan internet tetap sehat.

EDITOR: Candra Mega Sari