JawaPos.com - Banyak orang mengira bahwa menemukan pasangan yang tepat berarti menemukan seseorang yang selalu membuat kita bahagia. Seseorang yang selalu romantis, selalu setuju dengan kita, tidak pernah membuat kesalahan, dan mampu memenuhi semua keinginan kita.
Padahal, psikologi hubungan menunjukkan gambaran yang jauh lebih realistis.
Hubungan yang sehat bukan berarti tidak pernah mengalami konflik. Bukan pula berarti dua orang selalu memiliki pendapat, kebiasaan, dan keinginan yang sama. Justru, hubungan yang matang ditandai oleh kemampuan dua orang untuk menghadapi perbedaan tanpa kehilangan rasa aman, hormat, dan kepedulian satu sama lain.
Karena itu, tanda bahwa Anda sedang bersama orang yang tepat sering kali tidak terlihat dari hal-hal yang dramatis. Tanda-tandanya justru muncul dalam kehidupan sehari-hari: bagaimana pasangan memperlakukan Anda ketika sedang berbeda pendapat, bagaimana ia merespons ketika Anda sedang rapuh, dan apakah Anda merasa bisa menjadi diri sendiri ketika berada di dekatnya.
Dilansir dari Psychology Today pada Senin (17/8), jika Anda menemukan beberapa tanda berikut dalam hubungan Anda, itu bisa menjadi indikasi bahwa Anda berada dalam hubungan yang sehat dan memiliki fondasi yang kuat.
1. Anda Bisa Menjadi Diri Sendiri Tanpa Takut Dihakimi
Salah satu tanda paling penting dari hubungan yang sehat adalah munculnya rasa aman untuk menjadi diri sendiri.
Anda tidak merasa harus terus-menerus tampil sempurna agar pasangan tetap menyukai Anda. Anda bisa menunjukkan sisi lucu, lelah, gugup, bahkan sisi yang tidak terlalu membanggakan dari diri Anda tanpa merasa bahwa semua itu akan digunakan untuk merendahkan Anda.
Anda juga tidak merasa harus selalu berhati-hati dengan setiap perkataan karena takut pasangan akan marah, pergi, atau menghukum Anda secara emosional.
Dalam hubungan yang sehat, seseorang tetap memiliki ruang untuk menjadi individu.
Anda boleh memiliki hobi sendiri. Anda boleh mempunyai pendapat yang berbeda. Anda boleh menikmati waktu sendirian. Bahkan, Anda boleh mengatakan, "Aku tidak setuju," tanpa merasa bahwa hubungan tersebut langsung berada dalam bahaya.
Rasa aman seperti ini sangat penting karena hubungan yang sehat tidak menuntut seseorang kehilangan identitasnya.
Pasangan yang tepat tidak membuat Anda merasa bahwa cinta harus diperoleh dengan menjadi orang lain.
Ia justru membantu menciptakan lingkungan di mana Anda dapat berkembang sebagai diri sendiri.
Dan yang menarik, ketika seseorang merasa aman secara emosional, ia biasanya tidak perlu terus-menerus memainkan peran untuk mempertahankan hubungan. Interaksi menjadi lebih natural, lebih jujur, dan lebih dalam.
2. Anda Bisa Membicarakan Hal Sulit Tanpa Takut
Setiap pasangan pasti memiliki masalah.
Ada perbedaan pendapat mengenai uang, keluarga, pekerjaan, waktu bersama, prioritas hidup, bahkan hal-hal kecil seperti pembagian pekerjaan rumah.
Jadi, jangan menggunakan "kami tidak pernah bertengkar" sebagai satu-satunya ukuran hubungan yang sehat.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana Anda berdua menghadapi konflik.
Pasangan yang tepat bukanlah orang yang tidak pernah membuat Anda kesal. Ia adalah seseorang yang ketika muncul masalah, masih bersedia duduk bersama Anda dan mencari jalan keluar.
Anda bisa mengatakan:
"Aku merasa terluka ketika kamu melakukan itu."
Dan bukannya langsung mendapatkan serangan balik, pasangan Anda mencoba memahami.
Ia mungkin tidak langsung setuju dengan sudut pandang Anda. Namun, ia bersedia mendengarkan.
Ini merupakan perbedaan yang sangat besar.
Dalam hubungan yang tidak sehat, konflik sering berubah menjadi perlombaan untuk menentukan siapa yang paling benar. Dalam hubungan yang lebih sehat, konflik dapat menjadi kesempatan untuk memahami kebutuhan satu sama lain.
Artinya, tujuan akhirnya bukan selalu "aku menang dan kamu kalah".
Tujuannya adalah:
"Kita punya masalah. Bagaimana kita menyelesaikannya bersama?"
Kemampuan memperbaiki hubungan setelah konflik sering kali jauh lebih penting daripada kemampuan menghindari konflik.
3. Pasangan Anda Menghargai Batasan Anda
Cinta tidak berarti memiliki akses tanpa batas terhadap kehidupan pasangan.
Setiap orang tetap memiliki batasan pribadi.
Batasan bisa berupa kebutuhan untuk memiliki waktu sendiri, privasi, ruang untuk bekerja, hubungan dengan teman dan keluarga, atau hal-hal tertentu yang membuat seseorang merasa nyaman dan tidak nyaman.
Pasangan yang tepat tidak menganggap batasan sebagai ancaman.
Ketika Anda mengatakan, "Aku butuh waktu sendiri malam ini," ia tidak otomatis menyimpulkan bahwa Anda sudah tidak mencintainya.
Ketika Anda mengatakan tidak terhadap sesuatu, ia tidak memaksa.
Ketika Anda mengungkapkan bahwa ada perilaku tertentu yang membuat Anda tidak nyaman, ia mau mempertimbangkannya.
Menghormati batasan menunjukkan bahwa pasangan melihat Anda sebagai individu yang memiliki kehendak dan kebutuhan sendiri, bukan sebagai seseorang yang harus selalu mengikuti keinginannya.
Tentu saja, batasan dalam hubungan harus dibicarakan secara sehat dan masuk akal. Hubungan bukan tentang dua orang yang hidup sepenuhnya terpisah, melainkan dua individu yang memilih untuk membangun kehidupan bersama sambil tetap menghargai ruang pribadi masing-masing.
Ketika batasan dihormati, rasa percaya biasanya tumbuh.
Anda tidak perlu terus-menerus mengawasi pasangan karena hubungan tersebut tidak dibangun berdasarkan kontrol.
4. Ia Tidak Hanya Hadir Saat Semuanya Menyenangkan
Sangat mudah mencintai seseorang ketika kehidupan sedang berjalan baik.
Ketika Anda sukses, percaya diri, sehat, punya banyak energi, dan sedang berada dalam suasana hati yang menyenangkan, hubungan terasa mudah.
Namun, karakter seseorang sering kali lebih terlihat ketika keadaan menjadi sulit.
Bagaimana pasangan Anda ketika Anda gagal?
Bagaimana reaksinya ketika Anda sedang mengalami hari yang buruk?
Apakah ia tetap memperlakukan Anda dengan hormat ketika Anda sedang tidak berada dalam kondisi terbaik?
Pasangan yang tepat tidak harus selalu memiliki solusi untuk semua masalah Anda.
Kadang-kadang, yang Anda butuhkan bukan seseorang yang berkata, "Ini solusinya."
Anda hanya membutuhkan seseorang yang berkata:
"Aku ada di sini."
Dukungan emosional semacam ini sangat berarti dalam hubungan jangka panjang.
Bukan berarti pasangan harus menjadi satu-satunya sumber dukungan Anda. Hubungan yang sehat tetap memberi ruang bagi teman, keluarga, pekerjaan, dan kehidupan pribadi.
Namun, mengetahui bahwa ada seseorang yang dapat menjadi tempat aman ketika kehidupan terasa berat dapat memberikan rasa terhubung yang kuat.
5. Ia Menghormati Anda Bahkan Ketika Sedang Marah
Ini adalah salah satu tanda yang sering diremehkan.
Seseorang mungkin terlihat sangat mencintai Anda ketika suasana hati sedang baik. Tetapi bagaimana ia memperlakukan Anda ketika marah?
Apakah ia menghina?
Merendahkan?
Mengancam pergi setiap kali terjadi konflik?
Membuka kembali semua kesalahan masa lalu untuk menyerang Anda?
Menggunakan kelemahan pribadi Anda sebagai senjata?
Atau ia tetap berusaha menjaga rasa hormat meskipun sedang kecewa?
Perbedaan ini sangat penting.
Emosi adalah sesuatu yang manusiawi. Marah bukan berarti seseorang buruk. Kecewa juga bukan berarti hubungan gagal.
Yang penting adalah bagaimana emosi tersebut diekspresikan.
Dalam hubungan yang sehat, seseorang dapat mengatakan:
"Aku sangat kecewa dengan hal ini."
tanpa harus mengatakan:
"Kamu memang selalu menyebalkan."
Seseorang dapat mengatakan:
"Aku butuh waktu untuk menenangkan diri."
tanpa sengaja membuat pasangannya merasa dihukum.
Kemampuan menjaga rasa hormat saat konflik merupakan fondasi penting bagi hubungan jangka panjang.
Karena pada akhirnya, semua pasangan akan mengalami hari-hari buruk.
Yang menentukan kualitas hubungan bukan apakah emosi negatif pernah muncul, tetapi apakah kedua orang tetap memperlakukan satu sama lain sebagai manusia yang layak dihormati.
6. Anda Merasa Hubungan Ini Membantu Anda Berkembang
Pasangan yang tepat bukan hanya seseorang yang membuat hidup terasa nyaman.
Ia juga bisa menjadi seseorang yang mendorong Anda berkembang.
Bukan dengan memaksa Anda berubah menjadi seperti yang ia inginkan, tetapi dengan mendukung versi diri Anda yang ingin Anda bangun.
Ketika Anda mempunyai tujuan, ia mendengarkan.
Ketika Anda ingin belajar sesuatu, ia mendukung.
Ketika Anda ingin memperbaiki diri, ia tidak merasa terancam.
Dan ketika Anda berhasil, ia tidak berusaha mengecilkan pencapaian Anda.
Hubungan yang sehat memungkinkan dua orang berkembang secara bersamaan.
Ini penting karena hubungan jangka panjang tidak seharusnya menjadi tempat di mana seseorang harus mengecilkan dirinya agar pasangannya merasa nyaman.
Jika Anda mendapatkan kesempatan baru dalam karier, misalnya, pasangan yang sehat mungkin mengajak Anda berdiskusi tentang konsekuensinya. Ia mungkin menyampaikan kekhawatirannya. Namun, ia tidak otomatis menganggap pertumbuhan Anda sebagai ancaman terhadap hubungan.
Begitu pula sebaliknya.
Anda pun mendukung pertumbuhan pasangan.
Dengan begitu, hubungan tidak menjadi kandang.
Hubungan menjadi tempat di mana dua orang dapat tumbuh sambil tetap memilih satu sama lain.
7. Anda Merasa Tenang, Bukan Terus-Menerus Cemas
Ini mungkin salah satu tanda yang paling sulit dijelaskan tetapi paling mudah dirasakan.
Perhatikan bagaimana tubuh dan pikiran Anda ketika berada dalam hubungan tersebut.
Apakah Anda sering bertanya-tanya:
"Dia masih sayang aku, nggak?"
"Kenapa dia belum membalas pesan?"
"Apakah dia akan meninggalkanku?"
"Apakah aku melakukan sesuatu yang salah?"
"Apakah aku harus menjadi seperti ini supaya dia tetap bertahan?"
Tentu saja, sesekali merasa khawatir dalam hubungan adalah hal yang manusiawi.
Namun, jika hubungan hampir selalu membuat Anda berada dalam kondisi waspada, takut, atau tidak aman, hal tersebut patut diperhatikan.
Sebaliknya, dalam hubungan yang sehat, sering kali muncul rasa tenang.
Bukan karena Anda tahu bahwa pasangan tidak akan pernah meninggalkan Anda dalam keadaan apa pun.
Tidak ada hubungan yang memberikan jaminan absolut seperti itu.
Melainkan karena perilaku pasangan secara konsisten memberi Anda alasan untuk percaya.
Ia mengatakan sesuatu dan berusaha menepatinya.
Ia tidak sengaja membuat Anda cemburu untuk mendapatkan perhatian.
Ia tidak menghilang setiap kali terjadi konflik.
Ia tidak menggunakan ancaman perpisahan sebagai alat untuk mengendalikan Anda.
Konsistensi semacam itu membantu membangun rasa aman.
Dan rasa aman merupakan salah satu fondasi penting dalam hubungan jangka panjang.
Jadi, Apakah Ini Berarti Anda Sudah Menemukan "Orang yang Tepat"?
Tidak ada daftar tanda yang dapat menjamin bahwa seseorang adalah pasangan yang tepat untuk Anda.
Psikologi tidak memiliki semacam tes sederhana yang bisa mengatakan, "Jika Anda mendapatkan tujuh dari tujuh tanda ini, berarti dia pasti jodoh Anda."
Hubungan manusia jauh lebih kompleks daripada itu.
Namun, tanda-tanda tersebut dapat menjadi bahan refleksi.
Tanyakan kepada diri sendiri:
Apakah saya merasa aman menjadi diri sendiri?
Apakah kami bisa membicarakan masalah tanpa saling menghancurkan?
Apakah batasan saya dihormati?
Apakah kami saling mendukung ketika hidup sedang sulit?
Apakah rasa hormat tetap ada ketika kami marah?
Apakah hubungan ini memberi ruang bagi kami untuk berkembang?
Dan secara keseluruhan, apakah hubungan ini membuat saya merasa lebih tenang daripada terus-menerus cemas?
Jika sebagian besar jawabannya adalah "ya", mungkin Anda memiliki sesuatu yang sangat berharga.
Bukan karena hubungan tersebut sempurna.
Tetapi karena hubungan tersebut memiliki fondasi yang sehat.
Pasangan yang Tepat Bukan Berarti Hubungan Tanpa Masalah
Ada satu kesalahpahaman yang perlu diluruskan.
Banyak orang mengira pasangan yang tepat adalah seseorang yang membuat kita tidak pernah merasa sedih, kecewa, marah, atau frustrasi.
Padahal, tidak ada hubungan manusia yang seperti itu.
Dua orang yang mencintai satu sama lain tetap akan berbeda pendapat.
Mereka tetap bisa salah memahami perkataan.
Mereka tetap bisa mengecewakan satu sama lain.
Mereka bahkan bisa memiliki periode ketika hubungan terasa sulit.
Yang membedakan hubungan sehat bukan ketiadaan masalah, melainkan kemampuan memperbaiki masalah.
Ada kemauan untuk meminta maaf.
Ada kemauan untuk mendengarkan.
Ada kemauan untuk mengubah perilaku.
Ada usaha untuk memahami sudut pandang pasangan.
Dan yang paling penting, ada rasa bahwa keduanya berada di sisi yang sama.
Bukan "aku melawan kamu".
Tetapi:
"Kita menghadapi masalah ini bersama."
Perhatikan Konsistensi, Bukan Hanya Momen Romantis
Satu lagi hal penting: jangan menilai hubungan hanya berdasarkan momen-momen besar.
Hadiah mahal, perjalanan romantis, kata-kata cinta, atau kejutan memang menyenangkan.
Namun, kualitas hubungan sering kali justru terlihat dalam hal-hal kecil yang dilakukan berulang kali.
Apakah ia mendengarkan ketika Anda berbicara?
Apakah ia menghargai waktu Anda?
Apakah ia menepati janji-janji kecil?
Apakah ia mengakui kesalahan?
Apakah ia memperlakukan Anda dengan baik ketika tidak ada orang lain yang melihat?
Apakah ia tetap menghormati Anda ketika sedang tidak mendapatkan apa yang ia inginkan?
Cinta yang matang sering kali tidak terlalu dramatis.
Ia mungkin tidak selalu terlihat seperti adegan dalam film.
Terkadang cinta yang sehat justru terasa sederhana.
Tenang.
Konsisten.
Aman.
Dan dapat dipercaya.
Pada Akhirnya, Hubungan yang Tepat Terasa Seperti Kemitraan
Menemukan orang yang tepat bukan berarti menemukan seseorang yang sempurna.
Anda juga tidak harus menjadi pasangan yang sempurna.
Yang lebih penting adalah menemukan seseorang yang bersedia membangun hubungan bersama Anda.
Seseorang yang bisa mengatakan, "Aku salah."
Seseorang yang mau mendengarkan.
Seseorang yang menghargai batasan.
Seseorang yang tidak menggunakan rasa takut untuk mempertahankan Anda.
Seseorang yang dapat merayakan keberhasilan Anda tanpa merasa tersaingi.
Dan seseorang yang tetap berusaha memperbaiki hubungan ketika keadaan menjadi sulit.
Karena hubungan yang sehat bukan sekadar tentang seberapa kuat perasaan cinta pada awalnya.
Ia juga tentang bagaimana dua orang memperlakukan satu sama lain setelah perasaan itu melewati fase romantis awal.
Jadi, jika Anda menemukan tujuh tanda tadi dalam hubungan Anda, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa semuanya akan selalu sempurna.
Namun, Anda mungkin sedang memiliki sesuatu yang jauh lebih penting daripada hubungan yang terlihat sempurna dari luar:
sebuah hubungan yang terasa aman, saling menghormati, dan dibangun oleh dua orang yang sama-sama memilih untuk menjaga satu sama lain.
Dan dalam kehidupan nyata, mungkin justru itulah salah satu bentuk cinta yang paling berharga.