JawaPos.com - Menjadi pasangan yang luar biasa bukan berarti harus selalu romantis, selalu tahu apa yang harus dikatakan, atau mampu membuat hubungan terasa sempurna setiap hari.
Justru, hubungan yang sehat biasanya dibangun dari hal-hal sederhana yang dilakukan berulang kali.
Cara Anda menyapa pasangan di pagi hari. Cara Anda mendengarkan ketika ia bercerita. Cara Anda merespons ketika terjadi perbedaan pendapat. Bahkan cara Anda meminta maaf setelah melakukan kesalahan.
Hal-hal kecil tersebut mungkin terlihat sepele. Namun, jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan sederhana itu dapat membentuk rasa aman, kepercayaan, kedekatan emosional, dan kepuasan dalam hubungan.
Dalam psikologi hubungan, kualitas hubungan tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar perasaan cinta seseorang. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana cinta tersebut diterjemahkan menjadi perilaku sehari-hari.
Anda bisa sangat mencintai seseorang, tetapi jika pasangan Anda terus merasa tidak didengar, tidak dihargai, atau tidak aman secara emosional, hubungan tetap dapat mengalami masalah.
Sebaliknya, seseorang yang mungkin tidak selalu pandai berkata-kata romantis dapat menjadi pasangan yang luar biasa karena ia konsisten menunjukkan perhatian melalui tindakan.
Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (15/8), jika Anda ingin menjadi pasangan yang semakin baik setiap hari, berikut tujuh kebiasaan sederhana yang bisa mulai dilakukan.
1. Biasakan benar-benar mendengarkan ketika pasangan berbicara
Salah satu bentuk kasih sayang yang sering diremehkan adalah mendengarkan.
Banyak orang mendengar pasangan hanya untuk menunggu giliran berbicara. Ketika pasangan sedang bercerita, pikirannya sudah sibuk memikirkan jawaban, membela diri, atau memberikan solusi.
Padahal, terkadang pasangan tidak sedang mencari solusi.
Ia hanya ingin merasa bahwa pengalamannya dipahami.
Cobalah membangun kebiasaan untuk memberikan perhatian penuh ketika pasangan sedang berbicara. Letakkan ponsel sejenak. Kurangi gangguan. Tatap pasangan. Jangan langsung memotong pembicaraan.
Anda juga bisa menunjukkan bahwa Anda memahami apa yang ia katakan dengan respons sederhana seperti:
"Jadi kamu merasa sangat kecewa karena kejadian itu, ya?"
Kalimat sederhana seperti ini dapat membuat seseorang merasa didengarkan.
Dalam hubungan yang sehat, kemampuan untuk merespons secara emosional sering kali lebih penting daripada kemampuan memberikan nasihat yang sempurna.
Bukan berarti Anda tidak boleh memberikan solusi. Namun, sebelum menawarkan solusi, pastikan pasangan merasa didengar terlebih dahulu.
Karena terkadang yang dibutuhkan seseorang bukan jawaban, melainkan perasaan bahwa ia tidak menghadapi semuanya sendirian.
2. Tunjukkan apresiasi setiap hari
Setelah hubungan berlangsung cukup lama, seseorang dapat mulai menganggap kebaikan pasangannya sebagai sesuatu yang biasa.
Pasangan membuatkan makanan.
Pasangan membantu pekerjaan rumah.
Pasangan mengingat sesuatu yang penting.
Pasangan menanyakan apakah kita sudah makan.
Awalnya semua itu terasa istimewa. Namun lama-kelamaan, kita mungkin berhenti mengucapkan terima kasih.
Di sinilah masalah kecil bisa mulai muncul.
Seseorang yang terus memberikan perhatian tetapi jarang mendapatkan apresiasi dapat merasa bahwa usahanya tidak terlihat.
Karena itu, biasakan mengungkapkan penghargaan setiap hari.
Tidak harus dengan hadiah mahal.
Cukup katakan:
"Terima kasih sudah melakukan itu."
"Aku menghargai kamu sudah meluangkan waktu untukku."
"Aku senang kamu selalu mengingat hal-hal kecil seperti itu."
Atau bahkan:
"Aku bersyukur punya kamu."
Apresiasi membuat pasangan merasa bahwa keberadaannya memiliki arti.
Dan semakin spesifik apresiasi tersebut, biasanya semakin terasa tulus.
Daripada hanya mengatakan, "Kamu baik," Anda bisa mengatakan, "Aku suka caramu tetap menanyakan kabarku meskipun kamu sendiri sedang sibuk."
Perhatikan hal-hal kecil yang dilakukan pasangan.
Sering kali, cinta yang paling nyata justru tersembunyi dalam kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita mulai anggap biasa.
3. Sisihkan waktu untuk terhubung secara emosional
Tinggal bersama tidak selalu berarti merasa dekat.
Dua orang bisa berada di ruangan yang sama selama berjam-jam, tetapi masing-masing sibuk dengan ponsel, pekerjaan, media sosial, atau pikirannya sendiri.
Karena itu, hubungan membutuhkan waktu yang benar-benar digunakan untuk terhubung.
Tidak perlu selalu berupa kencan mahal.
Lima belas atau dua puluh menit sebelum tidur pun bisa menjadi kesempatan untuk bertanya:
"Bagaimana harimu hari ini?"
"Ada sesuatu yang membuatmu kepikiran?"
"Apa hal terbaik yang terjadi hari ini?"
Pertanyaan sederhana tersebut membuka ruang bagi percakapan yang lebih bermakna.
Anda juga dapat memiliki ritual kecil bersama.
Misalnya minum kopi bersama di pagi hari, berjalan kaki setelah makan malam, memasak bersama, atau berbicara tanpa ponsel selama beberapa menit sebelum tidur.
Yang penting bukan lamanya waktu, melainkan kualitas perhatian.
Hubungan membutuhkan momen ketika kedua orang berhenti sejenak dari kesibukan dunia dan kembali mengingat bahwa mereka adalah sebuah tim.
4. Biasakan menyentuh dan menunjukkan kasih sayang
Kasih sayang tidak selalu harus diwujudkan melalui kata-kata.
Sentuhan sederhana seperti menggenggam tangan, memeluk, mencium kening, atau menyentuh bahu pasangan dapat menjadi bentuk komunikasi emosional.
Tentu saja, setiap orang memiliki kenyamanan dan preferensi yang berbeda terhadap sentuhan. Karena itu, penting untuk menghormati batasan dan kesediaan pasangan.
Namun jika pasangan Anda nyaman dengan sentuhan, jangan meremehkan kekuatannya.
Pelukan setelah hari yang melelahkan dapat memberikan pesan:
"Aku di sini."
Genggaman tangan saat berjalan dapat memberikan pesan:
"Kita bersama."
Sentuhan kecil ketika pasangan sedang sedih dapat menyampaikan sesuatu yang terkadang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Yang juga penting adalah jangan hanya menunjukkan kasih sayang ketika menginginkan sesuatu.
Kasih sayang akan terasa lebih tulus ketika diberikan tanpa syarat dan tanpa selalu mengharapkan balasan.
5. Belajar memperbaiki hubungan setelah konflik
Pasangan yang luar biasa bukan pasangan yang tidak pernah bertengkar.
Perbedaan pendapat adalah bagian normal dari hubungan.
Dua orang dengan latar belakang, kebiasaan, pengalaman, dan cara berpikir berbeda tentu tidak mungkin selalu memiliki pandangan yang sama.
Yang membedakan hubungan yang sehat dengan hubungan yang tidak sehat adalah bagaimana konflik tersebut ditangani.
Ketika terjadi pertengkaran, jangan hanya fokus memenangkan argumen.
Tanyakan kepada diri sendiri:
"Apa yang sebenarnya sedang kami butuhkan?"
Mungkin Anda membutuhkan penghargaan.
Pasangan mungkin membutuhkan rasa aman.
Anda mungkin ingin didengarkan.
Pasangan mungkin ingin merasa dimengerti.
Setelah emosi mereda, biasakan melakukan perbaikan.
Anda bisa mengatakan:
"Tadi caraku bicara terlalu keras. Aku minta maaf."
Atau:
"Aku masih tidak setuju dengan pendapatmu, tetapi aku memahami kenapa kamu merasa seperti itu."
Ini penting karena meminta maaf tidak selalu berarti mengakui bahwa Anda sepenuhnya salah.
Kadang-kadang, meminta maaf berarti mengakui bahwa cara Anda memperlakukan pasangan telah melukai perasaannya.
Hubungan yang sehat bukan hubungan tanpa luka.
Hubungan yang sehat adalah hubungan yang memiliki kemampuan untuk memperbaiki luka.
6. Jangan lupa menjaga kehidupan pribadi Anda sendiri
Menjadi pasangan yang luar biasa bukan berarti harus mengorbankan seluruh kehidupan Anda demi hubungan.
Justru, hubungan yang sehat membutuhkan dua individu yang tetap memiliki identitas masing-masing.
Tetaplah memiliki waktu untuk diri sendiri.
Lakukan hobi.
Temui teman.
Kembangkan kemampuan.
Bekerja dengan baik.
Beristirahat.
Miliki tujuan pribadi.
Mengapa ini penting?
Karena hubungan tidak seharusnya menjadi satu-satunya sumber kebahagiaan seseorang.
Ketika seluruh kebutuhan emosional, sosial, dan identitas diletakkan hanya pada pasangan, hubungan dapat terasa sangat berat.
Sebaliknya, dua orang yang tetap berkembang sebagai individu dapat membawa energi, pengalaman, dan perspektif baru ke dalam hubungan.
Jadi, mencintai pasangan bukan berarti kehilangan diri sendiri.
Anda tetap boleh memiliki ruang pribadi.
Pasangan juga berhak memilikinya.
Kedekatan tidak harus berarti tidak memiliki batas.
Terkadang, justru ruang yang sehat membuat dua orang lebih mampu menghargai kehadiran satu sama lain.
7. Setiap malam, tanyakan: "Apa yang bisa saya lakukan lebih baik hari ini?"
Ini mungkin kebiasaan paling sederhana, tetapi dampaknya bisa sangat besar.
Sebelum tidur, luangkan waktu sebentar untuk melakukan refleksi.
Bukan untuk menyalahkan diri sendiri.
Bukan untuk mencari kesalahan pasangan.
Tetapi untuk melihat bagaimana Anda hadir dalam hubungan hari itu.
Tanyakan:
"Apakah tadi aku benar-benar mendengarkan?"
"Apakah ada perkataanku yang mungkin menyakiti pasangan?"
"Apakah hari ini aku sudah menunjukkan apresiasi?"
"Apakah aku terlalu sibuk dengan urusanku sendiri?"
"Apa satu hal kecil yang bisa aku lakukan lebih baik besok?"
Refleksi seperti ini membantu Anda memahami bahwa menjadi pasangan yang baik bukan sebuah pencapaian yang selesai sekali.
Ini adalah proses.
Anda mungkin masih akan salah.
Anda mungkin masih akan kehilangan kesabaran.
Anda mungkin sesekali mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak dikatakan.
Itu manusiawi.
Yang penting adalah kemauan untuk belajar dan memperbaiki diri.
Pasangan yang luar biasa bukan orang yang tidak pernah melakukan kesalahan.
Ia adalah orang yang bersedia bertanggung jawab atas kesalahannya.
Pada akhirnya, hubungan yang kuat dibangun dari hal-hal kecil
Banyak orang membayangkan hubungan yang bahagia sebagai sesuatu yang penuh dengan momen romantis besar.
Padahal, kehidupan sehari-hari jauh lebih sering dipenuhi hal-hal sederhana.
Membuatkan minuman.
Menanyakan kabar.
Mendengarkan cerita yang sama untuk kesekian kalinya.
Mengucapkan terima kasih.
Memeluk sebelum berangkat.
Meminta maaf setelah bertengkar.
Memberikan ruang ketika pasangan membutuhkannya.
Menanyakan, "Kamu baik-baik saja?"
Hal-hal tersebut mungkin tidak terlihat dramatis.
Tetapi justru dari situlah rasa aman dan kedekatan dibangun.
Jika Anda ingin menjadi pasangan yang luar biasa, Anda tidak perlu menunggu momen besar untuk membuktikan cinta.
Mulailah dari kebiasaan kecil yang bisa dilakukan hari ini.
Dengarkan lebih baik. Hargai lebih sering. Hadir dengan penuh perhatian. Tunjukkan kasih sayang. Perbaiki hubungan setelah konflik. Tetap menjadi diri sendiri. Dan terus belajar menjadi pasangan yang lebih baik.
Karena pada akhirnya, hubungan yang kuat bukan dibangun oleh satu tindakan besar.
Ia dibangun oleh ribuan tindakan kecil yang mengatakan hal yang sama:
"Aku melihatmu. Aku menghargaimu. Aku peduli padamu. Dan aku memilih untuk tetap merawat hubungan ini.