JawaPos.com - Ada anggapan bahwa orang yang gemar bermain video game cenderung suka menyendiri, kurang produktif, atau hanya menghabiskan waktu untuk hiburan. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar.
Di balik aktivitas bermain game, terdapat berbagai keterampilan yang ternyata dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hubungan asmara.
Sejumlah kemampuan seperti berpikir strategis, memecahkan masalah, bekerja sama, hingga beradaptasi dengan situasi baru dapat terasah melalui permainan. Karena itu, seseorang yang gemar bermain video game justru bisa memiliki kualitas yang membuatnya menjadi pasangan hidup yang menyenangkan.
Dilansir dari laman YourTango, berikut tujuh alasan yang sering kali diremehkan.
1. Memiliki kemampuan berpikir yang baik
Menyelesaikan permainan dengan tingkat kesulitan tinggi membutuhkan konsentrasi, ketelitian, strategi, dan kemampuan mengambil keputusan.
Pemain tidak sekadar menekan tombol, tetapi harus memahami situasi dan menentukan langkah yang tepat untuk mencapai tujuan.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa bermain video game dapat berkaitan dengan kemampuan tertentu, seperti perhatian, kemampuan spasial, dan daya ingat.
Keterampilan tersebut dapat membantu seseorang menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam hubungan, kemampuan berpikir dan mengambil keputusan dengan baik tentu dapat menjadi nilai tambah.
2. Terbiasa bekerja sebagai sebuah tim
Banyak permainan video mengharuskan pemain bekerja sama dengan karakter atau pemain lain untuk mencapai tujuan.
Kebiasaan ini dapat membuat seseorang memahami pentingnya komunikasi, pembagian tugas, serta kerja sama.
Prinsip tersebut juga dapat diterapkan dalam kehidupan rumah tangga. Mulai dari menyelesaikan pekerjaan rumah hingga menghadapi masalah bersama, hubungan membutuhkan dua orang yang mampu melihat diri mereka sebagai sebuah tim.
Jadi, jangan heran jika seorang gamer justru memiliki pemahaman yang cukup baik tentang pentingnya kerja sama dalam hubungan.
3. Tidak selalu membutuhkan kencan yang mewah
Bagi sebagian gamer, menghabiskan waktu bersama pasangan di rumah sudah menjadi kegiatan yang menyenangkan.
Mereka mungkin menikmati makan malam sederhana, memesan makanan, menonton film, atau sekadar bersantai di sofa.
Artinya, hubungan tidak harus selalu diisi dengan kencan mahal atau kegiatan yang menguras tenaga dan biaya.
Hal-hal sederhana pun dapat terasa berharga selama dilakukan bersama orang yang disayangi.
Tentu saja, hal ini tetap bergantung pada karakter masing-masing individu. Namun, gamer yang nyaman dengan aktivitas sederhana di rumah bisa menjadi pasangan yang relatif mudah diajak menikmati waktu bersama.
4. Terlatih menghadapi masalah
Video game sering menghadirkan berbagai tantangan yang mengharuskan pemain mencari solusi. Ketika strategi pertama gagal, mereka perlu mencoba pendekatan lain sampai menemukan cara yang berhasil.
Kebiasaan tersebut dapat membantu mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
Dalam kehidupan nyata, kemampuan ini juga berguna ketika pasangan menghadapi persoalan, baik dalam pekerjaan, keuangan, maupun hubungan.
Alih-alih langsung menyerah ketika menghadapi kesulitan, mereka mungkin lebih terbiasa mencari alternatif dan mencoba kembali hingga menemukan jalan keluar.
5. Cukup melek teknologi
Gamer biasanya sudah terbiasa berinteraksi dengan konsol, komputer, perangkat audio, hingga berbagai fitur digital.
Meskipun tidak berarti semua gamer ahli teknologi, pengalaman tersebut setidaknya dapat membuat mereka lebih familiar dengan perangkat yang digunakan sehari-hari.
Ketika televisi bermasalah, konsol perlu disambungkan, atau ada perangkat baru yang harus dipelajari, seorang gamer mungkin menjadi orang pertama yang bersedia mencoba mencari tahu.
Kemampuan beradaptasi dengan teknologi tentu dapat menjadi keuntungan tersendiri dalam kehidupan bersama.
6. Terbiasa menyusun strategi
Dalam permainan, pemain sering kali harus memanfaatkan sumber daya yang terbatas, memperkirakan risiko, dan menentukan langkah berikutnya. Mereka dituntut untuk tidak hanya bereaksi terhadap masalah, tetapi juga memikirkan strategi.
Keterampilan tersebut dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Ketika menghadapi masalah atau perubahan situasi, seseorang yang terbiasa menyusun strategi mungkin lebih siap mencari pilihan yang tersedia.
Dalam hubungan, kemampuan seperti ini dapat membantu pasangan menghadapi konflik dengan lebih tenang dan mencari solusi yang dapat diterima bersama.
7. Bisa menjadi pasangan yang perhatian dan bertanggung jawab
Banyak video game membuat pemain berperan sebagai karakter utama yang memiliki misi, tanggung jawab, dan tujuan tertentu. Mereka harus memperhatikan detail, mengingat berbagai informasi, serta mengambil keputusan yang berdampak pada jalannya permainan.
Kebiasaan memperhatikan detail tersebut dapat menjadi kualitas positif dalam hubungan. Misalnya, mengingat tanggal penting, mengetahui hal-hal yang disukai pasangan, atau mempersiapkan kejutan sederhana.
Pada akhirnya, menjadi pasangan hidup yang baik tentu tidak ditentukan oleh apakah seseorang bermain video game atau tidak. Namun, hobi tersebut juga tidak semestinya langsung dianggap sebagai sesuatu yang negatif.
Jika dilakukan secara seimbang, bermain video game dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus melatih sejumlah kemampuan.
Yang paling penting dalam sebuah hubungan adalah bagaimana seseorang memperlakukan pasangannya, berkomunikasi, bertanggung jawab, dan bersedia tumbuh bersama.