← Beranda
7 Ciri Langka Orang yang Bisa Berumur Panjang, Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSenin, 17 Agustus 2026 | 06.14 WIB
seseorang yang berumur panjang (Freepik/Lifestylememory)

JawaPos.com – Panjang umur sering kali dianggap sebagai hasil dari faktor genetik, pola makan, maupun gaya hidup. Namun, cara seseorang berpikir dan menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan juga dapat berperan dalam menjaga kesejahteraan secara keseluruhan.

Menariknya, sejumlah karakter psikologis tertentu kerap ditemukan pada orang-orang yang mampu menjalani kehidupan hingga usia lanjut dengan kondisi yang relatif baik.

Mereka umumnya memiliki cara tersendiri dalam mengelola emosi, menjaga hubungan sosial, menghadapi tekanan, hingga menemukan makna dalam kehidupan sehari-hari.

Artinya, umur panjang bukan hanya tentang berapa banyak tahun yang berhasil dilewati, tetapi juga bagaimana seseorang menjalani setiap fase kehidupan.

Baca Juga: 6 Ucapan Ciri Khas Orang yang Minim Rasa Tanggung Jawab Menurut Psikologi

Dilansir dari Geediting, berikut tujuh karakter yang sering dikaitkan dengan orang yang memiliki usia hidup lebih panjang dibandingkan teman sebayanya.

1. Terbiasa Menghargai Hal-Hal Kecil

Orang yang memiliki umur panjang kerap mempunyai kebiasaan mensyukuri berbagai hal dalam kehidupannya.

Mereka tidak selalu menunggu pencapaian besar untuk merasa bahagia. Hal sederhana seperti waktu bersama keluarga, kesehatan, makanan yang dinikmati, atau kesempatan menjalani hari baru sudah cukup menjadi alasan untuk bersyukur.

Pola pikir tersebut dapat membantu seseorang menjaga perspektif positif ketika menghadapi berbagai tekanan.

Dengan tidak terus-menerus terjebak dalam keluhan, mereka memiliki cara yang lebih sehat untuk menghadapi naik turunnya kehidupan.

2. Selalu Memiliki Keinginan untuk Belajar

Usia yang bertambah tidak selalu membuat seseorang kehilangan rasa ingin tahu.

Sebaliknya, orang-orang yang tetap aktif secara mental biasanya senang mempelajari hal baru, mencoba kegiatan berbeda, membaca, atau sekadar mencari tahu sesuatu yang sebelumnya belum mereka pahami.

Sikap terbuka terhadap pengalaman baru membuat pikiran tetap aktif dan fleksibel.

Mereka tidak merasa bahwa bertambahnya usia berarti harus berhenti berkembang. Justru, setiap pengalaman baru dianggap sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan.

3. Tidak Gemar Memelihara Kebencian

Salah satu karakter yang sering terlihat adalah kemampuan untuk tidak berlama-lama membawa rasa sakit hati.

Bukan berarti mereka tidak pernah marah atau kecewa. Namun, mereka berusaha tidak membiarkan emosi negatif tersebut menguasai kehidupan dalam waktu lama.

Memaafkan, menerima keadaan, atau memilih tidak terus memikirkan masalah masa lalu dapat membantu mengurangi beban emosional.

Dengan demikian, energi mental dapat dialihkan untuk menjalani kehidupan yang sedang berlangsung.

4. Mempunyai Hubungan Sosial yang Berkualitas

Hubungan dengan orang lain juga menjadi bagian penting dalam kehidupan seseorang.

Orang berumur panjang tidak selalu mempunyai lingkaran pertemanan yang besar. Yang lebih penting adalah keberadaan beberapa orang yang benar-benar memberikan rasa nyaman, dukungan, dan kedekatan emosional.

Keluarga, sahabat, tetangga, maupun komunitas dapat menjadi tempat berbagi cerita ketika seseorang menghadapi masa sulit.

Interaksi sosial yang sehat juga membuat seseorang merasa dihargai dan tidak menghadapi kehidupan seorang diri.

5. Menjalani Hidup dengan Prinsip Seimbang

Orang yang mampu menjaga keseimbangan biasanya tidak terlalu ekstrem dalam menjalani kehidupannya.

Mereka dapat menikmati makanan yang disukai, tetapi tetap memperhatikan pola makan. Mereka bekerja dengan serius, namun memahami pentingnya istirahat.

Begitu pula dengan aktivitas lainnya. Mereka berusaha menemukan titik tengah antara menikmati hidup dan menjaga diri.

Kebiasaan hidup yang seimbang dapat membantu seseorang mempertahankan kondisi fisik maupun emosional dalam jangka panjang.

6. Menganggap Kesulitan sebagai Sesuatu yang Bisa Dihadapi

Perbedaan lainnya terlihat dari cara mereka memandang masalah.

Ketika menghadapi kegagalan atau tekanan, mereka tidak selalu menganggap keadaan tersebut sebagai akhir dari segalanya.

Sebaliknya, masalah dipandang sebagai sesuatu yang perlu dihadapi, dipelajari, kemudian dicari jalan keluarnya.

Kemampuan untuk bangkit setelah mengalami kesulitan dikenal sebagai resiliensi. Sikap tersebut membantu seseorang beradaptasi ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan.

7. Memiliki Alasan untuk Terus Menjalani Hidup

Mempunyai tujuan hidup dapat memberikan dorongan yang kuat bagi seseorang untuk terus bergerak.

Tujuan tersebut tidak harus selalu berupa pencapaian besar. Bagi sebagian orang, keluarga, pekerjaan, kegiatan sosial, hobi, atau keinginan untuk terus belajar sudah cukup menjadi alasan untuk menjalani hari dengan penuh semangat.

Ketika seseorang merasa kehidupannya memiliki makna, aktivitas sehari-hari pun dapat terasa lebih bernilai.

Perasaan memiliki tujuan juga dapat membantu seseorang melewati masa sulit karena mereka memiliki sesuatu yang ingin diperjuangkan.

 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho